
Saat Raja Lion memerintahkan Tetsu untuk memimpin sidang. Tetsu segera melangkah maju dan mulai berkata.
"Terimakasih Yang Mulia. Baiklah karena aku ditunjuk sebagai pimpinan sidang secara mendadak oleh Yang mulia, namun kalian semua mungkin tidak menerimanya?. Jadi aku ingin terlebih dahulu meminta persetujuan dari kalian." Tanya Tetsu.
Kojiro yang berpihak pada pangeran Tetsu segera berkata. "Aku setuju."
Sementara itu bangsawan dan kepala Suku yang lainnya ada beberapa yang mengangguk dan beberapanya lagi masih ragu.
Tetapi hal yang membuat semua orang di ruangan sidang tercengang adalah Lux yang tiba-tiba berbicara dengan keras di aula sidang.
"Aku tidak setuju." Teriak Lux dengan keras.
Semua orang yang didalam ruangan tercengang. Terutama pangeran Tetsu yang mengerutkan keningnya.
Sebelum pangeran Tetsu berbicara, Kojiro tiba-tiba berbicara terlebih dahulu dengan marah.
"Beraninya manusia berbicara dalam sidang suku Beast ini." Ucap Kojiro dengan marah.
"Astaga. Aku pikir suku Rubah memiliki suara akan ini. Jika tidak, sebaiknya kami mohon pamit dari ruangan ini. Bagaimana menurut yang mulia?" Tanya Lux.
Kojiro, Tetsu dan Raja Lion mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Lux. Sementara Suzuki tertawa dengan senang saat mendengar ucapan Lux.
"Fufufu. Yang Mulia, memang benar seorang manusia tidak di perbolehkan memasuki sidang dari kerajaan Beast. Tetapi tuan Lux di sini adalah suami dari Nona Yasaka. Jadi dalam hal ini tuan Lux memiliki suara dari suku Rubah di sini. Apakah saya benar Nona Yasaka?." Tanya Suzuki.
"Itu sangat benar." Balas Yasaka tersenyum senang. Sementara bawahannya ikut senang juga atas ucapan Lux.
Berbeda dengan Raja Lion yang sudah menahan emosinya, mulai membalas ucapan Lux dan Suzuki.
"Kalau begitu aku ingin meminta alasan kenapa tuan Lux tidak menyetujuinya?" Ucap Raja Lion dengan dingin.
"Terimakasih atas kesempatannya. Adapun kenapa aku tidak menyetujui pangeran Tetsu sebagai pimpinan sidang karena ada dua alasan yang pertama aku tidak menerimanya karena pimpinan sidang berada dalam pihak yang mulia, bukannya aku tidak percaya, tetapi disini yang sedang dipersidangkan adalah suku Rubah kami yang memiliki kasus dengan salah satu bawahan pangeran Otar, ini membuatnya sangat tidak adil di satu sisi dengan kami. Untuk yang kedua menurutku pangeran Tetsu terlalu muda untuk memimpin sidang ini. Kenapa kita tidak memberikannya kepada senior-senior yang ada di dalam ruangan ini. Contahnya seperti Kepala Keluarga Siang Putih yang perkasa yang mungkin lebih mampu dari pada yang mulia dan anak anda." Ucap Lux dengan tersenyum.
__ADS_1
"Kurang ajar." Ucap Raja Lion dengan marah.
Sementara itu saat Lux mengucapkan kalimat itu, tiba-tiba Sasaki yang bersembunyi dibalik celah ruang dan juga pangeran Tetsu mengeluarkan serangan secara bersama-sama.
Pangeran Tetsu mengeluarkan sihir api yang sangat besar dan dia arahkan kepada Lux. Sementara Sasaki menebaskan belatinya di leher Lux.
Tetapi hal yang tak terduga adalah belati itu melewati leher Lux seperti ruang kosong, kemudian dia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya dileher Sasaki dan untuk serangan pangeran Tetsu. Lux mengangkat lengan kirinya dan menghisap sihir api pangeran Tetsu dengan mudah.
Saat Lux berpikir bahwa serangan hanya di lakukan oleh mereka berdua tiba-tiba Kojiro yang tadi berada disamping pangeran kedua melesat dan melayangkan pukulan yang kuat kepada Lux.
Lux yang melihat serangan ini mengerutkan keningnya dan langsung mengeluarkan Heaven's Wing's dan memblokir serangan Kojiro dengan mudah.
"Astaga, ini perilaku yang sangat tidak sopan. Aku pikir di ruangan sidang ini tidak boleh ada kekerasan. Tetapi tidak aku sangka aku akan diserang secara diam-diam di sini." Ucap Lux, sementara mata Lotusnya yang berdaun sembilan dan Heaven's Wing's masih aktif.
Kojiro yang melihat serangannya tidak berhasil, terkejut. Saat dia akan melakukan serangan keduanya tiba-tiba dibelakangnya terdapat Yasaka yang sudah sangat marah dan memiliki ekspresi gila di wajahnya.
Yasaka langsung melayangkan tendangan yang sangat kuat. Kojiro yang tidak siap segera terlempar di tembok ruangan hingga menghancurkannya.
Kojiro mulai keluar dari tumpukan bangunan.
Tiba-tiba Yasaka sudah berada didepannya dan melayangkan pukulan lagi. Kojiro terlempar lagi dan kali ini menuju ke tempat Raja berada.
Raja yang melihat ini segera menangkap Kojiro dan melindunginya. Saat Yasaka akan menyerang lagi tiba-tiba Suzuki menghilang dan muncul disamping Yasaka dan menepuk pundaknya.
"Yasaka, sudah cukup. Tenanglah, Lux baik-baik saja." Ucap Suzuki berusaha menenangkan Yasaka.
"Yasaka tenangkan dirimu." Ucap Lux dengan senyum canggung. 'ugh. Sepertinya aku harus melatih Yasaka untuk kelemahannya ini.' Gumam Lux didalam pikirannya.
Sementara itu Yasaka yang mendengar ucapan Lux akhirnya mulai tenang dan menghampiri Lux.
"Lux apa kamu tidak apa-apa?. Apakah kamu terluka?." Tanya Yasaka sambil meraba-raba tubuh Lux.
__ADS_1
Lux yang melihat tingkah Yasaka berusaha menenangkannya. Tetapi hal yang tak terduga terjadi, Sasaki yang melihat Lux lengah, segera menghilang dan ingin menyerang Yasaka.
Lux yang melihat hal ini segera melebarkan sayapnya dan memukul Sasaki menggunakan Sayap Kanannya.
Sasaki yang terkena pukulan sayap kanan Lux, memuntahkan sedikit darah dan segera terlempar beberapa meter.
Yasaka yang menyadari ini semakin marah tetapi Lux memegang pinggangnya dan langsung memeluknya berusaha menenangkannya.
Yasaka yang dipeluk oleh Lux segera tenang dan memerah malu.Sementara itu sayap Lux tiba-tiba mengeluarkan aura penindasan dan langsung mengejutkan semua orang, terutama suku burung yang tiba-tiba langsung sujud dan berteriak.
"Suku burung menghadap kepada Sang Raja." Ucap Kepala suku burung dan diikuti bawahannya.
Semua orang didalam ruang tercengang terutama Raja Lion.
"Apa maksud perilakumu ini Nona Fuji?." Tanya Raja Lion dengan marah.
Nona Fuji selaku kepala suku burung membalas ucapan Raja Lion dengan tenang.
"Dari zaman kuno suku burung kami selalu setia kepada Golden Crow dan sekarangpun sama, karena manusia ini memiliki darah dari Golden Crow. Tentu saja kami suku burung akan selalu berada di pihaknya."
"Apakah suku burung berusaha memberontak?." Tanya Raja Lion sambil mengeluarkan auranya dengan ganas, sementara para prajurit singa emas mulai mengeluarkan senjatanya juga.
Kepala keluarga singa putih yang melihat bahwa semuanya telah melenceng terlalu jauh, segera mencela Raja Lion.
"Astaga, Saudara Lion. Kamu tidak bisa sewenang-wenang seperti ini dalam memerintah. Kami semua di sini mengetahuinya bahwa suku burung sangat menghormati leluhur mereka Golden Crow dan itu telah ada sebelum Raja pertama memerintah dan Raja saat itu memberikan kelonggaran tentang itu. Jadi, tidak masuk akal menuduh suku burung yang selalu setia kepada kerajaan Beast, untuk memberontak." Ucap Kepala Suku singa Putih.
Para bangsawan dan kepala suku yang lainnya mengangguk dan menyetujui ucapan Kepala Suku singa Putih.
Sementara itu Raja Lion yang mendengar ucapan Kepala Suku singa putih, sangat marah. "Baahaalll...."
Babal hanya tersenyum dengan kemarahan Raja Lion. Sementara itu Suzuki yang mendengar ucapan Bahal segera ikut mengoreksi Raja Lion.
__ADS_1
"Tuan Bahal memang benar. Yang mulia kali ini anda terlalu tidak masuk akal. Bukannya seharusnya menghukum putra anda Tetsu, pengawal anda dan Kojiro karena melakukan penyerangan di ruang sidang. Anda malah membiarkan dan bahkan menuduh suku burung memberontak." Ucap Suzuki dengan senyum menawan.
Raja Lion yang mendengar ucapan Suzuki dan para bangsawan dan kepala suku lainnya yang mulai meragukannya juga, mengerutkan keningnya dan urat marah sudah muncul di kepalanya.