
Lux yang melihat ekspresi mereka segera bertanya. "Kenapa kalian menatapku dengan ekspresi seperti itu?."
"Suami, bukankah ini sudah keterlaluan. Apakah kami ini tidak cukup memenuhi kebutuhanmu, sampai-sampai kamu membawa seorang anak kecil bersamamu?." Tanya Rose dengan heran. Diikuti oleh ketujuh istrinya.
Lux yang mendengar ucapan Rose dan tatapan istrinya yang curiga, sedikit tercengang. Saat dia ingin menjelaskan kepada mereka, tiba-tiba Lolita yang berada di sampingnya berteriak dengan kesal.
"Aku bukan anak kecil?. Aku sudah dewasa. Aku sudah berumur 20 tahun." Ucap Lolita dengan memerah marah.
Rose dan yang lainnya tercengang ditempat saat mendengar ucapan Lolita.
"Kamu benar-benar sudah berumur 20 tahun?" Tanya Yasaka dengan aneh.
Lolita yang mendengar pertanyaan Yasaka mengangguk dengan malu.
Melihat anggukan Lolita, semua orang ditempat akhirnya percaya. Nana yang melihat rupa Lolita memiliki mata yang berbinar, seakan memiliki pemikiran yang sama.
"Halo Nona Lolita, perkenalkan namaku Nana. Aku harap kita bisa akrab." Ucap Nana dengan penuh semangat. Dia menghampiri Lolita duluan dan merangkul tangannya dengan mesrah. Tinggi badan mereka tidak terlalu jauh, walaupun Lolita sedikit lebih tinggi. Kalau sampai dilihat mereka mungkin tidak akan memiliki umur yang jauh berbeda.
Lolita melihat tingkah Nana yang akrab, merasa canggung. Apalagi orang yang menghampirinya duluan adalah seorang anak kecil.
Sementara itu Rose dan yang lainnya berusaha menahan tawa mereka saat melihat kebersamaan Lolita dan Nana.
"Nana sangat lucu." Tiba-tiba Melinda langsung maju dan memegang pipi Lolita dengan mesrah.
Lolita yang masih dipegang tangannya oleh Nana, semakin marah saat melihat perlakuan Melinda kepadanya.
"Sudah ku bilang jangan perlakukan aku seperti anak kecil. Aku bukan anak kecil." Teriak Nana sambil menggembungkan pipinya dengan marah.
"Ah, dia benar-benar lucu." Tiba-tiba secara bersamaan istri yang lainnya ikut melakukan apa yang dilakukan oleh Melinda.
Lolita yang melihat hal ini tercengang ditempat dan tidak tahu harus berkata apa. Lux yang melihat hal ini tersenyum dan kemudian berkata.
"Mungkin itu sudah cukup kalian mengganggu Lolita dan memperkenalkan diri kalian." Ucap Lux berusaha menyelamatkan Lolita dari tindakan istrinya.
__ADS_1
Rose dan yang lainnya segera berhenti dan kemudian menatap Lolita dengan senyum main-main. Sementara Lolita yang melihat mereka semua berhenti, sangat senang. Dia kemudian menjaga jarak dari mereka dan bersembunyi di belakang Lux.
Rose dan yang lainnya tertawa ditempat atas tindakan Lolita.
"Fufufu. Lolita kecil, maaf bertindak kasar. Perkenalkan namaku adalah Rose. aku adalah istri pertama dari Lux." Ucap Rose sambil menutup bibirnya yang tertawa.
"Aku adalah istri keduanya, namaku Fifian."
"Aku Benedeta. Salam kenal."
"Aku adalah Yasaka. Salam kenal Lolita kecil."
"Aku adalah Sasaki."
"Aku Risaki, Halo Lolita kecil."
"Perkenalkan aku adalah Melinda istri dari Lux yang paling setia."
Lolita yang mendengar perkenalkan mereka semua membeku ditempat. Belum lagi saat dia melihat perut Fifian, Bendeta dan Yasaka yang membuncit di tempat.
"Kenapa kamu terkejut seperti itu, bukankah hal ini masih wajar. Aku juga memiliki anak yang sudah melahirkan dari Rose, namanya Mavos. Dia sangat imut, biar aku perkenalkan padamu."
Lux segera menghampiri sisil dan mengambil Mavos dari tangannya. Sisil yang melihat kepergian Mavos sangat kecewa. Dia sudah menganggap Mavos sebagai anaknya sendiri, belum lagi kelucuan Mavos membuat dia semakin senang saat mengurusnya.
Lux yang saat ini menggendong Mavos tidak terlalu memperhatikan ekspresi Sisil dan langsung datang ke sisi Lolita dan memperlihatkan kepadanya.
Lolita yang melihat Mavos berbinar, dia kemudian menghampiri Lux dan melihat Mavos menatapnya dengan penuh ingin tahu.
Lolita kemudian menunjuk-nunjuk pipi Mavos yang gembung dan kenyal. "Wah, dia benar-benar lucu Lux."
"Kan sudah kubilang." Ucap Lux dengan senyum menawan.
Rose dan yang lainnya tersenyum melihat tindakan Lolita yang terus memegang Mavos dengan penuh semangat. Tetapi hal yang membuat semua orang membeku di tempat adalah tindakan Mavos yang tiba-tiba memanggil Lolita dengan sebutan mama.
__ADS_1
"Mama..mama." Ucap Mavos dengan terbata-bata.
Lolita yang semula mencolok-colok pipi Mavos, membeku ditempat dan kemudian menatap Lux dengan malu. Sementara Lux mengangkat alisnya dengan aneh saat melihat tindakan Mavos yang aneh.
"Aku, aku bukan ibumu Mavos kecil. Aku adalah teman ayahmu."
Mendengar ucapan Lolita Mavos tidak peduli dan terus memanggil Lolita dengan sebutan mama dan memaksa Lux keluar dari tangannya untuk menjangkau Lolita.
Lux yang melihat tindakan Mavos menghela nafas dan kemudian membiarkan Lolita menggendongnya.
Lolita yang melihat hal ini ragu sejenak tetapi saat melihat Mavos yang antusias padanya, dia kemudian menggendongnya dengan bahagia.
Sementara Mavos tertawa bahagia saat digendong oleh Lolita dan terus meneriakinya dengan perkataan mama.
Rose dan yang lainnya tercengang melihat hal ini.
"Tidak aku sangka Mavos yang sangat sulit ditaklukkan bahkan olehku. Akan menerima Lolita dengan begitu mudah." Ucap Melinda dengan nafas lelah.
Saat semua masih terkejut dengan tindakan Mavos yang tiba-tiba. Arthur yang berada disamping Lux saat ini bertanya kepadanya. "Kakak Lux. Ngomong-ngomong saudari Lolita berasal dari kerajaan mana di dunia luar?."
Lux yang mendengar pertanyaan Arthur berkata. "Lolita adalah seorang putri dari kerajaan Mesh yang saat ini masih dalam konflik perebutan kekuasaan sama seperti kita dulu."
Arthur yang mendengar ucapan Lux terkejut. "Jadi kamu membawanya kesini untuk berlindung?."
Lux menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak. Aku membawanya kesini untuk menenangkan pikirannya. Sebelum kami siap berperang bersama untuk memperebutkan kursi Raja. Tidak aku sangka itu akan berhasil dan sekarang dia sudah sangat tenang."
Arthur yang mendengar ucapan Lux, pada awalnya penasaran tetapi dia tidak melanjutkan pertanyaannya dan langsung melihat Lolita, Mavos, Rose dan yang lainnya bermain bersama.
Dia tersenyum melihat hal ini dan kemudian berkata. "Kakak Lux, aku berharap kehangatan ini akan terus berlangsung."
Lux yang mendengar ucapan Arthur melihatnya dan kemudian menatap dirinya. "Tenang saja Arthur kecil. Akan kupastikan kalian semua mendapatkan hal itu."
"Tidak, aku tidak bisa hanya mengandalkanmu saja kakak. Aku juga harus ikut bekerja keras menjadi lebih kuat. Agar nanti saat ada musuh yang datang menyerang aku bisa mengalahkan mereka dengan mudah."
__ADS_1
Lux mendengar balasan dari Arthur tersenyum dan kemudian mengacak-acak rambutnya. "Sepertinya kamu sudah dewasa sekarang. Aku tidak perlu lagi membimbingmu menjadi raja yang baik nantinya."
Arthur yang mendengar ucapan Lux tersenyum dengan bahagia dan kembali fokus melihat Mavos dan yang lainnya.