King Of Lux

King Of Lux
Chapter 50 Bangsa iblis.


__ADS_3

*Di Istana kerajaan Beast


Didalam istana saat ini terdapat raungan yang sangat keras, sampai terdengar hingga di luar istana.


"Aaaaa. Manusia, aku akan membunuhmu. Dimanapun kamu bersembunyi, aku akan mencari dan membunuhmu." Teriak Raja Lion dengan marah, sekaligus air mata bercucuran di matanya. Dia memegang kepala putranya dengan rasa bersalah.


"Tenanglah Lion. Kamu seorang Raja sekarang. Komandan Konte, bisakah kamu menjelaskan lebih detail lagi apa yang terjadi?, sehingga menyebabkan kamu menerima kekalahan yang memalukan seperti ini." Tanya Leluhur Bur.


Konte yang mendengar ucapan Leluhur Bur, segera menjawab. "Ini semua karena pengkhianatan Sasaki dan Risaki, Leluhur."


Raja Lion yang mendengar hal ini kembali marah. "Apa maksud ucapanmu itu Konte?, Tidak mungkin Sasaki dan Risaki berkhianat. Kunci segel kutukannya masih ada padaku. Jangan membuat alasan atas kelalaianmu Konte, kamu akan di makamkan bersama putraku."


Konte yang mendengar ucapan Raja Lion mengerutkan keningnya. Sementara Bahal yang sekarang berada juga di dalam istana kerajaan, segera mendukung Konte.


"Raja Lion, sepertinya kamu semakin tidak masuk akal saja. Apakah kamu tidak mendengar ucapan Konte?. Sasaki dan Risaki telah berkhianat, kalau tidak seharusnya mereka berdua sudah berada di sini sekarang." Balas Bahal dengan tenang.


"Diamlah, Bahal. Siapa yang tahu bajingan Konte ini membunuh Sasaki dan Risaki untuk menghilangkan barang bukti." Teriak Raja Lion dengan marah.


"Tenanglah Lion, sepertinya yang di ucapkan Konte memang benar. Apakah kamu tahu kenapa mereka berdua berkhianat?." Tanya Leluhur Bur.


"Dari apa yang aku dengar mereka berkhianat karena kutukan mereka telah hilang dan ingatan mereka telah pulih. Sementara kenapa kutukannya bisa hilang, aku tidak tahu." Konte menjelaskan.


"Apa?. Bagaimana mungkin?, Kutukan itu adalah kutukan..." Sebelum Raja Lion bisa melanjutkan, tiba-tiba Leluhur Bur, memotongnya.


"Lion." Tegur Leluhur Bur.


Lion yang mendengar ucapan Leluhur Bur, tahu, dia telah kelewatan. 'Ugh, sialan. Sepertinya kematian putraku membuat diriku gampang emosional dan tidak berpikir secara rasional.'


Saat mereka masih dalam diskusi, tiba-tiba mereka di intruksi oleh sebuah pengawal yang datang dengan panik.

__ADS_1


"Yang mulia ada berita penting." Ucap pengawal itu dengan keringat dingin.


Raja Lion yang mendengar ucapan pengawal itu mengerutkan keningnya dan berkata."Berita apa, sehingga membuatmu secara lancang datang ke sini tanpa izin."


"Maafkan aku yang mulia. Tetapi ini berita tentang Pangeran kedua Tetsu. Saat dia akan di bawa oleh bangsawan monyet putih ke gunung putih. Tiba-tiba mereka mengalami penyergapan oleh bangsa iblis dan pangeran kedua di bawah pergi oleh mereka." Ucap pengawal.


'Hm, sepertinya mereka telah berhasil. Baguslah..' Pikir Raja Lion dengan puas.


Sementara Leluhur Bur yang mendengar ucapan pengawal segera berteriak. "Apa?. Berani-beraninya bangsa iblis melakukan hal itu. Apakah mereka ingin memulai perang?." Saat Leluhur selesai berbicara dia menghadap Raja Lion dan memberikan semacam kode.


Raja Lion yang melihat hal ini paham dan segera berkata. "Memang benar. Berani-beraninya mereka melakukan tindakan itu. Bagaimana menurutmu Bahal dengan ini?."


Bahal yang dari tadi melihat interaksi antara Leluhur Bur dan Raja Lion memiliki wajah muram. Sebenarnya Bahal telah mengetahui rahasia yang di sembunyikan Raja Lion dari informasi yang di berikan Konte kepadanya.


Saat mendengar hal itu dari Konte dia sangat kecewa kepada Raja Lion dan ingin sekali menggulingkanya, etapi saat ini Raja Lion masih memiliki Leluhur Bur sebagai pendukunnya dan juga kondisinya yang masih belum pulih.


'Bajingan. Tunggu saja aku akan membunuh kalian semua para pengkhianat, cepat atau lambat.' Pikir Bahal dengan kesal, tetapi tidak di tunjukkan di ekspresinya.


Saat Bahal masih dalam khayalannya, Leluhur Bur yang melihat Bahal melamun segera bertanya lagi padanya. "Bahal. Apakah kamu tidak mendengar apa yang di katakan Raja Lion?."


Bahal segera sadar dan menghadap kepada Raja Lion. "Yang mulia. Sepertinya untuk perang dengan mereka kita masih belum siap. Kita masih dalam kondisi yang rentan sekarang. Apalagi dengan kekalahan Konte saat ini, itu membuat kita mungkin tidak di untungkan."


"Hmm. Sepertinya yang kamu katakan itu memang benar. Jadi menurutmu apa yang harus kita lakukan?." Tanya balik Raja Lion.


Bahal yang mendengar pertanyaan Raja Lion, mengernyit. "Hah, bagaimana kalau kita coba dulu bernegosiasi dengan mereka?. Tetapi ingat yang mulia, bangsawan monyet putih harus di ikut sertakan dalam masalah ini."


"Hmm, kesampingkan masalah bangsawan monyet putih. Rencanamu tentang bernegosiasi sepertinya sangat bagus."


Bahal yang mendengar balasan Raja Lion mengerutkan keningnya, tetapi kemudian dia menenangkan dirinya lagi. "Aku akan mengikuti apa yang di katakan yang mulia."

__ADS_1


"Ok. Pengawal segera kirimkan delegasi kita ke Kerajaan Chaos." Perintah Raja Lion.


"Baik yang mulia." Balas pengawal itu kemudian keluar ruangan.


Sementara itu Bahal yang saat ini tidak ingin berada di ruangan ini lebih lama segera pamit. "Yang mulia, karena urusan semua di sini telah selesai, aku mohon pamit dan juga ingin membawa Konte bersamaku."


Raja Lion yang mendengar hal ini mengerutkan keningnya. Dia sebenarnya tidak ingin melepaskan Konte dan ingin sekali membunuhnya sekarang. Tetapi karena situasinya tidak baik sekarang dia segera mengizinkannya.


"Baiklah." Balas Raja Lion.


Bahal yang mendengar ucapan Raja Lion segera beranjak pergi bersama Konte.


Saat mereka berdua keluar dari istana. Raja Lion yang berada di tahta segera berkata kepada Leluhur Bur. "Leluhur bagaimana menurutmu. Apakah dia telah mengetahuinya?."


"Hmm, sepertinya dia tidak mengetahuinya. Tetapi kamu harus terus mengawasinya, agar tidak terjadi kecelakaan nantinya." Balas Leluhur Bur dengan tenang.


Raja Lion yang mendengar nasihat Leluhur Bur, mengangguk dan kemudian dia melihat mayat putranya lagi. "Hah, pengawal segera bawa mayat pangeran Otar dan selenggarakan upacara pemakaman yang layak."


Beberapa pengawal yang mendengar ucapan Raja Lion, mengangguk. Kemudian mereka mengangkat mayat pangeran Otar dan meninggalkan ruangan.


....


Sementara itu di hutan lebat, antara perbatasan kerajaan Beast dan Chaos, terdapat tiga orang yang sedang menunggu seseorang. Salah satu dari tiga orang itu sangat marah saat ini.


"Bajingan Lion itu menyuruh kita hanya untuk menyelamatkan anaknya yang cacat mental ini dan akibatnya banyak prajurit iblis kita yang mati di tangan monyet sialan itu. Ugh, setelah aku melihatnya, dia harus memberikan hal yang setimpal dengan ini, kalau tidak jangan salahkan aku nanti Lion." Ucap seorang pria dengan rambut hitam panjang dengan mata yang memiliki pola vertikal berwarna merah.


"Tenanglah Zef. Kita masih dalam posisi aliansi sekarang dengan Kerajaan mereka. Kalaupun kamu ingin membunuhnya, lakukan setelah tujuan aliansi selesai." Balas seorang pria paruh baya dengan rambut hijau.


Zef yang mendengar ucapan pria paruh baya berambut hijau itu mendengus dan tidak berkata lagi.

__ADS_1


__ADS_2