King Of Lux

King Of Lux
Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....


__ADS_3

Setelah mereka semua tiba di aula istana. Yasaka langsung melaksanakan instruksi Lux den segera pergi ke sisi Suzuki.


"Salam Nona Suzuki. Lama tidak bertemu." Ucap Yasaka dengan senyum lembut.


Semua orang yang ada didalam ruangan terkejut dengan tindakan Yasaka, terutama Raja Lion yang mengerutkan keningnya. Tindakan Yasaka dan bawahannya sama saja tidak menghormati Raja.


Berbeda dengan Suzuki yang disapa oleh Yasaka membuanya sangat terkejut dan mengerutkan keningnya. Dia menatap Raja Lion pertama, kemudian kembali menatap Yasaka. Setelah mengamati keduanya. Diapun tersenyum dan segera membalas sapaan Yasaka dengan akrab.


"Astaga. Nona Yasaka sangat mengejutkanku. Tidak perlu sopan, kita semua adalah kenalan lama." Ucap Suzuki memegang pipi kanannya, sambil tersenyum.


"Fufufu. Aku sangat senang dengan itu." Ucap Yasaka kemudian dia mendekat kearah Suzuki dan mengobrol dengannya.


Sementara itu saat Suzuki mengobrol dengan Yasaka. Dia juga berpikir didalam benaknya dengan serius. 'Ini sangat aneh, setahu saya Yasaka adalah orang yang sangat implusif. Walaupun dia sedikit pintar, dia tidak akan terlalu pintar untuk memikirkan skenario rumit yang diciptakan oleh bajingan Lion itu. Jadi pasti ada orang lain." Ucap Suzuki kemudian mulai mengamati bawahan di sekitar Yasaka yang sudah dia kenal, hingga dia menghentikan pandangannya kepada Lux.


Lux yang melihat pandangan Yasaka, tersenyum dan sedikit membungkuk.


Suzuki yang melihat hal ini sedikit tersenyum dan membalas anggukannya.


'Hoo. Jadi manusia ini ya, menarik. Sepertinya pengadilan ini akan semakin seru. Fufufu.' Gumam Suzuki didalam pikirannya.


"Ngomong-ngomong Yasaka. Siapa manusia di belakangmu itu?." Tanya Suzuki.


Yasaka yang mendengar ucapan Suzuki tersenyum dan segera menarik Lux disampingnya untuk memperkenalkan kepada Suzuki.


"Biar aku perkenalkan kepada Nona Suzuki. Dia adalah Lu, suamiku." Ucap Yasaka sambil memeluk lengan Lux.


"Astaga. Kamu sangat beruntung nona Yasaka memiliki seorang suami yang pintar dan tanpan seperti ini." Puji Suzuki sambil tersenyum menggoda kearah Lux.


Yasaka yang mendengar ucapan Suzuki sangat bangga. Sementara Lux hanya terbatuk canggung atas ucapan Suzuki.


Sementara para bangsawan dan kepala Suku lain yang mendengar ucapan Yasaka, terkejut. Terutama Otar yang sudah tidak tahan lagi melihat hal ini.


"****** sialan, Berani-beraninya kamu membawa manusi ke aula istana kerajaan Beast. Apakah kamu berusaha memberontak Yasaka?." Tanya pangeran Otar dengan marah.


Semua orang di dalam ruang tersontak kaget, terutama Yasaka dan Lux.


Yasaka dan para bawahannya sangat marah dengan ucapan Otar.


"Jaga ucapanmu Otar. Aku juga tamu disini, sebaiknya kamu lebih menghargai suku kami." Ucap Yasaka dengan dingin.


"Cui. Menghargainya suku kalian?. Jang lucu Yasaka. Kalian disini sedang di adili dengan kasus yang kamu buat. Jadi jangan terlalu berharap banyak, suku kalian akan segera dimusnahkan di sini." Ucap Otar dengan nada mengejek.


Lux dan Yasaka mengerutkan keningnya atas ucapan Otar yang blak-blakan. Sementara itu Suzuki yang melihat situasi ini segera berkata.

__ADS_1


"Astaga Raja Lion, tidak aku sangka keturunanmu akan sebar-bar ini. Kenapa dia tiba-tiba memutuskan keputusan pengadilan, tanpa ada didalam ruangan ini yang belum mengeluarkan pendapat." Ucap Suzuki sambil memegang pipi bagian kanannya.


Para bangsawan dan kepala suku yang berada di ruangan itu, mengangguk dengan tidak puas. Sementara itu Raja yang melihat situasi di dalam ruang mengerutkan keningnya.


'Tidak baik. Kalau seperti ini pihak bangsawan dan kepala suku yang lainnya akan berpihak kepada Yasaka.' Gumam Raja Lion di dalam pikirannya. Diapun segera mengintrupsi pangeran Otar dengan marah.


"Otar, berani-beraninya kamu berbuat lancang di pengadilan ini. Segera keluar dari ruangan ini." Ucap Raja Lion dengan marah.


Pangeran Otar dan Yamada yang mendengar ucapan Raja Lion terkejut dan segera membalasnya.


"Yang Mulia. Tolong maafkan anakmu ini karena berbuat lancang. Berikan aku kesempatan sekali lagi untuk mengikuti persidangan ini." Ucap Pangeran Otar dengan keringat dingin.


"Yang tolong maafkan pangeran Otar. Dia masih muda dan berdarah panas. Jadi wajar kalau dia membuat sebuah kesalahan sekali." Ucap Yamada dengan fasih.


Tiba-tiba ada seorang pria berbadan kekar dengan telinga harimau berbicara.


"Heee. Dia masih muda dan berdarah panas, ya?. Kalau seperti itu bagaimana dengan pangeran kedua Tetsu?. Bukannya pangeran Otar lebih tua darinya?. Kenapa pangeran Tetsu lebih tenang dari pada dia?. Bagaimana menurut anda pangeran Tetsu?." Tanya Pria kekar bertelinga harimau itu berbicara dengan seringai menghina sambil bertanya kepada pangeran Tetsu.


"Apa yang di ucapkan tuan Kojiro memang benar. Saya pikir masalah dari semua ini adalah kurangnya kedewasaan." Ucap pangeran Tetsu sambil menghela nafasnya dengan kecewa.


Lux yang mendengar ucapan pangeran Tetsu mengerutkan keningnya.


"AI, analisis status pangeran Tetsu." Gumam Lux.


[Mulai Menganalisis...]


Nama : Tetsu Tamarin


Kelas : Mage.


Elemen : Api dan Bumi.


Garis darah : Singa Emas.


Kekuatan : 200


Kecepatan : 400


Fisik : 500


Mana : 3.000.000


Tahap Meditasi : Peleburan Mana (Menengah)

__ADS_1


Karakteristik : Licik, Tenang dan Psikopat.


Kelemahan : Karena kegilaannya dengan membunuh menggunakan alat penyiksaan. menyebabkan dia akan menjadi gila, saat melihat alat penyiksaan.]


'Hmm, Orang ini sangat berbahaya. Aku harus lebih mengamatinya dengan serius.' Gumam Lux didalam pikirannya.


Sementara itu Otar dan Yamada yang mendengar ucapan keduanya, segera berbalik dan melihat mereka berdua dengan marah.


"Tetsu, jaga ucapanmu. Anak selir sepertimu harus berada di telapak kakiku untuk selalu di injak." Ucap Otar dengan wajahnya yang sudah memerah marah.


Bukannya Tetsu yang membalas ucapan Otar, itu malah dibalas oleh Raja Lion sendiri.


"Otar. Sepertinya kamu memang tidak akan pernah berubah. Masih saja seperti dulu, ceroboh. Sekarang sebaiknya kamu meninggalkan ruangan ini dengan baik-baik. Sebelum aku mengeluarkanmu dengan paksa." Ucap Raja Lion sambil mengeluarkan auranya yang padat.


Pangeran Otar yang mendengar ucapan Ayahnya segera panik.


"Tapi yang mulia. Bagaimana dengan yang memimpin sidang?. Bukannya itu harus dilakukan olehku?." Tanya Otar.


Raja Lion yang mendengar ucapan Otar segera membalas dengan dingin.


"Pimpinan sidang akan diserahkan kepada adikmu Tetsu." Ucap Raja Lion.


"Apa?. Ayah itu tidak mungkin. Bagaimana kamu menyerahkan kepemimpinan sidang kepada seorang anak selir?." Ucap Pangeran Otar dengan marah.


"Otar. Segera keluar dari ruangan ini." Ucap Raja Lion semakin marah.


Yamada yang melihat situasi tidak baik ini segera menepuk pangeran Otar dan berkata.


"Tuanku sebaiknya anda keluar dulu. Ini tidak baik untuk anda kedepannya kalau sampai anda tidak mematuhi ucapan Raja. Biar aku yang mengawasi jalannya sidang ini." Ucap Yamada dengan serius.


Pangeran Otar yang mendengar ucapan Yamada. Mau tidak mau segera mengikuti ucapannya dan keluar meninggalkan ruangan dengan frustasi dan marah.


Tetsu dan Kojiro sangat senang dengan dikeluarkannya pangeran Otar.


'Hehehe. Sangat mudah.' Ucap Tetsu dengan seringai sedikit ganas.


Kembali kepada Raja yang menghela nafas saat melihat kepergian pangeran Otar.


"Baiklah karena masalah ini sudah dituntaskan. Aku harap kita bisa memulai persidangan ini. Bagaimana nona Yasaka?." Tanya Raja dengan tegas.


"Karena Raja sudah memutuskannya. Suku Rubah hanya bisa mengikutinya." Balas Yasaka sambil tersenyum.


"Bagaimana dengan yang lainnya?." Tanya Raja Lion.

__ADS_1


Para bangsawan dan kepala suku yang mendengar ucapan Raja Lion segera menerimanya tanpa ragu.


"Baiklah karena semua orang telah menerimanya. Aku akan menyerahkan kepada Tetsu untuk segera memimpin persidangan untuk suku Rubah." Ucap Raja Lion.


__ADS_2