King Of Lux

King Of Lux
Chapter 45 Bagaimana?


__ADS_3

Setelah lama saling menatap, Yasaka dan Fuji mulai melayangkan serangan.


Yasaka menggunakan cakarnya yang telah memanjang untuk menyerang, sementara Fuji menggunakan tombaknya.


Sasaki yang melihat serangan mereka dengan serius langsung mengeluarkan tekniknya.


"DIMENSIONAL SLASH."


Belati milik Sasaki mulai bergerak secara horizontal dan membelah ruang didepannya.


Yasaka dan Fuji yang melihat serangan ini segera mengeluarkan teknik bertahannya.


"SKY DEFEND." Ucap Yasaka, langsung membentuk penghalang udara yang kuat.


"STON BLOCK." Ucap Fuji mengeluarkan sebuah tembok tanah.


Tetapi hal yang membuat mereka tercengang adalah serangan Sasaki memotong pertahanan mereka dan terus bergerak ke arah mereka berdua.


Lux yang melihat hal ini mengerutkan keningnya dan mulai menggunakan mata terlarangnya. Sontak tebasan Sasaki yang mengarah ke Yasaka dan Fuji terhenti dan membuat keretakan ruang di antara mereka berdua, sebelum ruang kembali seperti semula.


'Sialan, kalau terus seperti ini bisa-bisa aku kehabisan mana dan juga aku tidak bisa lagi menggunakan Mana potion, karena sudah menggunakannya dua kali dalam sehari ini. Kalau aku meminumnya lagi untuk ketiga kalinya itu dapat menyebabkan penyimpangan Mana.' Pikir Lux dengan tatapan rumit.


Lux telah mengetahui bahwa setiap Mana potion yang di buat oleh para Alkemis memiliki kekurangan yang fatal dan kekurangan itu adalah terbatasnya potion yang di minum dalam sehari. Saat Lux masih dalam pikirannya.


Yasaka dan Fuji yang melihat serangan Sasaki di halau oleh Lux, mereka langsung bernafas lega.


"Yasaka, Fuji. Kita harus cepat mengakhiri pertarungan ini. Aku akan melindungi kalian berdua dari belakang. Kalian hanya perlu fokus menyerang saja." Lux memberikan intruksi.


Yasaka dan Fuji yang mendengar ucapan Lux mengangguk serius. "Ok."


Berbeda dengan Sasaki yang melihat serangannya telah di gagalkan oleh Lux, dia sangat tidak senang.


'Lux itu, telah menggagalkan serangan terkuatku dengan mudah. Sepertinya matanya itu memang berbahaya, tetapi dari ekspresinya itu mungkin membutuhkan banyak mana.' Pikir Sasaki dengan tenang.


"Yasaka serang dia di sisi kanannya sementara kamu Fuji serang di sisi kiri." Ucap Lux


Yasaka dan Fuji segera mengikuti instruksi Lux. Sementara Sasaki yang melihat Posisi serangan mereka, mendengus dingin dan mengeluarkan lagi satu belati dari cincin penyimpanannya. Sekarang dia menggunakan dua belati di kedua tangannya.


Lux yang melihat tindakan Sasaki, menyeringai dan segera melontarkan serangan. Jarum yang terbuat dari logam kelas atas mulai muncul dari tanganmya dan dia mulai melesatkannya kearah Sasaki.


Sasaki yang melihat serangan Lux sedikit terkejut dan mulai menghalaunya dengan belatinya.


*Ting *Ting *Ting *Ting


Saat fokus Sasaki masih berada pada serangan Lux. Tiba-tiba sebuah tombak muncul di sisi kirinya, mengarah ke kepalanya. Sasaki yang merasakan ini, segera menghindar dan mengarahkan kepalanya kebelakang. Sasaki ingin menyerang balik Fuji, tetapi sebelum dia bisa menyerang balik, Yasaka yang berada di sisi kanannya tiba-tiba melancarkan serangan yang kuat.


"FOX CLAWS."


Sebuah serangan cakar yang dilapisi dengan api putih langsung mengarah ke sisi kanan Sasaki.


Sasaki yang melihat serang ini, langsung berteleportasi dan menjaga jarak dari mereka berdua.

__ADS_1


Lux terus melayangkan serangan jarumnya ke arah Sasaki yang membuat dia terus menghalau serangannya.


'Ugh, sialan. Lux ini sengaja mengalihkan perhatianku agar aku tidak mengeluarkan serangan ruangku. Aku sebenarnya ingin menyerang Lux sialan ini terlebih dahulu, tetapi di halau oleh Yasaka dan Fuji.Sialan, aku seakan berada di dalam genggamannya.' Pikir Sasaki dengan muram.


Sementara Yasaka dan Fuji tidak menganggur dan terus melayangkan serangan.


Pertempuran terus berlangsung sangat intens hingga menyebabkan beberapa bangunan hancur oleh dampak pertarungan mereka berempat.


Setelah pertarungan berlangsung beberapa jam, hasilnya dapat terlihat. Sasaki mulai kelelahan oleh tekanan yang di berikan oleh mereka bertiga. Hal ini disebabkan bukan hanya karena dia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya dalam kondisi puncaknya, tetapi dia juga mengalami cedera di tubuhnya.


"Menyerahlah nona Sasaki dan segera batalkan penghalang ruang ini." Bujuk Lux dengan tenang.


Sasaki yang mendengar ucapan Lux sangat marah. "Dalam mimpimu, walaupun aku mati aku tidak akan menyerah."


Lux yang mendengar ucapannya mengerutkan keningnya. 'Ada apa dengan wanita ini. Kenapa dia harus terlalu setia pada Bajingan Lion itu. Bukannya dia seorang manusia?.'


Saat Lux ingin berbicara lagi, tiba-tiba dia merasakan fluktuasi ruang lain, di sampingnya. Lux langsung mengarahkan pedangnya ke arah fluktuasi itu.


*Dinggg


Sesosok yang mirip dengan Sasaki muncul dan dia memblokir serangan Lux. Lux terkejut saat melihat wanita ini. "Siapa?, Sasaki. Kenapa ada dua Sasaki di sini?."


Yasaka dan Fuji pada awalnya terkejut dengan serangan tiba-tiba Risaki. Tetapi saat mereka mendengar ucapan Lux, Yasaka mulai menjelaskannya.


"Dia bukan Sasaki Lux, dia adalah saudari kembarnya Risaki. Mereka berdua adalah pengawal setia Raja Lion yang di juluki sebagai Demon Duo." Ucap Yasaka kepada Lux.


Lux yang mendengar ucapan Yasaka, menatap Risaki dengan serius. 'AI, analisis status wanita ini?.'


[Status


Nama : Risaki.


Kelas : Magic Fighter.


Elemen : Ruang.


Garis darah : Manusia Tertinggi.


Kekuatan : 900


Kecepatan : 1000


Fisik : 1200


Mana : 9.000.000


Tahap Meditasi : Saint (Puncak)


Karakteristik : Cepat marah, Selalu berhati-hati dan Baik kepada teman.


Kelemahan : Mengalami kutukan mana Medusa yang dapat menyebabkan kematian.]

__ADS_1


Lux yang melihat statusnya menghela nafas lega. Sementara Risaki yang masih berkonfrontasi dengan Lux berteriak kepada Sasaki.


"Kakak. Segera serang Yasaka dan Fuji. Aku akan menahan pria ini untuk sementara."


"Apa yang kamu katakan Risaki?. Segera mundur, biar aku yang melawan mereka sendiri. Kamu sedang sakit sekarang, tidak bisa mengeluarkan mana terus menerus." Balas Sasaki dengan tegas.


"Kakak. Berhentilah bersikap keras kepala, segera serang mereka berdua." Teriak Risaki marah.


"Kamu yang harus berhenti bersikap keras kepala Risaki." Balas Sasaki marah.


"..." Lux


"..." Yasaka


"..." Fuji


Saat perdebatan mereka semakin lama, Lux akhirnya tidak tahan lagi dan segera menghentikan mereka berdua.


"Diam." Teriak Lux.


Sasaki dan Risaki yang berdebat segera berhenti dan menatap Lux dengan tercengang.


"Pertarungan ini sudah berakhir." Ucap Lux dengan tenang dan melepaskan pedangnya dari bentrokan dengan belati Risaki.


Risaki yang melihat ini mundur kebelakang, sedangkan Sasaki sangat marah atas ucapan Lux.


"Sudah ku bilang aku lebih baik mati dari pada menyerah." Ucap Sasaki dingin.


Risaki yang mendengar ucapan Sasaki mengangguk menyetujui ucapannya.


"Hah. Mari kita membuat kesepakatan." Balas Lux dengan santai, saat mendengar ucapan Sasaki yang dingin.


Sasaki yang mendengar ucapan Lux mengerutkan keningnya, sementara Risaki yang mendengarnya sangat marah dan mengingatkan Sasaki. "Kakak, jangan percaya omongan pria ini. Dia pasti ingin menjebak kita."


Lux yang mendengar teriakkan marah Risaki tidak menghiraukannya dan menatap Sasaki yang berpikir.


"Ugh, Apa kondisimu?." Tanya Sasaki.


"Kakak?." Ucap Risaki bingung.


"Diamlah Risaki." Ucap Sasaki.


Risaki yang mendengar ucapan Sasaki mengerucutkan bibirnya dengan rumit. Sementara Lux tersenyum atas ucapan Sasaki.


"Aku dapat menyembuhkan penyakitmu dan adikmu, tetapi kalian berdua harus menjadi pengikutku." Lux berkata kepada Sasaki dengan santai.


"Jangan berbohong kepadaku. Grand master Alkemis di Kerajaan Beast saja tidak dapat menyembuhkan penyakit adikku, apa lagi kamu yang hanya berada di tahap Mana Core Perak." Ucap Sasaki dengan dingin.


Mendengar ucapannyahanya membalasnya dengan santai. "Mengalami kutukan Mana Medusa."


"Bagaimana?." Ucap Sasaki dan Risaki secara bersamaan.

__ADS_1


Mereka berdua saat ini terkejut atas ucapan Lux yang dapat mengetahui penyakit Risaki, padahal baru saja melihatnya.


__ADS_2