
Keesokan paginya terlihat dikamar, Lux dan Yasaka sedang terbaring telanjang bersama hanya beralaskan sehelai kain.
Lux mulai membuka matanya dan melihat disampingnya Yasaka yang masih tertidur lelap memeluk tubuhnya.
"Hah, Sepertinya aku harus menjelaskan kepada Rose lagi nanti." Gumam Lux.
Saat Lux masih termenung menatap atap kamar dan berpikir. Tiba-tiba ada yang memasuki kamarnya Tampa mengetuk.
"Tuan Lux apakah kamu masih didalam?. Aku mencari Nona Yasaka diruangnya tetapi aku tidak mene...." Sebelum Karoka menyelesaikan kata-katanya dia langsung menutup mulutnya saat melihat Lux dan Yasaka terbaring telanjang bersama diranjang.
"Ada Apa Karoka kenapa kamu terdiam?." Tanya gadis kucing lainnya, dia memasuki kamar Lux Tampa mengetuk juga.
Saat dia akan bertanya lagi kepada Karoka. Dia tiba-tiba terdiam saat melihat Lux dan Yasaka yang berada diranjang yang sama.
"Mmm. Kenapa ribut sekali?" Gumam Yasaka yang terbangun dari tidurnya karena keributan yang dibuat oleh Karoka dan Gadis kucing lainnya. Yasaka kemudian mengucek matanya dan melihat Karoka dan Gadis kucing lainnya yang masuk ke kamar Lux.
"Ah, Karoka dan Kasuki. Kenapa kalian berada disini?" Tanya Yasaka.
Karoka dan Kasuki yang ditanya oleh Yasaka tergagap.
"A,a, itu nona Yasaka. Ada sesuatu yang ingin kami sampaikan." Ucap Karoka yang memerah malu, sementara Kasuki hanya mengangguk dengan malu juga.
"Ah, apakah seperti itu?. Kalau begitu kalian segera keruangan rapat aku akan segera kesana setelah bersiap." Ucap Yasaka.
"Ba ba baik." Ucap Karoka dan Kasuki secara bersamaan. Kemudian mereka keluar bersama-sama dengan panik.
Lux yang melihat mereka hanya bisa menghela nafas. Sementara itu Yasaka mulai bangun tetapi dia masih mengalami keram dibagian bawahnya.
"Astaga. Sepertinya aku sangat susah untuk bergerak sekarang." Ucap Yasaka.
Sementara Lux yang melihat hal ini tersenyum canggung dan berkata. "Ehem. Maafkan aku sayang karena terlalu bersemangat. Soalnya kamu sangat menawan aku tidak bisa menahannya."
"Fufufu. Aku sangat senang mendengarnya. Kalau begitu ayo segera bersiap karena kamu juga akan mengikutiku dipertemuan dewan sukuku." Ucap Yasaka tersenyum senang.
"Eh, apakah tidak apa-apa orang asing sepertiku mengikutimu?" Tanya Lux.
"Apa maksudmu orang asing?. Kamu sekarang adalah suamiku tentu saja kamu harus ikut denganku." Ucap Yasaka tegas.
Sementara Lux yang mendengar hal ini hanya bisa menghela nafas pasrah dan mengikuti Yasaka.
.....
Sementara itu diruang dewan berkumpul segala macam orang yang sedang berdiskusi.
"Apakah yang kamu katakan itu benar Karoka?. Kamu tidak berbohong kepada kami , kan?" Tanya seorang wanita bertelinga beruang.
"Memang benar Jendral Saki. Kalau kamu tidak percaya tanyakan saja kepada Kasuki." Ucap Karoka dengan serius.
__ADS_1
Saki yang merupakan gadis bertelinga beruang, menatap Kasuki dengan intens. Kasuki yang ditatap oleh Saki segera membenarkan ucapan Karoka.
"Apa yang diucapkan Karoka memang benar Jendral Saki." Ucap Kasuki dengan Gugub.
"Ini tidak mungkin. Pria itu pasti melakukan sesuatu kepada nona Yasaka, kita harus segera mengintrogasinya." Ucap gadis lain yang bertelinga rubah.
"Ini..." Balas Karoka ragu.
"Ada apa Karoka kalau kamu ingin mengatakan sesuatu katakan sekarang. Jangan bilang kamu memihak pria itu." Ucap gadis rubah itu.
"Tidak. Bukan seperti itu Kapten Kasumi, hanya saja..." Balas Karoka ragu.
"Katakan saja Karoka. Apakah kamu tidak mendengar ucapanku?." Ucap Kasumi dengan marah.
"Sudah cukup. Lebih baik kita menunggu nona Yasaka agar semua jadi jelas nanti." Ucap Saki dengan lantang.
Kasumi yang mendengar hal ini hanya bisa duduk diam dengan tidak puas. Sementara Karoka hanya terdiam ditempat duduknya dengan khawatir.
"Ada ribut-ribut apa ini?" Tiba-tiba Yasaka datang bersama Lux dibelakangnya.
Sontak semua orang diruang segera menunduk dan menyambut Yasaka. "Salam Nona Yasaka."
Yasaka yang melihat mereka menyambutnya segera mengambil tempat duduknya dan mempersilahkan Lux duduk disampingnya.
Sementara itu para bawahan Yasaka yang melihat hal ini tercengang.
Yasaka yang mendengar pertanyaan Kasumi hanya dengan tenang membalas. "Ah, aku lupa memperkenalkan kalian pada calon Raja kalian, dia adalah suamiku Lux."
Semua orang yang mendengar kabar mendadak dari Yasaka terkejut.
"Ini?." Ucap Saki bingung.
"Nona Yasaka. Aku tidak bisa menerima hal ini?. Bagaimana bisa orang lemah sepertinya akan menjadi raja kami?." Tanya Kasumi dengan sedikit marah.
Yasaka yang mendengar pertanyaan Kasumi bukannya marah malah membalasnya dengan senyuman. "Keputusanku sudah bulat. Tidak ada yang bisa menolaknya dan juga, biar aku beri tahu oleh kalian semua. Orang yang membunuh Baki dihutan terlarang adalah Lux."
Semua orang di ruangan itu yang mendengar kabar dari Yasaka terkejut.
"Apa?. Baki jendral dari suku Serigala dibunuh olehnya?." Tanya Sakin seakan tidak percaya.
Sementara Kasumi, Karoka dan Kasuki sangat terkejut mendengar kabar kematian baki.
"Itu memang benar. Lux,lah yang telah membunuh baki. Saat pertarungan mereka sedang berlangsung saat itu, kebetulan aku berada disana menyaksikannya." Ucap Yasaka dengan senyum bangga.
Sementara itu Lux yang dari tadi diam segera berkata. "Salam kenal kepada kalian semua. Perkenalkan namaku Lux Fos. Aku manusia yang berasal dari alam tersembunyi." Lux memperkenalkan dirinya dengan sopan santun bangsawan.
Saki, Karoka dan Kasuki segera membalas sapaan Lux dengan sopan. Sementara Kasumi masih dengan dingin menanggapi Lux.
__ADS_1
"Baiklah sudah cukup dengan perkenalan dirinya. Aku mendengar kabar ada yang ingin kalian sampaikan kepadaku?." Tanya Yasaka kepada mereka.
Saki yang memegang posisi paling tinggi segera berkata. "Nona Yasaka, Raja dari kerajaan Beast meminta kehadiran dari Suku Rubah untuk segera menghadap ke istana."
Yasaka yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya.
"Apakah kamu sudah menyelidiki alasan dipanggilnya Suku Rubah?." Tanya Yasaka balik.
"Kalau soal itu mungkin menyangkut masalah kematian baki, Nona Yasaka." Ucap Saki sambil menatap Lux.
"Sialan. Itu pasti ulah dari Yamada. Apakah Raja mulai berpihak kepada suku Serigala?."
"Sepertinya tidak seperti itu yang mulia. Aku curiga ini pasti menyangkut pangeran pertama." Ucap Saki dengan yakin.
"Otar, yah. Baiklah, siapkan keberangkatanku besok pagi. Aku akan segera berangkat ke istana kerajaan." Ucap Yasaka.
"Baik, Nona Yasaka." Ucap Saki kemudian segera keluar ruangan untuk mempersiapkan keberangkatan Yasaka.
"Nona Yasaka. Apakah ini akan baik-baik saja?." Tanya Kasumi ragu.
"Tidak usah khawatir. Paling buruknya aku pasti hanya akan diminta kompensasi atas kematian baki." Ucap Yasaka.
Kasumi yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya. "Nona Yasaka. Bagaimana kalau kita menyerahkan manusia ini saja?. Aku yakin Semua masalahnya akan beres dengan mudah."
Yasaka yang mendengar ucapan Kasumi segera mengeluarkan auranya yang berwarna emas.
"Kasumi. Apa maksud dari ucapanmu itu?. Apakah kamu mau bilang bahwa kita harus menyerahkan orang yang telah membalaskan dendam suku kami terhadap baki?" Tanya Yasaka kepada Kasumi dengan dingin.
Sementara Kasumi yang merasakan tekan Yasaka berkeringat dingin dan tidak bisa berbicara.
"Yasaka-sama. Tolong tenangkan dirimu." Ucap Karoka dengan gugub.
Yasaka terus mengeluarkan auranya yang menyebabkan Kasumi bersujud ditanah. Saat Kasumi akan pingsan akibat tekanan dari Yasaka tiba-tiba Lux memegang bahu Yasaka dan menghentikannya.
"Yasaka, tenangkan dirimu. Dia adalah bagian dari sukumu. Kamu bisa membunuhnya kalau seperti itu." Ucap Lux berusaha menenangkan Yasaka.
Mendengar ucapan Lux, Yasaka akhirnya menenangkan dirinya dan menghentikan auranya.
Sementara itu Kasumi segera meminta maaf kepada Yasaka.
"Maafkan kelancanganku nona Yasaka. Aku tidak bermaksud mengatakan hal itu." Ucap Kasumi dengan gugub, sementara seberkas darah sedikit keluar dari mulutnya.
"Baguslah kalau kamu mengerti. Kalau begitu kalian bertiga segera kumpulkan anggota suku, karena aku akan segera menyelenggarakan pernikahanku dengan Lux sekarang." Ucap Yasaka dengan senang.
Ketiga orang tersebut hanya bisa membalas ucapan Yasaka dengan senyum canggung.
"Baik Nona Yasaka." Ucap mereka bertiga yang kemudian keluar dari ruangan untuk menyampaikan kabar dari nona Yasaka.
__ADS_1