
*Wilayah Suku Rubah
Saat ini di di wilayah suku rubah terdapat acara yang sangat meriah. Setiap orang tersenyum dan senang saat melihat Nona mereka akan segera menikah.
Berbeda dengan Lux yang melihat suasana pesta dengan tercengang.
"Ngomong-ngomong Yasaka. Kenapa aku belum melihat seorang pria sedikitpun disini?" Tanya Lux kepada Yasaka yang duduk disampingnya.
Saat Yasaka sedang menyesap anggur pemberian bawahannya dia tersenyum saat mendengar pertanyaan Lux yang tiba-tiba.
"Fufufu. Tentu saja disuku ini seorang pria dilarang masuk. Jadi wajar saja kamu tidak melihat pria seorangpun." Ucap Yasaka cekikan.
Sementara Lux yang mendengar ucapan Yasaka tercengang. "Jadi bagaimana denganku. Apakah kamu pikir aku ini perempuan?"
"Fufufu. Tentu saja kamu berbeda, kamu adalah suamiku." Ucap Yasaka sambil memeluk lengan Lux dengan mesra.
Sementara Lux yang melihat hal ini hanya bisa bernafas pasrah.
Saat Lux sedang menyesap minumannya tiba-tiba dia mengingat sesuatu yang dia lupakan. "Moon, apakah kamu ada disana?. Kamu bisa keluar sekarang."
Tiba-tiba bayangan Lux menampakkan seekor kucing hitam yang lucu. "Miaw"
Lux yang melihat Moon tersenyum dan mengangkatnya ke pelukannya.
"Hah, Sobat maafkan aku karena melupakanmu." Ucap Lux sambil membelai kepalanya.
Sementara kucing itu hanya menggeram senang atas perlakuan Lux.
"Eh, bukankah ini Shadow cat." Ucap Yasaka tiba-tiba saat melihat kucing hitam yang muncul dari bayangan Lux.
"Oh, kamu mengetahui asal usul kucing ini Yasaka?." Tanya Lux.
"Ya. Kucing ini sangat langka. Bahkan didalam buku kuno dijelaskan bahwa Shadow cat merupakan hewan suci." Ucap Yasaka sambil membelai bulu hitam moon.
"Hmm, jadi seperti itu. Ngomong-ngomong Yasaka apakah kamu memiliki semacam perpustakaan di sukumu ini?." Tanya Lux penasaran. Dia saat ini sangat memerlukan informasi yang banyak tentang dunia ini dan juga sistem meditasi mana.
"Fufufu. Tenang saja, dibenua ini perpustakaan kami merupakan salah satu perpustakaan terlengkap. Jadi kamu pasti akan menemukan semua informasi yang menjanggal hatimu selama ini." Ucap Yasaka sambil tersenyum menggoda didepan Lux.
__ADS_1
Lux yang mendengar ucapan Yasaka, tersenyum malu dan berkata. "Sepertinya aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan sesuatu darimu"
"Ara, apakah kamu sangat malu. Lucunya.." Ucap Yasaka sambil memeluk Lux dengan mesra.
Saat Lux dan Yasaka saling menggoda ditempat duduk mereka, tiba ada sebuah suara yang membuat mereka memperhatikan suara itu.
"Yasaka-sama selamat atas pernikahan anda." Ucap salah satu anggota suku kepada Yasaka.
Sementara Yasaka yang mendengar ucapan tiba-tiba dari anggota sukunya, segera membalas dengan senyuman.
"Terimakasih. Kalian semua dapat menikmati pesta ini dengan bahagia. Jangan terlalu canggung dan formal." Ucap Yasaka kepada para anggota sukunya.
Semua orang yang mendengar ucapan Yasaka tersenyum senang dan segera melanjutkan acara pernikahan Lux dan Yasaka dengan bahagia.
.........
Sementara itu di istana kerajaan Beast saat ini, duduk seorang pria paruh baya berwatak seperti singa.
"Bagaimana?, Apakah Yasaka sudah membalas pesan yang telah ku buat?." Tanya Raja kerajaan Beast.
"Sudah Yang mulia dia akan segera datang keistana besok." Ucap pengantar pesan sambil bersujud didepan Raja Kerajaan Beast.
"Ayah, tolong berikan Nona Yasaka kepadaku. Biar aku yang menghukumnya atas perilaku sewenang-wenangnya." Ucap Pangeran pertama kerajaan Beast, Otar.
"Yang diucapkan pangeran pertama benar yang mulia. Tolong berikan kewenangan kepada pangeran Otar untuk mengambil alih hukuman Yasaka." Ucap seorang pria yang memiliki telinga serigala berwarna hitam. Dia adalah Yamada Kepala suku Serigala.
"Sudah cukup. Sudah aku bilang kita akan menunggu Yasaka terlebih dahulu untuk meminta penjelasan Sebelum kita membuat keputusan. Apakah kalian tidak mendengar ucapanku?" Ucap Raja dengan dingin, kemudian auranya mulai bocor.
Otar dan Yamada segera buru-buru meminta maaf.
"Maafkan kekasaranku Ayah." Ucap Otar sambil bersujud.
"Maafkan kekasaran hambamu ini juga yang mulia." Ucap Yamada yang ikut bersujud dibelakang Otar.
"Sudahlah. Kalian berdua boleh pergi sekarang." Ucap Raja kerajaan Beast.
Otar dan Yamada segera meninggalkan ruangan istana. Saat mereka diluar tiba-tiba Yamada berkata kepada pangeran Otar.
__ADS_1
"Pangeran, saat suku Rubah berada digenggaman anda. Bisakah aku memiliki sebagian wanita dari suku Rubah." Ucap Yamada sambil menjilat bibirnya.
"Tenang saja Yamada, saat Yasaka berada digenggamanku aku tidak akan melupakanmu. Kupastikan kamu akan mendapatkan bagian yang setimpal." Ucap Otar dengan tenang.
"Hehehehe. Pangeran memang yang terbaik." Balas Yamada tersenyum.
"Hahahaha. Yasaka kamu tidak akan bisa kabur lagi. Akan kubuat kamu tunduk dibawah selangkanganku nanti." Ucap Otar sambil tertawa. Sementara Yamada disamping Otar, ikut tertawa bersama.
Saat Otar dan Yamada sedang berdiskusi dengan senang. Berbeda dengan Raja yang saat ini berada didalam istana sedang berdiskusi dengan seorang yang mengenakan jubah gelap.
"Bagaimana Sasaki?. Apakah kamu mengetahui kenapa Yasaka membunuh baki dari suku Serigala?." Tanya Raja.
"Yang mulia setelah aku mengumpulkan beberapa informasi. Aku menemukan bahwa ini semua adalah konspirasi dari pangeran Otar dan Yamada kepala suku Serigala. Mereka memerintahkan baki untuk membunuh orang-orang dari suku Rubah. Yasaka yang melihat hal ini akhirnya marah dan mengejar baki dihutan terlarang. Setelah hal itu aku tidak mengetahui lebih rinci tetapi aku mendengar kabar bahwa di alam tersembunyi saat itu terjadi gempa dan badai yang dahsyat. Aku curiga itu akibat pertarungan dari Nona Yasaka dan Baki." Ucap Sasaki kepada Raja kerajaan Beast.
"Hmm, seperti anak itu, Otar. Belum pernah berubah, dia selalu membuat rencana yang kasar dan tidak kompeten. Aku harus menghukumnya nanti saat Yasaka tiba di istana." Ucap Yamada marah.
Sementara itu Sasaki yang berada diruang Raja Beast segera berpamitan kepada Raja dan kemudian menghilang dari ruang istana.
"Sepertinya ada yang aneh. Seingatku Yasaka adalah orang rasional, dia tidak akan membunuh kalau itu dapat membahayakan anggota sukunya. Tetapi sekarang ini dia membunuh baki tanpa pandang bulu. Hmm, sepertinya aku memang harus menunggu Yasaka untuk mejelaskan lebih rinci." Ucap Raja Kerajaan Beast.
.....
Kembali kepada Lux yang saat ini berada diruang perpustakaan, sedang membaca buku.
Setelah acara pernikahannya dengan Yasaka selesai dia langsung meminta Yasaka untuk mengantarnya di perpustakaan.
"Hmm, jadi seperti itu. Setelah tahap meditasi mana core putih ada lagi yang namanya tahap peleburan Mana, tahap saint, tahap setengah Abadi dan terakhir tahap abadi. Di masing-masing tahap ada tiga tingkatan juga yaitu awal, menengah dan puncak." Gumam Lux dengan tenang.
"Sepertinya aku harus lebih hati-hati kedepannya. Dari tahap yang aku lihat ini berarti banyak sekali orang kuat disini." Lanjut Lux. Kemudian dia terus membaca untuk menambah ilmu pengetahuannya.
Saat Lux sedang membaca buku dengan tenang tiba-tiba moon mengeong kepadanya. "Meow.."
Lux yang sedang membaca segera menghentikannya dan melihat Moon yang sedang menggigit sebuah buku.
"Eh, apakah kamu memberikan buku ini kepadaku?." Tanya Lux kepada Moon.
Moon yang mendengar pertanyaan Lux segera mengangguk. Lux kemudian mengambil buku itu dan terkejut saat melihat judul sampulnya.
__ADS_1
"Teknik Meditasi Gagak Emas."