
*Kerajaan Chaos
Di Istana kerajaan Chaos terlihat seseorang dengan tanduk yang sangat mencolok memegang sebuah pesan dengan marah.
"Bajingan. Alam tersembunyi rank E, tidak bisa di kuasi bahkan oleh seseorang dengan tahap peleburan Mana. Apakah kamu sedang berbicara omong kosong denganku sekarang Sark."
"Yang mulia Raja Iblis, nama Ron telah hilang di batuh keluarga Asmodeus. Jadi sangat mungkin sekarang dia telah mati. Untuk siapa yang membunuhnya kami masih menelusuri hal itu yang mulia." Ucap Sark dengan gemetar ketakutan.
"Apa katamu,..ghreeer. Seven segera Kamari." Teriak Raja iblis sambil mengetahui giginya.
Seven tiba-tiba muncul di hadapan Raja kerajaan Chaos dan bersujud. "Ya, yang mulia."
"Segera pergi bersama sark ke alam tersembunyi dan bawa orang yang telah membunuh Ron."
"Baik yang mulia." Ucap Seven dan Sark secara bersamaan. Mereka berdua kemudian menghilang dari lokasi mereka.
.......
Semetara Lux dan yang lainnya saat ini sedang berada di kediaman Fos, mengobrol dengan serius.
"Lux, apa yang baru saja kamu katakan?. Kamu akan pergi ke kerajaan Elf?." Rose berkata dengan sedih, sambil menggendong Mavos.
"Iya. Aku harus segera menemukan benih alam ini untuk menerobos ke alam peleburan Mana."
"Tapi, tapi..." Rose ingin berkata kepada Lux, tetapi tiba-tiba dia di hentikan olehnya.
"Rose, tenanglah. Walaupun aku pergi nanti aku bisa datang kembali ke sini dengan cepat. Kamu tahu sendiri tentang kemampuanku, kan?."
Rose yang awalnya ragu akhirnya mengangguk pasrah.
"Tetapi kamu harus membawa Sasaki dan Risaki bersamamu." Rose berkata dengan serius.
"Eh, aku sebenarnya ingin pergi sendiri dan membiarkan Sasaki dan Risaki berjaga di sini untuk melindungi kalian semua."
"Tidak. Kamu harus membawa Sasaki dan Risaki bersamamu. Untuk yang melindungi kita, sudah ada Fuji. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Rose berkata dengan serius.
"Baiklah. Kalau kamu bilang seperti itu." Ucap Lux dengan pasrah.
Sementara Yasaka yang melihat ini tersenyum kepada Sasaki dan Risaki. "Sasaki, Risaki ingat jangan biarkan gadis-gadis nakal di luar sana mendekati dia."
"Ok. Tenang saja. Serahkan kepada kami berdua." Ucap Sasaki dan Risaki dengan percaya diri.
Lux yang melihat hal ini mengerucutkan bibirnya dengan rumit.
"Baiklah. Sasaki, Risaki apakah kalian sudah siap?."
"Iya tuan." Jawab Sasaki dan Risaki secara bersamaan.
__ADS_1
Lux yang mendengar ucapan mereka berdua. Segera berpamitan dengan Rose dan yang lainnya, sebelum mereka bertiga pergi ke kerajaan Elf.
Didepan gerbang ibukota kerajaan Green, Melinda dan Lit sudah menunggu kedatangan Lux.
Lux yang melihat ini segera menyapanya. "Maafkan aku Melinda karena membuatmu menunggu lama."
"Ara ara. Tidak apa-apa Lux. Aku paham kamu pasti sedang berusaha menenangkan istri-istrimu." Ucap Melinda dan melangkah maju di depan Lux. Saat dia ingin merangkul tangannya, tiba-tiba Sasaki dan Risaki berdiri didepannya.
"Nona Melinda, tolong jangan terlalu berlebihan."
Melinda yang mendengar ucapan Sasaki dan Risaki, berkedut jengkel. "Hah, baiklah ayo kita segera berangkat ke kerajaan."
Lux yang mendengar ucapan Melinda, mengangguk. Mereka semua akhirnya mulai berjalan ke kerajaan Elf.
....
Di istana kerajaan Elf saat ini, berdiri seorang pria dengan rambut panjang dan telinga panjang.
Tiba-tiba ada seseorang pengawal yang menghadap kepada pria itu. "Yang mulia, kami mendapatkan pesan dari tuan putri bahwa dia akan segera kembali ke kerajaan dengan seorang manusia."
Pria yang duduk itu ternyata adalah ayah dari Melinda sekaligus Raja dari kerajaan Elf.
Raja Elf yang mendengar ucapan pengawal itu mengerutkan keningnya. "Hah, bocah itu. Aku sudah melarangnya untuk saat ini jangan kembali ke kerajaan dulu. Tetapi dia masih datang kembali, apa yang dilakukan Lit disana?. Sudahlah, karena ini semua sudah terjadi, apa boleh buat. Bagaimana dengan utusan dari dunia luar?."
"Para utusan sudah sampai di kerajaan tuan. Sekarang mereka masih di mension untuk istirahat."
"Baik yang mulia." Balas pengawal itu.
"Kamu boleh pergi sekarang."
Pengawal itu akhirnya pergi meninggalkan istana untuk melaksanakan perintah dari Raja Elf.
Sementara itu Raja Elf mengerutkan keningnya saat ini. "Jet. Bagaimana menurut dengan kabar itu?."
Jet yang merupakan pelayan pribadi Raja Elf berkata. "Yang mulia. Sepertinya Manusia yang bersama Melinda itu adalah orang yang telah membunuh Utusan lain dari dunia luar. Sebaiknya kita menangkap manusia itu dan di serahkan kepada utusan yang datang di kerajaan kita sekarang ini."
"Hmm,.." Raja kerajaan Elf mulai berpikir dengan hati-hati.
"Kalau begitu aku akan menyerahkan masalah ini kepadamu Jet."
"Baik tuan."
Jet kemudian pergi dari istana kerajaan. Setelah dia keluar, dia kemudian memasang sebuah kode tangan yang membuat banyak orang mulai berdatangan secara tiba-tiba.
"Salam tuan, Jet." Semua orang yang datang itu mengenakan jubah hitam yang tertutup saat ini.
"Segera bersiap. Kami akan menangkap seseorang atas perintah yang mulia."
__ADS_1
"Baik, tuan." Kemudian mereka menghilang lagi.
....
Kembali kepada rombongan Lux, setelah mereka beberapa hari berangkat. Mereka akhirnya sudah semakin dekat di ibukota kerajaan Elf. Tetapi hal yang tak terduga terjadi, Lux melihat suasana yang berbahaya di sekitarnya.
"Berhenti." Ucap Lux kepada semua orang dengan cepat.
Melinda dan yang lainnya segera berhenti, saat mendengar ucapan Lux.
"Ada apa Lux, kenapa kamu tiba-tiba berhenti?" Tanya Melinda penasaran.
Lux mulai mengamati hutan di sekitarnya, sebelum tersenyum dingin dan berkata. "Keluarlah, berhentilah bersembunyi seperti seekor tikus."
Saat Lux berbicara, tiba-tiba muncul sekelompok Elf yang berjubah hitam berdiri diantara dahan pohon. Sambil menodongkan panah ke arah Lux, Sasaki dan Risaki.
Sasaki dan Risaki segera mengeluarkan senjatanya, siap untuk bertempur. Sementara Melinda sangat terkejut dengan hal ini.
"Apa yang sedang kalian lakukan?. Dia adalah tamu turunkan senjata kalian semua."
Para elf berjubah hitam itu tidak menanggapi ucapan Melinda dan terus menodongkan panahnya.
Melinda yang melihat ini mengerutkan keningnya dan kemudian memandang Lit. "Lit, apa sebenarnya yang telah kamu sampaikan kepada Ayahku?."
Lit yang ditanya oleh Melinda segera menjawabnya dengan cepat. "Yang mulia putri, aku telah menyampaikan sesuai dengan ucapanmu."
"Lalu kenapa dengan hal ini?."
Lit yang mendengar hal ini tidak bisa tidak mengerutkan keningnya dan menatap para elf yang menodongkan senjatanya.
"Jet, keluarlah tidak perlu bersembunyi seperti seorang pengecut."
"Kukuku. Seperti yang di harapkan oleh Lit." Tiba-tiba seorang pria dengan perawakan sedikit tua, muncul.
Lux yang melihat pria ini mengerutkan keningnya. Sementara Melinda yang melihat Jet telah muncul, segera berkata dengan marah.
"Jet, berani-beraninya kamu menodongkan panah ke arah tamuku."
"Astaga dimana kesopanan saya. Salam yang mulia putri. Maafkan aku karena telat menyapa anda."
Jet tiba-tiba turun dari atas pohon. Sementara Melinda yang mendengar ucapan Lit segera berkata dengan marah.
"Berhentilah berbicara omong kosong Jet. Kenapa kamu mengepung tamuku."
Lit yang mendengar ucapan putri Melinda menyeringai dan berkata. "Hahahaha. Maafkan aku tuan putri ini semua adalah perintah dari yang mulia Raja."
Melinda dan Lit yang mendengar ini terkejut dan mengerutkan keningnya.
__ADS_1