King Of Lux

King Of Lux
Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.


__ADS_3

Saat Jet dan para prajurit itu merasakan aura Sasaki dan Risaki, mereka berkeringat dingin dan sangat ketakutan.


"Aura ini sama dengan para utusan itu atau mungkin lebih kuat." Ucapnya dengan takut.


Lux yang melihat hal ini segera menyuruh Sasaki dan Risaki untuk berhenti. Sasaki dan Risaki akhirnya berhenti.


Sementara Melinda yang melihat kekalahan dari Jet segera berkata dengan senyum main-main. "Bagaimana sekarang Jet?. Apakah kamu masih akan menangkap kami?."


Jet yang mendengar ucapan putri Melinda, mengumpat dalam hatinya. 'ugh, putri kenapa kamu harus mengatakan hal itu?. Apakah kamu ingin aku mati di tangan mereka.'


Jet berpikir dengan sedih, tetapi dia kemudian menenangkan dirinya dan segera berkata kepada Lux dengan sopan dan takut.


"Tuan Lux, maafkan bawahan yang rendahan ini karena tidak mengetahui kekuatan anda dan meragukannya." Jet segera membungkuk dengan sedikit takut.


Sementara Lux yang melihat hal ini segera berkata dengan tersenyum. "Hahahaha. Tenang saja, aku adalah orang yang sangat toleran. Jadi aku sudah melupakan semua yang terjadi."


"Terimakasih, tuan." Balas Jet, sambil menghela nafasnya.


Lit dan Melinda yang melihat kelakuan Jet tidak bisa menahan tawanya.


"Hahahaha, Jet kamu benar-benar berantakan." Tawa Lit


"Kamu seperti seekor kelinci yang ketakutan Jet, itu sangat lucu untuk di lihat." Melinda ikut tertawa bersama Lit.


"Ugh. Tidak bisakah kalian berhenti mengejekku." Gumam Jet dengan sedikit marah.


Tetapi Melinda dan Lit masih tertawa dengan keras. Suasana akhirnya menjadi lebih harmonis dan mereka semua mulai mengobrol dengan tenang.


Jelang beberapa jam, prajurit yang di utus oleh Jet untuk menemui Raja, akhirnya tiba.


"Bagaimana?." Tanya Jet.


Prajurit itu membungkuk dan berkata dengan tenang. "Yang mulia Raja berkata untuk segera mengundang tamu putri Melinda ke istana kerajaan."


"Ok. Kamu bisa kembali ke posisi." Balas Jet dengan nafas lega. Sebenarnya Jet sedikit ketakutan apabila Raja tidak menerima negosiasi dari tuan putri.


"Tuan Lux, karena yang mulia Raja telah mengundang anda dengan hangat. Aku terlebih dahulu meminta maaf atas perlakuanku sebelumnya."

__ADS_1


Lux yang mendengar permintaan maaf Jet, segera berkata dengan ramah. "Tidak apa-apa tuan Jet. Ayo antarkan aku menemui Raja Elf."


Jet mengangguk dengan hormat dan kemudian memandu mereka semua untuk berangkat ke ibukota kerajaan. Sementara itu Melinda dan Lit tersenyum senang atas masalah yang telah terselesaikan.


Mereka semua kemudian berangkat menuju ibukota kerajaan Elf.


....


Setelah beberapa jam perjalanan mereka semua akhirnya tiba di ibukota kerajaan Elf.


Saat Lux, Sasaki dan Risaki melihat ibukota kerajaan Elf, mereka sangat terkejut. Semua rumah dan istana kerajaan mereka berbentuk seperti pohon dengan berbagai macam jenis.


Banyak orang tua anak-anak dan yang lainnya berkeliaran. Ada yang sedang berdagang, ada yang sedang mengobrol dan ada juga yang sedang bermain. Saat Lux dan yang lainnya masuk kedalam ibukota. Mereka semua akhirnya menyadari kedatangan Lux dan yang lainnya.


Para penduduk kerajaan Elf yang mengenali putri Melinda segera menyambutnya.


"Itu putri Milinda. Akhirnya putri Melinda kembali ke ibukota lagi." Ucap salah satu pedagang.


"Putri Melinda selamat datang kembali." Ucap salah satu pejalan kaki dengan senang.


Setelah Melinda menyapa balik mereka semua dengan hangat. Para prajurit ibukota kerajaan akhirnya datang untuk menenangkan para penduduk.


Melinda yang melihat hal ini bernafas lega. Sementara Lux tersenyum menggoda kepada Melinda.


"Tidak aku sangka Nona Melinda akan sepopuler ini." Lux memandang Melinda yang sedikit memerah.


"Ehem. Ayo kita segera menemui ayahku." Melinda berkata dengan sedikit canggung sambil berjalan kedepan dengan cepat.


Lux, Sasaki dan Risaki yang melihat hal ini mengangkat alisnya bingung dengan perubahan tingkah laku Melinda yang tidak seperti biasanya.


Sementara Lit dan Jet yang melihat hal ini menghela nafas lelah dengan tingkah laku putri Melinda. Tetapi mereka tetap mengikutinya ke istana kerajaan.


"Tuan Lux, kalau begitu mari kita berangkat ke istana." Ajak Jet dengan sopan.


Lux yang mendengar hal ini mengangguk dan kemudian melangkah mengikuti Melinda di depan mereka.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di depan istana dan terlihat didepan pintu Istana, Raja Elf dan Ratu Elf berdiri berdampingan menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


"Selamat datang kembali putriku tercinta." Ucap Raja Elf sambil merentangkan kedua tangannya.


Melinda yang melihat hal ini segera berlari dan memeluk Ayahnya. "Ayah, Ibu. Aku sangat merindukan kalian."


"Ara ara ara. Tidak aku sangka putriku tercinta semakin cantik dan dewasa. Juga terang-terangan membawa calon suaminya."


"Ibu..." Gumam Melinda sedikit malu. Sementara Raja Elf yang melihat hal ini segera menatap Lux dengan serius.


"Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?."


Lux yang mendengar ucapan Raja Elf, mengangkat alisnya bingung. "Menikah?. Apa maksudnya?."


"Kenapa kamu bingung seperti itu manusia. Apakah kamu ingin mempermainkan putriku?."


Lux yang mendengar ini semakin bingung dan sedikit canggung. Dia kemudian menatap Melinda untuk segera menjelaskan kepada ayahnya tentang kesalahpahaman.


Melinda yang melihat hal ini berbalik dengan malu dan tidak menatap wajah Lux.


Lux yang melihat hal ini tercengang. 'Ugh, apa-apan situasi ini?.'


Lit yang melihat hal ini tidak bisa tidak menghela nafasnya. Saat Lux ingin datang ke kerajaan Elf dulu, putri Melinda menyuruhnya untuk menulis pesan kepada yang mulia. Isi pesan itu selain kepulangan putri Melinda tertulis juga bahwa putri Melinda membawa serta calon suami yaitu Lux.


Berbeda dengan Ratu Elf yang melihat ekspresi terkejut Lux dan Melinda yang diam tidak berbicara, paham akan situasinya. "Hah, bagaimana kalau kita masuk dulu, tidak baik membiarkan tamu menunggu di luar."


"Baiklah." Balas Raja Elf dan kemudian mulai masuk kedalam istana kerajaan diikuti oleh Lux dan yang lainnya.


Sesampainya didalam Raja Elf mulai berkata diatas tahtanya. "Baiklah manusia. Sekarang kamu bisa menjelaskan kedatanganmu ke sini? dan lamaranmu kepada putri kami juga."


Lux yang mendengar ucapan Raja Grey, segera berkata dengan tenang. "Yang mulia, sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Kunjunganku ke kerajaan Elf ini tidak ada niatan untuk melamar putri anda. Aku sudah memilik istri dan juga anak, jadi aku harap yang mulia Raja memahaminya."


"Lancang, berani-beraninya kamu mempermainkan kami." Teriak Raja Elf.


Ratu Elf yang melihat hal ini segera menenangkannya. "Uld, tananglah. Mungkin ini memang hanya kesalahpahaman. Melinda bisakah kamu menjalaskan sekarang mengenai masalah yang kamu buat ini."


Melinda yang mendengar hal ini memasang muka cemberut dan kemudian menjelaskannya dengan ekspresi tidak mau. "Maafkan aku Ayah, sebenarnya apa yang dikatakan oleh Lux memang benar. Apa yang aku tulis mengenai surat lamaran semuanya bohong. Lux datang ke kerajaan ini untuk meminta kerjasama untuk mencari sebuah benih."


Raja dan Ratu Elf segera menghela nafas lelah atas kelakuan putrinya yang melampaui batas. Sementara Lux menghela nafas lega saat Melinda menjelaskan kesalahpahamannya.

__ADS_1


__ADS_2