
Tiba-tiba sesosok pria tua muncul diatas atap rumah. Dia menatap paman Lolita dengan pandangan dingin.
"Pedrik, apa maksudmu dengan ini?." Tanya pria tua itu dengan dingin.
Pedrik yang merupakan tuan kota, sangat ketakutan saat melihat orang yang datang. "Ayah?, Kenapa kamu ada disini?. Bukankah kamu berada di kerajaan Matahari?."
"Apakah aku harus memberitahumu kemana aku harus pergi?." Tanya pria tua itu.
"Ah, tentu saja tidak ayah." Ucap Pedrik dengan buru-buru.
"Berhentilah banyak bicara pedrik. Yang aku ingin dengar adalah maksud dari ucapanmu tadi?." Ucap pria tua itu dengan marah dan dingin.
Pedrik yang mendengar hal ini berkeringat dingin dan kemudian berkata. "Ayah, kamu tahu sendiri. Posisi disini tidak aman. Kalau sampai pangeran pertama tahu bahwa putri dari saudari Lin ada di kotaku untuk berlindung. Aku pasti akan diburu oleh mereka. Mohon ayah mengerti."
"Berhentilah membuat alasan omong kosong Pedrik. Aku tidak perduli dengan hal itu." Ucap pria tua itu dan kemudian turun menghampiri Lolita dan melancarkan serangan berbasis es ke pedrik dan anak buahnya.
"Putri kecilku kemarilah. Kamu pasti sangat kelelahan karena menempuh perjalanan yang panjang."
"Kakek Law.." Teriak Lolita dan langsung memeluk kakeknya.
Sementara pedrik dan anak buahnya tiba-tiba dibekukan oleh es hanya menyisahkan Kepala mereka.
Lux yang dari tadi diam didalam gerbong, melihat hal ini mengerutkan keningnya. 'Kemampuan Esnya, terdapat sedikit perubahan waktu didalamnya. Orang ini sangat berbahaya.'
"Ayah, maafkan aku. Tolong..." Teriak Pedrik dengan frustasi saat melihat tubuhnya ditutupi es yang sangat dingin dan mulai membekukan darahnya dan mengurangi vitalitasnya sedikit demi sedikit.
"Ini adalah hukumanmu. Aku akan mengurangi setengah dari umurmu dan untuk anak buahmu mereka semua harus mati." Ucap Law dengan dingin.
Kemudian langsung membunuh anak buah pedrik di tempat. Sementara pedrik memiliki ekspresi teror diwajahnya.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Law tiba-tiba ke arah Lux.
Lux yang mendengar pertanyaan Law, segera keluar dari gerbong dan berkata. "Sebenarnya kalau kamu tidak datang ke sini. Aku tidak bisa menjamin anakmu yang kamu bekukan ini bisa hidup ditanganku."
Law yang mendengar ucapan Lux tidak membantah dan masih terdiam di tempatnya, sambil menatap Lux dengan dingi.
__ADS_1
Sementara Lolita yang melihat suasana tegang ini segera berkata. "Kakek, dia adalah tuan Lux yang telah menyelamatkan kami saat kami diserang oleh binatang buas di perjalanan kami."
Law yang mendengar ucapan Lolita akhirnya meredahkan sedikit suaranya dan berkata. "Ah, seperti itu. Maafkan ketidak sopananku tuan Lux dan terimakasih telah menyelamatkan cucu kecilku."
Lux yang mendengar ucapan permintaan maaf Law secara tiba-tiba masih tersenyum tenang dan kemudian berkata. "Tuan Law, bagaimana kalau kita hanya berbicara empat mata. Ada yang ingin aku beritahu kepada tuan. Aku yakin ini akan bermanfaat buatmu."
Law yang semula tersenyum kemudian mengerutkan keningnya dan menatap Lux dengan diam.
Sebenarnya Law memandang Lux dengan waspada, itu karena saat dia melihat Lux seakan dia melihat cahaya yang sangat menyilaukan.
Perlu ditahu Law adalah seorang di tahap setengah abadi. Jadi sampai membuat tahap abadi merasakan aura ancaman dari Lux, itu bukan orang yang bisa di pandang rendah.
"Baiklah. Bagaimana kalau kita pergi keruang tuan kota dulu sekarang. Aku yakin kalian semua sudah sangat lelah dalam perjalanan kalian, jadi mari kita istirahat terlebih dahulu." Ucap Law dengan senyum sopan.
Lux yang melihat hal ini masih tersenyum dan kemudian berkata. "Baiklah."
Law tersenyum atas ucapan Lux, sementara Lolita dan yang lainnya bernafas lega karena semua permasalahan telah selesai.
Berbeda dengan Pedrik yang pingsan ditempat karena kehabisan energi.
.....
Dikediaman tuan kota mereka semua akhirnya tiba. Mereka semua bernafas lega karena akhirnya mereka tiba juga di tempat tujuan mereka walaupun sebelumnya mereka hampir saja ditangkap ditempat.
Berbeda dengan Lux saat ini yang dibawa oleh Law kesuatu ruangan untuk berbicara. Lolita yang melihat keduanya sangat khawatir.
"Tenang saja nona, tuan Law tidak akan pernah menyakiti tuan Lux. Tuan Law sangat tahu apa yang namanya utang budi. Jadi nona Lolita tidak perlu khawatir dan segera beristirahat, nona pasti sangat kelelahan sekarang karena menempuh perjalanan yang sangat jauh." Ucap Phil berusaha menenangkan putri Lolita.
Lolita yang mendengar hal ini menghembuskan nafas untuk menenangkan dirinya. "Yang dikatakan kakek Phil memang benar. Aku terlalu khawatir, kakek Law orang yang baik hati. Tidak mungkin dia ingin menyakiti Lux. Baiklah aku akan beristirahat sekarang, segera siapkan kamar untukku kakek Phil."
"Baik nona."
Kembali ke Lux dan Law yang saat ini berada diruang saling memandang. "Baiklah. Apa yang ingin tuan Lux bicarakan?."
"Aku tidak akan bertele-tele. Aku bisa membantumu mendapatkan tahta kerajaan Mesh untuk cucumu, tetapi kamu harus menuruti satu permintaanku." Ucap Lux dengan terang-terangan.
__ADS_1
Law yang semula tenang kemudian mengeluarkan auranya dengan liar. "Bocah, jangan main-main denganku. Siapa yang memerintahkanmu mendekati cucuku."
Lux yang merasakan tekanan Law masih tetap tenang dan kemudian berkata. "Sepertinya aku benar."
Law yang semula marah kemudian tercengang saat mendengar ucapan Lux. "Kamu, kamu....hah."
Law kemudian duduk ditempatnya dengan frustasi. "Dari mana kamu bisa mengetahuinya?. Padahal aku tidak pernah memberitahukan hal ini kepada siapapun."
"Maafkan aku, ini adalah rahasiaku. Yang perlu tuan Law tahu adalah aku akan membantu tuan Law untuk mendapatkan tahta dari kerajaan Mesh, tetapi tuan Law harus menuruti satu permintaanku."
Law yang mendengar ucapan Lux menatapnya dengan ekspresi muram di wajahnya. "Sebutkan apa permintaanmu?."
Lux yang mendengar ucapan Law tersenyum. "Permintaanku sebenarnya cukup mudah. Aku ingin kerajaan Mesh membantuku untuk menaklukkan kerajaan Beast. Bagaimana?."
"Ini?.." Law sangat terkejut dengan ucapan Lux.
"Baiklah. Tetapi aku ingin bertanya berapa banyak pasukan yang kamu punya?."
Lux tersenyum dan kemudian tanpa basa-basi dia langsung membuka Heaven Gate. Segera segala macam binatang suci keluar dari ruangan itu.
Lux saat ini hanya bisa memanggil binatang suci, untuk Malaikat Lux belum bisa melakukannya karena dia perlu meningkatkan kekuatannya sebelum memanggil Malaikat.
Sementara itu Law yang melihat hal ini sangat terkejut. "Siapa kamu sebenarnya?. Dari auramu tidak salah lagi bahwa kamu berada ditahap peleburan Mana. Kamu tidak mungkin memiliki teknik terlarang seperti ini kecuali kamu memiliki darah suci."
Law kemudian melihat Lux dengan pandangan luar biasa. Sementara Lux yang melihat hal ini masih tenang dan kemudian menghilangkan Heaven Gate.
"Bagaimana sekarang?. Apakah kamu percaya?."
"Aku percaya terhadapmu. Tetapi situasi kita tidak bagus sekarang. Pangeran pertama mendapatkan dukungan dari kerajaan Matahari dan Chaos, walaupun aku seorang Marquez di kerajaan Matahari, tetapi kekuatanku sudah lama ditekan oleh Raja dari kerajaan Matahari." Ucap Law dengan frustasi.
"Sebenarnya kamu tidak perlu mengkhatirkan hal itu. Aku mempunyai rencana untuk itu. Yang kamu perlu lakukan adalah memindahkan seluruh prajuritmu dikota ini. Setelah itu aku akan memberitahukan rencanaku kepadamu." Ucap Lux.
Law yang mendengar hal ini menghela nafas dan kemudian menyerahkan tangannya untuk bersalaman. "Baiklah. Aku harap kita bisa bekerjasama dengan baik tuan Lux."
"Aku harap begitu." Balas Lux dan bersalaman dengan Law.
__ADS_1