
Di dalam hutan Lux dan yang lainya menaiki kuda dan pergi semakin jauh dari wilayah Suku Burung.
"Lux, kita akan pergi kemana selanjutnya?." Tanya Yasaka penasaran.
"Untuk sementara kita harus menemukan tempat peristirahatan di gua. Paling lama selama sehari saat manaku sedikit pulih. Setelah itu kita pergi ke alam tersembunyi."
Yasaka dan yang lainnya mendengar ucapan Lux, mengangguk setuju.
Setelah beberapa jam perjalanan mereka melihat sebuah gua.
"Ayo kita ke sana." Ucap Lux dan segera menuju ke gua.
"Ok." Balas mereka semua.
Sesampainya didepan gua, Lux menyuruh mereka semua berhenti. "Ada sesuatu di dalam."
Semua orang yang mendengar ucapan Lux segera mengedarkan persepsinya dan merasakan sebuah binatang buas.
"Tuan, biar aku yang menghadapi binatang buas itu. Kalian semua pasti sudah kelelahan hanya aku di sini yang belum melakukan banyak hal." Ucap Risaki dengan percaya diri.
Lux yang mendengar ucapan Risaki ingin mengangguk, tetapi dia tiba-tiba mengingat teman kecilnya yang sudah sangat berkembang.
"Risaki, untuk saat ini biarkan teman kecilku ini yang bertarung." Ucap Lux.
"Teman kecil?." Tanya Risaki bingung.
"Jangan bilang Lux?." Ucap Yasaka sambil menatap Lux.
Lux yang mendengar ucapan Yasaka mengangguk sambil tersenyum.
"Moon, keluarlah." Ucap Lux.
Moon yang selama ini bersembunyi didalam bayangan Lux, segera muncul. Dia segera mengeong dan menggosokkan kepalanya di kaki Lux.
Lux yang melihat tindakan Moon, tersenyum dan segera mengangkatnya. "Sobatku sudah lama tidak bertemu. Sepertinya kamu semakin kuat sekarang."
Sementara Risaki, Sasaki dan Fuji, tercengang saat melihat Moon.
"Kucing Bayangan." Ucap mereka bertiga dengan terkejut.
__ADS_1
Berbeda dengan Yasaka yang segera menghampiri Moon dan mengusap kepalanya. Moon menggeram senang saat di belai oleh Lux dan Yasaka.
'AI, Segera analisis status Moon sekarang.' Gumam Lux.
[Status
Nama : Moon
Jenis : Kucing Bayangan
Level : 7 (Mana Core Tahap Perak)
Kemampuan: Mampu menyatu dengan bayangan (A), Teleportasi bayangan (S), Cakar Gelap (S) dan Mata Hipnotis (S).
Transformation Moon Cat (SS)]
Lux yang melihat status Moon sekarang sangat puas. "Sobat kecil di dalam gua itu terdapat binatang buas yang kekuatannya tidak jauh beda denganmu. Apakah kamu bisa mengalahkannya?."
Moon yang mendengar ucapan Lux, paham dan segera membalasnya dengan mengengeong percaya diri. Lux yang melihat ini, tersenyum dan meletakkan Moon di tanah.
Moon yang saat ini telah berada di tanah mulai bertransformasi. Segera dari kucing hitam yang kecil berevolusi menjadi kucing hitam yang sangat besar dan memiliki simbol bulan di jidatnya.
Moon segera masuk dengan santai. Jelang beberapa menit, Moon keluar sambil menggigit ular hitam yang sangat besar. Dia menyeret ular itu dan datang kepada Lux untuk meletakkan mayat ularnya. Setelah meletakkan mayat itu, tiba-tiba Moon menarik Lux untuk masuk kedalam gua.
Lux yang melihat tingkah aneh Moon terpaksa mengikutinya dan menyimpan ular yang dibunuh Moon di cincin penyimpannya.
Yasaka dan yang lainnya melihat ini sedikit bingung dengan tingkah Moon, tetapi mereka tetap mengikuti Lux.
Saat mereka masuk di dalam, Lux yang berada didepan mereka, tercengang saat melihat sebuah bola yang mengeluarkan energi Yang murni.
"Ini, Pure Yang." Ucap Lux dengan terkejut.
"Pure Yang?. Apa itu?." Tanya Yasaka bingung saat melihat bola yang mengeluarkan aura emas.
Sementara Fuji yang berada disamping Yasaka segera menjelaskannya. "Pure Yang adalah bola energi yang menyimpan energi mana murni dari Matahari. Saat orang lain menyerapnya, khususnya yang memiliki elemen Cahaya dan Api. Dia akan mendapatkan peningkatan yang sangat pesat dalam tahap Meditasi."
"Eh, berarti itu akan sangat bermanfaat bagimu, Lux. Kamu harus segera menyerapnya." Ucap Yasaka dengan senang.
Sementara Lux yang mendengar ucapan Yasaka mengangguk dan berkata. "Sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganku. Ini juga berkat sobatku ini"
__ADS_1
Lux tersenyum dan membelai kepala Moon.
Moon yang di belai oleh Lux mengengeong senang." Meong."
"Baiklah. Untuk sementara kita akan beristirahat di dalam gua ini. Apakah kalian bisa menjagaku saat aku menyerap pure Yang?." Tanya Lux.
"Tenang saja Lux serahkan semua kepada kami." Balas Yasaka dengan percaya diri dan di ikuti anggukan Sasaki, Fuji dan Risaki.
Lux yang mendengar ucapan Yasaka, mengangguk dan segera mengambil pure Yang dan mulai melakukan meditasi gagak emas berkepala tiga.
Segera aura gagak berkepala tiga kelur dan mulai menghisap aura pure Yang. Tubuh Lux mulai merasakan energi yang sangat padat dan murni. Energi itu mulai masuk dan menyatu dengan Mana Corenya. Dia mulai merasa akan segera menerobos ke tahap Mana Core putih, tetapi tiba-tiba iba-tiba mengalami hambatan untuk menerobos.
'Apa yang terjadi kenapa aku tidak bisa menerobos, seakan tubuhku tidak ingin aku menerobos.' Pikir Lux dengan frustasi, tetapi dia tidak menyerah dan terus mencoba menerobos, tetapi itu sia-sia.
'Ugh, sialan. Ada apa sebenarnya ini?. Kenapa tidak bisa menerobos?. Tidak, kamu harus tenang dulu, Lux. Kalau aku tidak bisa menerobos pasti ada alasannya.' Pikir Lux, setelah berpikir lama dan memeriksa ulang kelainan tubuhnya dan dia akhirnya menemukan solusinya. 'Itu dia, Fondasiku belum kuat. Sehingga garis darah gagak emasku seakan menolak penerobosan ke tahap selanjutnya. Hah, garis darah ini terlalu sombong.'
Lux segera mengkonsolidasikan aura padat Pure Yang ke kulitnya untuk di perkuat, setelah itu daging dan jaringannya, berlanjut ke tulang dan terakhir kelima organnya. Setelah seluruh tubuhnya di perkuat dia mulai memperkokoh mana corenya sampai batas dan akhirnya hambatan yang selama ini menghalaunya mulai retak dan Lux akhirnya menerobos ke tahap Mana Core Putih.
Saat Lux berpikir semua energi Pure Yang habis, ternyata itu masih ada dan terus mengalirkan Mana murni ke Corenya sampai dia berada di puncak tahap Putih akhirnya itu berakhir. Lux mulai membuka matanya dengan tenang.
Yasaka yang mengamati Lux selama ini, tersenyum dan segera berlari memeluk Lux. "Selamat kepada Suami, karena telah menerobos ketahap Mana Core Putih."
Lux yang mendengar ucapan Yasaka tersenyum dan membalas. "Terimakasih. Ngomong-ngomong dimana yang lainnya?."
"Mereka pergi keluar untuk berburu, untuk makan malam kita."
"Eh, berapa lama aku bermeditasi?." Tanya Lux sedikit terkejut.
"Suami, telah bermeditasi selama lima jam." Balas Yasaka dan terus memeluk Lux.
Saat terus mengobrol dengan senang, akhirnya rombongan Sasaki telah tiba dan membawa Rusa yang sangat besar.
"Ah, Tuan. Kamu telah sadar?. Bagaimana dengan meditasnya apakah berhasil menerobos?." Tanya mereka kepada Lux.
Lux yang mendengar pertanyaan mereka tersenyum dan berkata. "Terimakasih kepada kalian semua yang telah menjagaku. Aku telah berhasil menerobos ke tahap putih."
"Selamat tuan." Ucap mereka bertiga dengan gembira. Sementara Yasaka yang masih berada di pelukan Lux, tersenyum atas prilaku mereka bertiga.
"Kita mungkin bisa berangkat langsung ke alam tersembunyi besok pagi." Ucap Lux
__ADS_1
Meraka yang mendengar ucapa Lux menghela nafas lega. Sebenarnya mereka cukup khawatir karena masih berada di wilayah kerajaan Beast dan setelah mereka mendengar ucapan Lux, mereka menghela nafas lega.