King Of Lux

King Of Lux
Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.


__ADS_3

Sementara itu Lux saat ini masih didalam gua dan melihat statusnya.


[Status


Nama : Lux Fos


Umur : 18 Tahun


Kelas : Light Monarch (EX)


Sub Kelas : Smith Level 4, Runemaster Level 4, Alkemis Level 3.


Garis Darah : Golden Crow (EX) 75%


Kekuatan : 506


Kelincahan : 500


Fisik : 652


Mana : 3.000.000


Tahap Meditasi Mana : Mana Core Tahap Putih.


Element : Cahaya, Api, Tanah, Logam, Ruang dan Waktu.


Artefak : Heaven Slayer Sword (Abadi)


Kemampuan :


1.The Eye of Space and Time (??)--Lotus berdaun empat.



Golden Fire (SSS)


Ledakan Cahaya (S)


Dimensional World (SSS)


Devour (SR)


Heavens Wings (SR)


Time Break (SSS)


Raining Heaven Fethers (SR)


Sun (SSS)


Golden Crow Claws (SSS)


Light Armor (SSS)


Regenerasi Tubuh (SR)


Recovery (SSS)


Gate (SSS)

__ADS_1


Time Area (SSS).


Heaven Chain (SR)-New


Beast Army (SR)-New]



"Bagus. Sub kelas dan beberapa kemampuanku mengalami peningkatan. Sementara untuk dua kemampuan baru ini sepertinya sangat bagus. AI, jelaskan tentang Heaven Chain dan Beast Army ini."


[Heaven Chain adalah salah satu kekuatan Kelas Light Monarch yang mampu mengeluarkan rantai surga dari udara kosong yang memiliki kemampuan untuk mengikat mahluk mana. Setelah terikat oleh rantai ini mana yang ada pada mahluk yang di ikat, akan menguras Mananya sampai dia kering dan memperkuat ikatan rantai.]


[Beast Army adalah salah satu kemampuan Garis darah Golden Crow yang dapat mengendalikan semua binatang buas untuk menjadi pasukannya.]


"Hoo. Kemampuan yang sangat bagus. Tidak aku sangka aku akan mendapatkan jackpot." Gumam Lux kegirangan.


Saat Lux masih dalam pikiran senangnya, tiba-tiba moon menarik celana Lux dengan giginya. Lux segera sadar dan melihat Moon yang berusaha membawaku keluar gua.


"Meong."


"Eh, apakah sesuatu terjadi di luar?. Bukannya Yasaka dan yang lainnya sedang memasak sekarang." Tanya Lux bingung, tetapi Moon hanya terus menarik Lux keluar gua.


Lux yang melihat ini menghela nafas pasrah dan mengikutinya.


Saat dia keluar dia melihat Risaki mengangkat rusa dan ingin langsung memasukkannya kedalam nyala Api.


Tetapi bukan hal itu yang paling mencengangkan, itu adalah Yasaka saat ini menambahkan api dengan sihirnya yang kuat. Akibatnya api yang terbakar menjadi warna putih dan sangat panas.


'Apakah mereka ingin menghanguskan rusa itu?.' Gumam Lux dengan mulut terbuka.


Dia segera mengintrupsi mereka.


"Ugh, apa yang sedang kalian lakukan?." Tanya Lux frustasi.


"Hah, kalian akan menghancurkan rusanya kalau kalian menggunakan sihir yang kuat seperti itu. Yasaka segera hilangkan apinya."


Yasaka yang mendengar ucapan Lux, memerah malu dan segera menghilangkan sihir Apinya.


Lux yang melihat Api itu sudah padam, mulai mengumpulkan kayu bakar dan membakarnya dengan normal.


"Ok. Dengan ini sudah baik."


Risaki yang melihat Api yang di buat Lux bingung. "Tuan, bukannya Api ini terlalu lemah?."


"Ini sudah api yang sangat pas untuk memanggang." Balas Lux.


Risaki yang mendengar ini tidak terus membantah dan ingin langsung memasukkan rusanya kedalam Api.


"Eh, Tunggu."


"Kenapa lagi tuan?." Tanya Risaki.


"Apakah kalian akan langsung memanggang rusa itu seperti itu tanpa menghilangkan kulitnya terlebih dahulu dan juga kalian akan langsung memakannya setelah itu di panggang?." Tanya Lux frustasi, dia tidak terlalu terbiasa dengan makanan dunia ini yang selalu tawar dan tanpa adanya cita rasa. 'Apkah lidah dari orang-orang di dunia ini, tidak memiliki cita rasa sama sekali?.'


"Iya. Memangnya apakah ada tahap lainnya?." Balas Risaki dan Sasaki masih dalam keadaan bingung.


"Hah. Biar aku yang memasak kali ini." Ucap Lux.


"Eh, baiklah." Balas Risaki, sedikit ragu.

__ADS_1


"Tuan, ini sudah tugas kami untuk memasak. Kita tidak bisa membiarkan anda melakukan tindakan yang rendah seperti ini." Ucap Sasaki.


"Tidak apa-apa Sasaki."


"Ini?. Hah, baiklah tuan." Jawab Sasaki pasrah.


Sementara Yasaka dan Fuji yang melihat ini menatap Lux dengan bingung.


"Lux, apakah ada yang salah dengan proses memasak Risaki dan Sasaki?." Tanya Yasaka.


Lux tersenyum dan berkata." Tunggulah, aku akan membuat kalian paham bahwa dunia makan itu tidak sederhana."


Setelah mengatakan itu Lux mulai mengeluarkan belatinya dan mengambil Rusa besar itu. Dia mulai memotong kepala Rusanya, menghilang semua kulitnya dan membersihkan semua organ dalamnya yang tidak layak di makan. Setelah itu Lux mulai memotong daging rusa menjadi beberapa bagian.


Lux yang melihat prosesnya sudah di setengah jalan. Kemudian mengeluarkan mangkuk, beberapa garam dan rempah-rempah yang dia dapat di hutan tersembunyi saat itu. Dia mulai menghaluskan garam bersama dengan rempah-rempah dan menambahkan sedikit air. Setelah itu dia mulai mengaduknya, setelah diaduk, dia mulai mencampur bumbu tersebut hingga merata di daging yang telah di potong-potong.


"Ok. Tahap selanjutnya sekarang adalah memanggangnya." Ucap Lux kemudian mengambil kayu dan menusuk semua daging itu.


Setelah itu dia mulai memanggangnya di dalam api, sontak aroma daging yang sangat enak mulai menjalar di hidung para wanita yang membuat mereka memejamkan mata dan air liur sedikit keluar dari bibir mereka. Sementara Moon yang sedang tidur segera bangun, matanya berbinar saat mencium aroma daging yang sangat lezat.


Lux yang masih fokus memanggang tidak sadar bahwa aroma masakannya membuat Yasaka, Fuji, Risaki, Sasaki dan Moon menunggu dengan tidak sabar.


"Ok, masakannya telah selesai. Silahkan dinikma.." Lux membalik badannya dan berkata, tetapi tiba-tiba daging yang di panggang hilang dan tangannya yang memegang dagingpun tidak luput di ambil oleh mereka.


Mereka mulai memakan daging itu dengan ganas. Setelah mereka selesai memakan makanan yang di panggang oleh Lux. Mereka mulai duduk dan bersandar karena kekenyangan.


"Fyooh, makanan yang sangat enak. Dalam hidupku aku belum pernah memakan makanan seperti ini." Ucap Risaki dengan puas.


"Benar." Balas Fuji dan Sasaki.


Sementara Yasaka yang merebut makanan Lux tadi segera menghampirinya dan menyerahkan sisa daging yang dia simpan untuknya. "Suami. Makanan yang kamu masak seperti makanan di surga."


Lux yang melihat hal ini tercengang dan menggelengkan kepalanya. "Hah, terimakasih Yasaka."


Saat Lux ingin mengambil daging dari tangan Yasaka, tetapi hal yang tak terduga daging itu tidak bisa dia ambil olehnya.


Lux melihat Yasaka memegang daging itu dengan kuat, sambil menatap dagingnya dengan ke inginan.


Lux yang melihat hal ini menghela nafas lagi. "Hah, bagaimana kalau kita makan bersama?."


"Yay, terimakasih suami." Balas Yasaka kemudian duduk bersama Lux untuk menyantap daging itu bersama.


Setelah semua orang selesai menyantap makanan, mereka akhirnya masuk kedalam Guan untuk beristirahat.


.....


Keesokan paginya Lux dan yang lainnya berkumpul di depan gua.


"Apakah kalian semua siap?." Lux berkata kepada Yasaka dan yang lainnya.


"Ya." Balas Mereka semua.


Lux mulai menyerap mereka semua kedalam Dimensional World dan mengintruksikan Moon kembali ke bayangannya.


"Moon, kembalilah kedalam bayanganku."


Moon yang mendengar ucapan Lux mengangguk paham dan segera berubah menjadi bayangan dan menyatu dengan bayangan Lux.


Setelah semuanya selesai Lux mulai membuka Gate.

__ADS_1


"GATE."


Segera gerbang luar angkasa muncul didepan Lux. Dia segera masuk kedalam, setelah dia masuk gerbang itu langsung menghilang.


__ADS_2