King Of Lux

King Of Lux
Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.


__ADS_3

Saat semua orang telah berkumpul termasuk para bawahan Yasaka. Lux segera mengeluarkan mata terlarangnya dan menghisap semua orang, kecuali Yasaka dan Fuji yang saat ini masih disampingnya saat ini.


"Ugh, sialan. Ini telah menguras banyak Manaku." Ucap Lux yang kelelahan.


"Lux. Apakah kamu tidak apa-apa?"


Yasaka bertanya kepada Lux dengan khawatir, sambil menopang tubuh Lux yang lelah. Sementara itu Fuji yang melihat kondisi Lux segera berkata.


"Tuan. Sebaiknya kita istirahat dulu, sebelum kita berangkat ke suku Burung."


Lux yang mendengar saran dari Fuji bukannya setuju, malah berdiri kembali dan meminum potion Mana.


"Tidak bisa. Kita harus cepat-cepat ke suku Burung. Aku curiga pasukan Raja Lion akan menyerang suku Burung terlebih dahulu. Sebelum ke sini."


Fuji dan Yasaka yang mendengar ucapan Lux hanya bisa pasrah dan menurutinya.


"Fuji ulurkan tanganmu." Perintah Lux tiba-tiba.


Fuji yang mendengar ucapan Lux sedikit memerah dan mengulurkan tangan kanannya.


"Tuan. Apakah ada sesuatu yang anda ingin lakukan?."


Lux yang mendengar ucapan Fuji segera menjelaskannya.


"Aku ingin memindai ingatanmu tentang lokasi suku Burung."


"Eh, Apakah bisa seperti itu?." Yasaka berkata dengan bingung.


"Tenang saja. Ini merupakan salah satu kemampuanku. Aku juga tidak akan melihat semua ingatannya dan hanya melihat ingatan tentang lokasi suku Burung." Lux menjelaskan kenapa mereka berdua.


Lux saat ini selain dapat menganalisis status seseorang, benda dan lainnya. Dia juga mampu menganalisis memori mahluk hidup dan juga bahkan dia dapat menganalisis sesuatu sampai ke tingkat sel, tetapi untuk menganalisis hal ini memerlukan yang namanya kontak fisik secara langsung.


Lux mulai memegang tangan Fuji dan memerintahkan AInya untuk menganalisis data ingatan tentang lokasi suku Burung.


"AI, segera analisis ingatan tentang lokasi suku Burung."


[Mulai Menganalisis...]


[Analisis Selesai.]


[Mulai mengirim ingatan ke dalam otak tuan rumah.]


Segera ingatan tentang lokasi suku Burung muncul dipikiran Lux.


"Bagus, dengan ini aku mampu meletakkan titik koordinat untuk menentukan Lokasi gerbang Gate." Lux berkata dengan puas.

__ADS_1


Sementara Fuji yang dari tadi dipegang Lux memerah senang. Tetapi saat Lux mulai melepaskan tangannya dia langsung kecewa.


Lux yang tidak memperhatikan itu, hanya fokus memasang titik koordinat di lokasi suku Rubah dengan persepsi Ruangnya.


"GATE.."


Segera gerbang dimensi muncul dihadapan Lux, Yasaka dan Fuji.


"Ayo segera kita berangkat." Ucap Lux sambil melangkah ke gerbang dimensi.


Yasaka dan Fuji yang mendengar ucapan Lux segera mengangguk dan mengikuti Lux di belakangnya. Setelah mereka memasuki gerbang dimensi, tiba-tiba gerbang dimensi itu langsung menghilang.


....


Sementara itu di lokasi suku Burung saat ini sangat banyak penjaga dan para penduduk yang melihat sebuah gerbang dimensi muncul secara tiba-tiba di depan kediaman Kepala suku.


"Semua orang segera menjauh dari dimensi itu." Teriak seorang lelaki tua secara tiba-tiba.


Para penduduk yang mendengar lelaki itu segera menuruti perintahnya dan langsung menjauh dari gerbang dimensi, tetapi mereka masih melihat gerbang dimensi itu dari jauh.


"Leluhur Sakamoto. Apakah suku kita akan di serang?." Tanya salah satu pengawal yang berada di sampingnya.


Leluhur Sakamoto yang mendengar ucapan pengawal itu membalasnya dengan dingin.


"Segera kumpulkan semua prajurit dan bersiap bertarung." Perintah Leluhur Sakamoto.


Sementara itu Leluhur Sakamoto yang masih mengamati gerbang berkeringat dingin.


'Sialan kenapa harus sekarang?. Nona Fuji sekarang masih berada di istana kerajaan Beast. Butuh dua hari untuk sampai ke sini.' Gumam Leluhur Sakamoto dalam pikirannya dengan rumit.


Saat Sakamoto masih berada di dalam pikirannya tiba-tiba muncul sesosok pria di dalam dimensi itu.


"Bersiap bertempur." Teriak Leluhur Sakamoto.


Tetapi mereka terkejut saat melihat orang yang muncul setelah lelaki itu, terdapat dua wanita dan salah satu wanita yang mereka lihat adalah kepala suku mereka, Fuji.


"Eh, bukankah itu nona Fuji?." Tanya salah satu penduduk. Sementara penduduk lainnya masih mengamati dengan panasaran saat melihat Nona Fuji mereka bersama seorang pria dan wanita asing.


Sakamoto yang melihat Nona Fuji, segera mendekat. "Nona. Apa sebenarnya yang terjadi?, kenapa nona bisa berada di sini?, dan dimana para pengawal nona yang lainnya?."


Fuji yang saat inimasih melihat sekelilingnya dengan tertegun, disebabkan oleh munculnya mereka di lokasi suku Burung secara tiba-tiba. Tetapi dia tersadar dari lamunannya setelah di interupsi oleh leluhur Sakamoto.


"Ah, Sakamoto. Segera kumpulkan semua orang. Ada sesuatu yang penting yang ingin ku sampaikan." Ucap Fuji dengan serius.


Sakamoto yang mendengar ucapan Fuji terkejut, terutama ekspresi seriusnya. Dia kemudian menatap Lux di sampingnya dan kemudian menatap Yasaka. 'Eh, Apa yang di lakukan kepala suku Rubah di sini?.'

__ADS_1


Sakamoto sangat bingung saat ini, tetapi dia masih melaksanakan perintah dari Nonanya dan mulai mengumpulkan semua penduduk.


Setelah mengumpulkan semuanya, dia kembali datang ke sisi Nonanya.


"Nona Funji. Semuanya telah berkumpul." Ucap Sakamoto.


Fuji yang mendengar ucapan Sakamoto mengangguk puas. "Sangat baik."


Dia kemudian menatap semua orang dan mulai berbicara.


"Untuk sekarang biar kuperkenalkan kalian terlebih dahulu dua orang yang ada di sampingku. Yang berada di samping kiri ku ini adalah kepala suku Rubah, Nona Yasaka dan untuk yang berada di samping kananku adalah Raja kita saat ini tuan Lux."


Fuji memperkenalkan Yasaka dan Lux kepada semua Suku burung. Sementara para penduduk suku burung yang mendengar perkenalan Fuji tercengang, terutama Sakamoto yang mengerutkan keningnya saat mendengar kata Raja.


"Eh, seorang Raja?. Bukankah dia adalah manusia?." Ucap salah satu penduduk.


"Iya. Kenapa nona Fuji tiba-tiba berkata dia adalah Raja kami?." Balas penduduk lainnya.


Kemudian semua penduduk mulai bergosip diantara mereka. Fuji yang melihat kegaduhan ini segera menengkan mereka.


"Mohon tenang." Teriak Fuji.


Para penduduk yang mendengar teriakkan Fuji akhirnya mulai tenang dan melihatnya lagi. Tetapi Sakamoto yang dari tadi ragu akhirnya bertanya kepada Fuji.


"Nona Fuji, kenapa tiba-tiba anda mengangkat seorang manusia sebagai Raja kami?." Tanya Sakamoto dengan sopan.


Fuji yang mendengar hal ini menghela nafas, kemudian menatap Lux dan meminta tolong kepadanya untuk menjelaskannya, agar semuanya jelas.


"Tuan. Mohon mengambil alih."


Lux yang mendengar ucapan Fuji hanya bisa menghela nafas. 'Sepertinya aku memang tidak bisa keluar dari kasus suku Burung ini.'


Lux kemudian melangkah maju dan kemudian mengeluarkan sayap gagak emasnya. Aura yang menindas mulai keluar melalui sayapnya.


Sementara para penduduk suku Burung tercengang saat melihat sayap Lux dan merasakan tekanannya. Semua orang akhirnya paham ucapan Fuji, termasuk Sakamoto dan akhirnya mereka kemudian mulai menunduk kepada Lux.


"Salam kepada yang mulia Raja Golden Crow." Teriak semua orang.


Yasaka yang melihat hal ini sangat kagum. Sementara Lux mulai berkata kepada penduduk suku Burung.


"Walaupun mungkin aku tidak mengetahui sekarang, sejarah antara garis keturunanku ini dengan suku kalian. Tetapi untuk saat ini kalian harus segera mengumpulkan barang bawaan kalian karena kita akan segera meninggalkan kerajaan Beast ini. Apakah ada masalah?." Tanya Lux dengan tegas.


Semua orang yang mendengar ini segera membalas ini dengan patuh. "Tidak ada yang mulia."


Lux yang mendengar ucapan mereka sangat puas dan segera berkata lagi. "Kalau begitu segera kumpulkan semua barang berharga kalian dan berkumpul di sini setelah itu."

__ADS_1


"Baik yang mulia."


Semua orang langsung melaksanakan tugas yang di berikan Lux dan mulai mengumpulkan barang berharga mereka.


__ADS_2