
Lux terkejut saat melihat Teknik Meditasi Gagak Emas.
"Dari mana kamu mendapatkan ini Moon?." Tanya Lux kepada Moon.
Moon yang mendengar ucapan Lux paham dan segera mengarahkan Lux ditempat dia mengambil buku itu.
Ternyata lokasi tempat buku itu berada ada di bawah lantai lemari buku.
"Pantas saja buku ini sudah lusu dan berdebu. Ternyata buku ini tidak dirawat dengan baik." Gumam Lux yang kemudian mulai membuka isi didalam buku itu.
Saat membukanya Lux kembali terkejut.
"Teknik Meditasi kelas Abadi. Sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganku." Ucap Lux kegirangan.
Lux mulai membolak-balikan isi buku tersebut sampai selesai. Setelah membaca isi teknik meditasi itu. Lux mulai pergi berjalan-jalan didalam ruangan perpustakaan, sampai dia tiba-tiba menemukan sesuatu yang menarik.
"Teknik Rune dan Alkemis." Ucap Lux saat membaca Rak buku tersebut.
Lux mulai membaca semua buku yang menyangkut teknik Rune dan Alkemis. Saat dia selesai membaca teknik tersebut dia tidak bisa tidak kegirangan senang.
"Hahahaha. Sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganku. Selain aku mendapatkan Teknik Meditasi kelas Abadi. Aku juga mendapat teknik Rune dan dan Alkemis tingkat Lanjut." Ucap Lux dengan senang.
"AI, Apakah teknik meditasi kelas Abadi ini bisa difusikan dengan teknik meditasi khusus yang baru dibuat?." Tanya Lux
[Mulai Menganalisis...]
[Teknik Meditasi Gagak Emas akan difusikan dengan Teknik Meditasi Khusus. Apakah tuan mengkonfirmasinya?.]
[Ya] [Tidak]
Lux yang melihat ini menyeringai." Tentu saja, Ya"
[Memulai Proses Fusi.....]
[Proses Selesai]
[Selamat kepada tuan rumah telah mendapatkan Teknik Meditasi Gagak Emas berkepala tiga, kelas (??).]
[Memulai proses integrasi ke otak...]
Sebuah ingatan tentang Teknik Meditasi Gagak Emas Berkepala Tiga mulai muncul di ingatan Lux.
"Ini, luar biasa. Tidak kusangka ada teknik meditasi seperti ini. Teknik meditasi ini bukan hanya mampu menarik energi dari langit dan bumi, tetapi juga dia mampu menarik energi semesta." Ucap Lux dengan penuh semangat.
Lux mulai melakukan uji coba teknik meditasi ini. Dia mulai melakukan posisi meditasi. Energi yang melimpah mulai diserap oleh Lux dan aura seekor gagak emas berkepala tiga mulai keluar, ketiga kepala gagak emas itu mulai membuka mulutnya untuk menyerap aura di sekitarnya.
Sontak fondasi mana Lux yang mulanya tidak kokoh karena penerobosan terus menerus sekarang mulai menjadi kokoh saat melakukan teknik meditasi ini, bukan hanya itu saja. Lux mulai merasakan energi padat yang diserap mulai mengeluarkan semua kotoran yang ada didalam tubuhnya.
Saat Lux mulai tersadar dari meditasinya. Dia merasakan tubuhnya sangat ringan dan kokoh.
"Ugh, bauh apa ini?." Lux mulai melihat tubuhnya yang memiliki sejumlah lendir hitam.
"Sepertinya sampai disini saja aku diperpustakaan ini. Sebelum itu, AI perlihatkan statusku." Ucap Lux.
[Status
Nama : Lux Fos
Umur : 18 Tahun
Kelas : Light Monarch (EX)
Sub Kelas : Smith Level 4, Runemaster Level 3, Alkemis Level 3.
__ADS_1
Garis Darah : Golden Crow (EX) 65%
Kekuatan : 106
Kelincahan : 200
Fisik : 152
Mana : 1000020
Tahap Meditasi Mana : Mana Core Tahap Perak.
Element : Cahaya, Api, Tanah, Logam, Ruang dan Waktu.
Artefak : Heaven Slayer Sword (Abadi)
Kemampuan :
1.The Eye of Space and Time (??)--Lotus berdaun tiga.
Golden Fire (SS)
Ledakan Cahaya (A)
Dimensional World (SS)
Devour (SSS)
Heavens Wings (SSS)
Time Break (SS)
Raining Heaven Fethers (SSS)
Golden Crow Claws (SS)
Light Armor (SSS)
Regenerasi Tubuh (SSS)
Recovery (SS)
Gate (SSS)
Time Area(SSS).]
"Oh, garis darah gagak emasku bertambah 5% dan Fisikku juga bertambah sebanyak 50 point. Hmm, sepertinya untuk membuat sub kelas Alkemis dan Runemasterku menjadi level 4. Aku harus mempraktikkannya terlebih dahulu. Seperti halnya prinsipku dalam meneliti selama ini adalah Teori tanpa praktek itu omong kosong." Lux berkata sambil berpikir dengan serius.
Setelah Lux membaca beberapa buku lagi di perpustakaan, Luxpun langsung keluar dari ruangan untuk membersihkan dirinya.
....
Sementara itu Yasaka dan anak buahnya sedang rapat membahas tentang keberangkatan mereka ke istana kerajaan Beast.
"Yasaka-sama, sebaiknya anda tidak pergi ke istana kerajaan. Aku merasa ada sesuatu yang janggal. Saat kita pergi ke istana nanti, aku ragu kita tidak akan dijebak" Ucap Saki ragu.
Kasumi, Karoka dan Kasuki mengangguk atas ucapan yang diberikan Saki.
Sementara itu Yasaka yang mendengar ucapan saki merenung dan kemudian membalas ucapan Saki.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Raja Lion tidak akan bisa menghukumku atas kasus ini, karena aku memiliki rahasianya." Ucap Yasaka dengan percaya diri.
Saki dan yang lainnya mendengar hal ini, masih ragu. Yasaka yang melihat keraguan mereka segera berkata lagi.
"Dan juga, kalau masalah benar-benar terjadi aku bisa menggunakan Kertas Teleportasi untuk memindahkan kita kembali ke suku dengan cepat." Ucap Yasaka berusaha menenangkan mereka.
Mereka yang mendengar ucapan Yasaka menghilangkan keraguannya. Tiba-tiba Saki membalas perkataan Yasaka lagi, tetapi kali ini dengan topik yang berbeda.
"Yasaka-sama, bagaimana dengan tuan Lux?. Apakah dia akan mengikuti kita?." Tanya Sakin penasaran.
Yasaka yang mendengar hal itu segera membalas ucapan saki.
"Hmm, untuk Lux biar aku tanyakan dulu kepadanya." Ucap Yasaka ragu, takut akan menyebabkan masalah untuknya nanti.
Saat Yasaka masih berpikir, apakah akan membawa Lux atau tidak, tiba-tiba Lux memasuki ruangan rapat dan berkata kepada Yasaka.
"Tidak apa-apa Yasaka. Aku akan ikut bersama kalian. Aku tidak mungkin membiarkanmu mengalami sesuatu yang berbahaya Yasaka?." Ucap Lux dengan tegas.
Sementara Yasaka yang mendengar ucapan Lux terkejut dan segera berbalik.
"Lux,..." Ucap Yasaka kemudian menghampiri Lux dan memeluknya.
Lux yang dipeluk Yasaka balas memeluknya, sambil menepuk kepalanya.
Sementara itu Saki, Kasumi, Karoka dan Kasuki yang melihat kemesraan Yasaka dan Lux, memerah malu.
"Bagaimana Lux apakah kamu sudah mendapatkan informasi yang kamu inginkan?" Tanya Yasaka.
"Berterimakasih kepadamu. Aku telah menemukan apa yang aku cari." Ucap Lux dengan senang.
"Syukurlah, aku ikut senang atas itu." Ucap Yasaka dengan senang, sambil memeluk dan melilit Lux dengan ekornya.
Lux yang melihat tingkah Yasaka membalasnya dengan seringai jahil. Dia mulai meraba ekor Yasaka dengan lembut.
Yasaka yang merasakan ekornya diraba oleh Lux, memerah dan bernafas berat.
"Ah, Lux..." Ucap Yasaka sambil menatap Lux dengan penuh gairah.
Lux yang melihat hal ini tersenyum.
'Sudah kuduga. Suku Beast pasti sangat sensitif dengan ekor mereka.' Gumam Lux didalam pikirannya.
Sementara itu Saki dan yang lainnya melihat kemesraan yang dilakukan Lux dan Yasaka semakin memerah.
"Yasaka-sama.." Ucap Saki dengan malu.
Lux dan Yasaka yang masih saling menggoda segera sadar bahwa bukan hanya mereka yang berada diruang ini. Lux segera memisahkan dirinya dengan Yasaka. Sementara Yasaka yang dipisahkan oleh Lux sedikit kecewa.
Lux yang melihat hal ini segera membisikan sesuatu di telinga Yasaka. "Tenang saja. Malam ini, tidak akan kubiarkan kamu tidur nyenyak."
Yasaka yang mendengar bisikan Lux memerah malu dan segera menundukkan kepalanya.
Sementara itu Lux kemudian berdehem dan menarik perhatian semua orang. "Ehem. Sebelum itu aku sebenarnya ingin bertanya sesuatu kepada kalian. Apakah Alam tersembunyi yang kalian sebutkan memiliki perbedaan waktu dengan disini?"
Yasaka yang mendengar pertanyaan Lux, keluar dari lamunannya dan segera membalasnya. "Tenang saja Lux. Perbedaan waktu disini dengan alam tersembunyi berbeda seminggu. Satu Minggu disini sama saja sehari di alam tersembunyi."
Lux yang mendengar hal ini, bernafas lega. Dia tidak ingin terlalu lama disini, dia harus segera kembali ke alam tersembunyi karena Lux berjanji kepada Rose dan lainnya bahwa dia hanya akan berada tiga hari di hutan terlarang. Jadi karena disini dan di alam tersembunyi berbeda seminggu, dia bisa berada disini selama dua Minggu sebelum kembali ke alam tersembunyi.
"Sebenarnya aku ingin menyerahkan hal ini kepada kalian kemarin, tetapi aku ragu apakah ini akan bermanfaat kepada kalian." Ucap Lux kemudian mengeluarkan sebuah surat yang didapat Lux.
Dia secara diam-diam mengambilnya dari baki, saat bertempur dengannya. Yang Lux ambil saat itu adalah cincin penyimpanan Baki, dia sudah memeriksa semua isi cincinnya dan hanya menemukan segumpalan koin emas dan surat ini.
Lux juga sudah melihat isi suratnya, tetapi dia tidak mengerti apa yang tertulis didalamnya.
__ADS_1
Yasaka yang melihat surat pemberian Lux segera membacanya dan terkejut saat melihat isinya. Dia kemudian melihat Lux dengan penuh cinta dan segera menghampiri Lux dan langsung memeluknya.
"Lux, kamu memang penyelamat suku kami." Ucap Yasaka yang senang dengan kemudian menciumnya.