King Of Lux

King Of Lux
Chapter 94 Peperangan 6


__ADS_3

"Sialan. Anjing ini terlalu kuat." Ucap Balor dengan frustasi.


Kelp yang berada disisinya juga setuju. Walaupun dia menggunakan artefak khusus dia bahkan tidak bisa melukai anjing neraka ini.


Sementara itu Levy yang saat ini berhadapan dengan Jun dan Lussy sangat kesulitan menahan mereka berdua.


"Hehehe, kakak menyerah saja aku mungkin hanya akan mengurungmu di penjara kerajaan kalau kamu menyerah dan mengakui dosa-dosamu." Ucap Jun dengan seringai mengejek.


Lussy yang berada disampingnya ikut tersenyum dan menunggu jawaban dari Levy.


Levy yang mendengar ucapan Jun sangat marah dan ingin sekali langsung membunuhnya. Tetapi karena lawan dia bukan hanya Jun seorang tetapi adik ketiganya yaitu Lussy yang membuat pertarungan tidak seimbang.


"Tuan Duke segera bantu aku." Teriak Levy dengan keras kepada seorang Duke yang saat ini sibuk menyerang pasukan aliansi Jun dan Lussy.


Duke yang di panggil oleh pangeran pertama segera melihat keadaannya. Dia kemudian segera meninggalkan lawannya dan ingin segera pergi ke sisi Levy tetapi tiba-tiba dia dihadang oleh dua Marquez.


"Hahahaha. Duke Roling, lawanmu adalah kami berdua. Jangan ikut campur dengan pertarungan darah kerajaan."


Roling yang dihadang oleh dua pengikut Jun dan Lussy, mengerutkan keningnya. "Marquez Pev dan Sei, lama tidak bertemu. Seperti biasa penjilat seperti kalian selalu muncul dimana-mana."


"Hee, apakah seperti itu?. Bukannya pengkhianat itu sendiri anda tuan Roling. Membunuh Duke Jotez untuk mengkokohkan posisimu dan sekarang berkelompok dengan musuh kerajaan." Balas Pev dengan senyum mengejek.


Roling yang mendengar ucapan Pev mengerutkan keningnya dengan marah. "Sepertinya aku memang harus membunuh kalian berdua terlebih dahulu."


"Siapa yang akan terbunuh itu bukan di putuskan olehmu." Teriak Sei diikuti oleh Pev yang kemudian menyerang Roling dengan ganas.


Segera pertarungan mereka bertiga terjadi dan jelas saat ini mereka seimbang karena Duke Roling yang berada di tahap saint puncak ditahan oleh dua Marquez saint tahap menengah.


Levy yang melihat Roling di tahan oleh dua pengikut saudaranya sangat marah. Dia kemudian melihat dua Raja dari kerajaan Chaos dan Matahari yang masih menahan anjing neraka.


"Sialan." Umpat Levy dengan kesal.


Sementara Jun dan Lussy yang mendengar umpatan frustasi Levy, tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Kakak sepertinya ini adalah akhirnya." Ucap Pangeran kedua Jun. Dia kemudian segera menyerang Levy secara bersamaan dengan Lussy.


Levy yang melihat serangan ganas mereka berdua kemudian berteriak dengan marah. "Jun, Lussy. Kalian berdua benar-benar memaksaku mengeluarkan salah satu kartu trufku."


Segera dia mengeluarkan sebuah gulungan emas dan langsung melepaskannya. Sontak sesosok pria tua dengan penindasan yang luar biasa keluar.


Jun dan Lussy yang hendak menyerang terkejut melihat hal ini. Mereka merasakan bahaya dari lelaki tua yang keluar.


Sementara itu Raja dari kerajaan Chaos dan Matahari yang merasakan aura yang berbahaya segera melirik sesosok hologram pria tua yang keluar dari gulungan dengan ketakutan.


"Raja pertama kerajaan Mesh." Ucap Balor dengan ketakutan.


Kelp yang berada disampingnya juga sedikit takut dengan kemunculan sesosok hologram pria tua itu. "Ini adalah Grey Mesh."


Duke Roling dan kedua Marquez yang masih bertarung segera berhenti dan melihat kemunculan Grey Mesh dengan pemujaan dan ketakutan.


"Ini tidak mungkin kenapa kamu bisa memiliki gulungan senjata pemusnah keluarga kerajaan?." Tanya Jun dengan ketakutan. Sementara Lussy yang berada disampingnya tidak bergerak dan masih gemetar melihat kemunculan hologram Grey Mesh.


"Tetapi untuk apa aku yang merupakan seorang Raja yang kuat merawat seorang bocah yang belum dewasa itu?. Membuang-buang waktu saja." Lanjut Levy tetapi di dalam hatinya sebenarnya masih ada lagi harta yang di tinggalkan oleh Raja sebelumnya. Tetapi membutuhkan Lolita sebagai kuncinya dan dia selama ini menyembunyikan hal itu dari orang lain termasuk saudaranya.


Jun dan Lussy yang melihat kartu truf dari Levy sedikit takut. Apalagi aura yang di keluarkan oleh hologram itu sangat menekan seluruh pasukan. Bahkan anjing neraka yang saat ini memiliki tahap setengah abadi mengalami tekanan dari Hologram.


Sementara saat ini terlihat disudut pasukan dua orang wanita menatap hologram yang dikeluarkan oleh Levy dengan pandangan sedikit serius.


"Heee, tidak aku sangka di kerajaan kecil ada seorang Raja abadi." Ucap Georgina dengan pandangan tertarik.


Sementara pelayan di samping Georgina berkata dengan serius. "Yang mulia apakah kita akan merebut peninggalan dari kerajaan ini?."


"Itu hanya peninggalan seorang Raja abadi. Belum lagi aura yang dikeluarkan oleh hologram itu hanya berada di tahap abadi emas jadi itu tidak terlalu dibutuhkan oleh kita."


"Fokus pada tujuan kali ini. Aku lebih penasaran terhadap orang yang membuat rencana ini." Ucap Georgina dengan riangan.


"Baik yang mulia."

__ADS_1


Kembali kepada Jun dan Lussy yang saat ini gemetar ketakutan melihat aura yang di keluarkan oleh hologram. Mereka berdua kemudian berusaha mengeluarkan artefak mereka tetapi tidak berefek pada gulungan tersebut.


Mereka berdua mulai panik dan akhirnya segera berteriak secara bersamaan dengan tidak terduga.


"Raja Best tolong keluar sekarang. Aku membutuhkan bantuan." Teriak Lussy.


"Ratu Bulan tolong keluar sekarang. Aku membutuhkan bantuan." Teriak Jun.


Saat Lussy mendengar ucapan saudaranya Jun dia terkejut, ternyata dia juga menyiapkan kartu truf lain dan itu adalah kerajaan bulan.


Sementara kerajaan Beast dan Bulan yang saat ini bersembunyi dikejauhan mendengar teriakkan dari pangeran kedua dan ketiga, segera frustasi.


"Yang mulia bagaimana sekarang?. Apakah kita akan keluar?. Ini bukan waktu yang tepat sekarang belum tidak di sangka kerajaan bulan ikut campur dengan perebutan kekuasaan ini." Ucap salah satu bawahan Raja Lion.


Raja Lion yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya dan berpikir.


Tidak berlangsung lama dia akhirnya memutuskan untuk keluar dan langsung membantu pangeran ketiga.


"Baiklah kita keluar sekarang. Kebetulan kerajaan bulan saat ini beraliansi dengan pangeran kedua yang merupakan aliansi dari pangeran ketiga yang kita dukung. Jadi seharusnya saat ini mereka berada di pihak kita."


"Baik tuan."


"Apakah kalian mendengar itu. Segera bergerak dan serang." Teriak salah satu jendral bawahan.


"Ya." Segera segerombolan pasukan mulai bergerak dan menampakkan dirinya dalam peperangan.


Raja Kelp yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya dengan dingin. Sementara Raja Chaos sedikit takut dengan kemunculan Raja Beast. Dia tidak menyangka apa yang dikatakan oleh tuannya memang benar terjadi. Bahwa mereka saat ini berada dalam kendali rencana seseorang.


Pangeran pertama yang melihat pasukan pendukung dari saudaranya sangat marah. "Dasar munafik sialan. Ucapan kalian seakan berperang demi kerajaan tetapi hati kalian berkata lain."


"Hum, ini adalah bagian dari strategi." Ucap Lussy dengan bangga.


Sementara itu Jun yang berada di sampingnya sedikit bingung kali ini karena Ratu bulan yang dia panggil tidak muncul.

__ADS_1


__ADS_2