King Of Lux

King Of Lux
Chapter 24 Hutan Terlarang 1.


__ADS_3

Lux melihat wanita elf dengan penampilan luar biasa, rambut emas, buah dada yang sama seperti Fifian dan fitur wajah yang sama cantiknya seperti Rose. Tetapi yang membuat Lux tidak bisa mengangkat alisnya dan bergumam adalah pakaian yang dikenakannya.


'Bukannya pakainya itu terlalu terbuka?' Gumam Lux didalam pikirannya.


Sementara itu wanita elf itu yang diamati oleh Lux berkata sambil tersenyum. "Ara ara. Jangan menatapku terlalu lama tuan. Aku takut kamu mungkin akan jatuh cinta kepadaku."


Lux yang mendengar ucapan wanita elf itu membalas dengan tenang. "Bukannya tidak sopan kalau orang lain menyapa, tetapi tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu?."


Wanita Elf itu tersenyum. "Fufufu. Kalau begitu maafkan atas ketidak sopananku. Perkenalkan namaku Melinda dan aku adalah pemilik toko ini."


"Eh, Nona Melinda. Kenapa kamu datang kesini? dan juga pakaian itu?." Ucap Lit sambil berdehem.


"Astaga. Padahal aku datang kesini untuk sedikit menarik perhatian tuan Lux, ternyata dia bahkan tidak terpesona sedikitpun" Ucap Melinda sambil mendekat kearah Lux dan tersenyum didepannya.


Lux yang melihat tingkah melinda dengan ringan tersenyum dan membalas. "Nona Melinda sangat cantik, jadi tidak usah khawatir dan juga nona mungkin akan lebih cantik kalau memakai sedikit pakaian yang lebih tertutup."


Melinda yang mendengar ucapan Lux sedikit memerah kemudian tersenyum.


"Fufufu, aku sangat senang atas pujian tuan Lux. Adapun kenapa aku mengenakan pakaian seperti ini, bukankah kamu menyukai hal seperti ini?. Seperti rumor yang beredar." Balas Melinda sambil memegang pipinya sedikit bingung.


Lux yang mendengar ucapan Melinda memiliki urat dikepalanya.


'Siapa sebenarnya yang menyebarkan rumor palsu itu. Kalau aku menemukannya akan kubuat dia babak belur sampai ibunya tidak akan mengenalinya.' Gumam Lux didalam pikirannya, sedikit marah.


Melinda yang melihat ekspresi Lux sedikit tersenyum.


"Sepertinya Rumor itu tidak bisa dipercaya, ya?. Aku minta maaf kalau itu menyinggung tuan Lux." Ucap Melinda sedikit membungkuk ala bangsawan.


"Ah, itu tidak masalah. Lagipula orang yang menyebarkan rumor, bukan kamu. Jadi tidak usah dipikirkan." Balas Lux dengan tersenyum riang.


"Fufufu. Tidak aku sangka tuan Lux adalah orang yang sangat baik. Ngomong-ngomong ada urusan apa tuan Lux disini?" Ucap Melinda.


"Aku disini ingin membeli beberapa potion dan beberapa perlengkapan." Balas Lux.


"Jadi seperti itu. Lit biar aku yang melayani tuan Lux, kamu segera kembali kelantai bawah." Ucap Melinda sambil memerintah Lit.


Lit yang mendengar ucapan Melinda segera mengangguk sopan dan langsung kembali ke lantai bawah.


"Tuan Lux, silahkan kesini." Ucap Melinda mengarahkannya kepada perlengkapan yang dia inginkan.


Lux yang melihat beberapa potion, armor, dan Rune, tersenyum puas.

__ADS_1


"Aku ingin mengambil potion darah, potion mana, armor dan beberapa Rune perlindungan. Berapa semuanya?" Tanya Lux


"Fufufu. Itu semua gratis untuk tuan Lux." Balas Melinda.


Lux yang mendengar ucapan Melinda bukannya senang malah mengerutkan kening.


"Apa yang diinginkan nona Melinda?. Tidak ada yang gratis didunia ini nona."


"Ara ara. Sepertinya aku ketahuan, ya. Yang aku inginkan tidak banyak. Aku tahu kamu menjadi murid Brayen Horn, Smith terkenal dibenua ini, jadi yang aku inginkan saat kamu membuat senjata atau beberapa perlengkapan. Aku ingin kamu menjualnya di tokoku." Ucap Melinda dengan senyum manis.


Sementara Lux yang mendengar ucapan Melinda sedikit berpikir. 'hmm, sepertinya itu tidak menjadi masalah.'


"Baiklah. Tetapi aku juga menginginkan buku tentang Rune dasar dan Alkemis dasar. Apakah kamu memilikinya?" Balas Lux.


Melinda yang mendengar ucapan Lux sedikit terkejut.


"Fufufu. Sepertinya tuan Lux tidak pernah bisa berhenti mengejutkanku. Baiklah, tanda tangan disini dulu." Ucap Melinda.


Lux yang mendengar ucapan Melinda melihat kertas yang berisikan kontrak kerjasama jangka panjang. Setelah Lux membaca kontrak itu diapun langsung menandatangani kontraknya.


Melinda yang melihat Lux telah menandatangani kontraknya, tersenyum.


"Kalau begitu selamat bekerja sama." Ucap Melinda, sambil mengarahkan tangannya.


"Selamat bekerja sama." Ucap Lux.


Selang beberapa saat setelah Lux mengumpulkan barangnya, diapun berpamitan kepada Melinda.


"Kalau begitu nona Melinda aku akan pergi dulu." Ucap Lux.


Melinda yang mendengar ucapan Lux tersenyum dan berkata. "Apakah tuan Lux tidak memerlukan cincin penyimpanan untuk menyimpan semua barang tuan?."


Lux yang mendengar ucapan Melinda tersenyum.


"Tidak usah aku sudah memilikinya disini." Ucap Lux, sambil menunjukan cincinnya yang tersembunyi didalam kaos tangannya. Setelah itu Lux langsung menyimpannya barangnya di cincin penyimpan.


"Kalau begitu aku pergi dulu. Kesenangan buatku untuk bertemu dengan nona Melinda." Ucap Lux sambil menunduk ala bangsawan.


"Ara ara. Kesenangan buatku juga tuan Lux." Balas Melinda menunduk ala bangsawan.


Lux pun keluar dari toko Melinda.

__ADS_1


Sementara itu Lit yang melihat kepergian Lux bertanya kepada bosnya Melinda. "Nona apakah tidak apa-apa bekerja sama dengannya?. Dia mendukung pangeran ketiga."


Melinda yang mendengar ucapan Lit tersenyum.


"Ini investasi Lit. Aku percaya dia mungkin bisa membantuku nanti. Tetapi yang membuaku bingung kenapa tuan Lux tidak tertarik denganku?. Apakah aku kurang cantik dengan para istrinya itu?." Ucap Melinda dengan kecewa.


Lit yang mendengar ucapan bosnya menghela nafas pasrah. 'Aku harap apa yang dikatakan nona Melinda benar-benar terjadi.'


..........


*Hutan terlarang


Terlihat ada seorang pria yang mengenakan armor kulit berwarna hitam sedang bertarung dengan segerombolan serigala hitam. Terlihat disana dia dengan mudah membunuh gerombolan serigala itu. Setelah dia membunuh semua serigala itu. Dia langsung membersihkan pedangnya.


"Syukurlah Rose, Fifian dan Benedeta mengizinkanku tadi malam untuk pergi kehutan terlarang." Ucap Lux, ternyata dialah yang telah membunuh gerombolan serigala itu.


Lux melihat gerombolan serigala hitam yang mati, berkata. "DEVOUR."


Sontak semua serigala hitam yang mati ditanah terserap oleh tangan Lux. Luxpun merasakan mana terus mengalir di inti corenya.


"Kalau terus seperti ini aku mungkin bisa menuju ke tahap mana core orange." Ucap Lux dengan senyum puas.


Lux langsung melanjutkan perburuannya lagi. Setelah berlarian dihutan terlarang dia akhirnya menemukan seekor gorila api. Tampa pikir panjang Lux mengeluarkan salah satu tekniknya yaitu api emas yang dialirkan di pedangnya.


Gorila api yang sadar akan kedatangan Lux berteriak marah. "Grooooo"


Dia pun melayangkan pukulan ke arah Lux. Lux yang melihat pukulan gorila dengan mudah menghindarinya. Setelah menghindari gorila api itu, Lux langsung menebaskan pedangnya kearah leher gorila api. Kepala gorila api langsung terjatuh dan gorila api itupun tewas tak bernyawa.


"Ini semakin menyenangkan saja." Ucap Lux yang kemudian menggunakan Devour untuk menyerap mana dari gorila api.


Sontak Lux merasakan bahwa dia akan menerobos ketahap orange. Diapun langsung bermeditasi dan menggunakan salah satu teknik meditasi khusus yang telah di kumpulkan dari berbagai buku meditasi. Berbagai buku itu kemudian difusikan oleh AI Lux untuk membentuk teknik meditasi khusus untuk Lux.


Lux yang menggunakan teknik meditasi khususnya. Membuat aura gagak emas keluar dari tubuh Lux dan mulai menyerap berbagai energi disekitarnya. Setelah beberapa saat kemudian aura Lux melonjak naik dan diapun melangkah ketahap selanjutnya.


"Hahahaha. Akhirnya aku berhasil melangkah ketahap selanjutnya. Sekarang yang harus aku lakukan adalah menstabilkan dan membiasakan tahap meditasiku saja." Ucap Lux dengan puas.


Saat Lux sedang senang dengan pencapaiannya. Tiba-tiba Lux mendengar dua teriakkan binatang buas.


Lux yang mendengar hal itu segera berdiri dan melihat dikedalam hutan terlarang. Lux mulai ragu apakah dia harus pergi kesana atau tidak?. Dia telah mendapatkan peringatan bukan hanya dari Brayen Horn, tetapi Rose juga memperingatkannya untuk tidak pergi ke pedalam hutan terlarang.


Setelah lama berkonflik Lux akhirnya pergi kearah suara itu.

__ADS_1


'aku hanya akan melihatnya. Setelah itu aku akan pergi.' Gumam Lux dipikirannya, sambil berlari kearah suara itu.


__ADS_2