King Of Lux

King Of Lux
Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.


__ADS_3

Persedian makanan telah habis akibat bepergian tanpa istirahat dan singgah di kota-kota sebelumnya. Mereka takut pergi kekota lain yang mungkin bisa berbahaya bagi sang putri yang sedang dicari oleh pangeran pertama.


Berbeda dengan kota Liber yang pemimpinnya adalah saudara kandung dari Ratu Lin ibu dari tuan putri yang aman di tinggali untuk sementara sebelum berangkat keluar dari wilayah kerajaan Mesh dan pergi ke kerajaan Matahari untuk berlindung.


Jadi mereka saat ini sama sekali tidak memiliki pasokan makanan.


Phil kemudian melihat binatang buas yang berserakan di tanah. "Tuan Bray. Apakah tuan Lux mau memberikan sedikit daging monster berharga ini?."


"Ini?. Aku tidak tahu tuan Phil. Monster ini sangat mahal di jual dipasaran, aku takut mungkin dia tidak akan memberikannya." Ucap Bray ragu.


Phil yang mendengar hal ini semakin frustasi. "Hah, kami saat ini tidak memiliki uang yang banyak. Aku takut mungkin itu tidak akan mampu membelinya."


Bray yang mendengar ucapan Phil kemudian kembali berpikir dan kemudian akhirnya memutuskan berbicara kepada Lux. "Tuan Phil, biar aku berbicara dengan tuan Lux. Siapa tahu dia mau menolong kami."


"Biar aku ikut denganmu tuan Bray."


Bray mengangguk dan kemudian mereka berdua pergi menghampiri Lux.


Lux yang saat ini menutup matanya dibawah pohon, langsung membukanya saat melihat kedatangan Bray dan Phil. "Ada apa tuan Bray?. Apakah kita akan segera berangkat?."


"Ah, bukan seperti itu tuan Lux. Sebenarnya para prajurit kami sekarang sedang dalam keadaan buruk. Aku takut mungkin mereka tidak akan bertahan dalam perjalanan nanti. Jadi aku ingin sedikit minta tolong kepada tuan Lux. Apakah aku bisa meminta sedikit daging monster yang tuan bunuh untuk para prajurit?." Tanya Bray dengan gugub.


Phil yang berada disamping Bray juga menatap Lux dengan penuh harap.


Sementara Lux yang mendengar ucapan Bray melihat para prajurit dibelakangnya yang sedang terbaring ditanah terluka parah.


"Hum, sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan monster itu. Kalian bisa memiliki semuanya." Ucap Lux dengan lugas.


Bray dan Phil yang mendengar ucapan Lux sangat terkejut dan juga bahagia.


"Tuan Lux apakah kamu benar memberikan semua monster ini kepada kami?. Kamu mungkin tidak mengetahuinya bahwa monster ini kalau sampai dijual itu mungkin sampai ribuan emas?." Ucap Bray.


"Benar tuan, kami hanya memintanya sedikit jadi aku takut kami tidak akan mampu membayarnya kalau tuan memberikan kami sebanyak ini." Lanjut Phil.

__ADS_1


Lux tersenyum dan berkata. "Tidak apa-apa tuan Bray, tuan Phil. Aku memang benar-benar tidak membutuhkan monster itu. Kalian dapat memiliki semuanya."


Bray dan Phil yang mendengar hal ini sangat senang dan kemudian berterimakasih kepada Lux. "Terimakasih banyak tuan Lux. Kami pasti akan membalasnya saat kami tiba di kota Liber nanti."


"Sama-sama. Ngomong-ngomong prajurit kalian sekarang sedang terluka, biar aku menyembuhkan mereka semua." Ucap Lux dengan senyuman.


"Apakah tuan Lux seorang penyembuh?." Ucap Bray dengan terkejut.


"Tidak. Tetapi aku tahu sedikit tentang pengobatan." Ucap Lux


"Kalau seperti itu tolong bantuannya tuan Lux." Balas Bray.


Lux yang mendengar permohonan Bray tersenyum dan kemudian berdiri dan menghampiri para prajurit yang terluka itu bersama Bray dan Phil.


Sesampainya ditempat prajurit sedang beristirahat, Lux melihat bahwa sebagian dari mereka sudah ada yang sangat sekarat. Lux tidak berbasa basi dan langsung mengeluarkan sihirnya.


"RECOVERY."


Semua orang tercengang melihat hal ini dan para prajurit yang semula sekarat. Sekarang langsung bangun dan bingung dengan keadaannya yang tiba-tiba sembuh dan berenergi.


"Ini?. Luar biasa. Apakah tuan Lux seorang Abadi?." Tanya Bray dengan tampang kagum dan para prajurit yang berada dibelakangnya juga penasaran.


Lux yang mendengar hal ini tersenyum dan tidak menjawabnya. "Hahahaha. Maaf tuan Bray. Aku mungkin tidak dapat mengatakannya."


"Ah, tidak apa-apa tuan Lux. Seharusnya aku yang meminta maaf karena bertanya mengenai rahasia anda. Kami seharusnya berterimakasih terlebih dahulu kepada anda tetapi aku malah bertindak tidak sopan. Mohon maaf tuan Lux." Ucap Bray dengan nada tulus.


Lux yang melihat hal ini tersenyum dan kemudian berkata. "Tidak apa-apa tuan Bray, santai saja."


Bray yang mendengarnya menghela nafas lega dan kemudian berbalik dan melihat para prajuritnya. "Apa yang telah kalian lakukan?. Cepat segera berterima kasih kepada tuan Lux yang telah menolong kalian semua."


Para prajurit yang mendengar ucapa kapten mereka segera berdiri dan kemudian berterima kasih kepada Lux secara bersamaan.


"Terimakasih tuan Lux." Teriak mereka semua sambil menempatkan tangannya dibagian dada kirinya.

__ADS_1


Lux tersenyum dan berkata. "Kalian semua pasti sedang lapar sekarang. Biar aku membuat makanan untuk kalian semua sebelum kita berangkat ke kota Liber."


"Ini?. Tuan Lux biarkan kami yang melakukan pekerjaan seperti itu. Tuan Lux dapat duduk dengan tenang dan menunggunya saja." Ucap Bray.


Phil juga mengangguk kepalanya atas persetujuan ucapan Bray. Sedangkan Lux yang mendengar ucapan Bray masih tersenyum dan kemudian membalasnya lagi.


"Tdak apa-apa tuan Bray. Aku kebetulan juga seorang Gourmet. Jadi ini merupakan pekerjaanku juga." Ucap Lux, berbohong. Dia sebenarnya hanya tidak ingin manusia lidah tawar ini membuat makanan.


Beberapa bulan lalu selama dia tinggal di alam tersembunyi. Lux sudah mulai merubah sedikit demi sedikit kebiasaan dia alam itu. Baik dari segi makanan, kebersihan, bangunan dan yang lainnya.


Maka dari itu dia sudah mulai menikmati kembali dunia modernnya tidak ingin kembali mencicipi masakan dari dunia ini yang tidak memliki cita rasa.


Lux kembali dari pikirannya dan melihat Bray yang tampak kagum.


"Baiklah tuan Lux. Sekali lagi terima kasih atas semuanya." Ucap Bray yang semula terkejut dan kagum dengan pria didepannya.


Lux mengangguk dan kemudian mengambil salah satu binatang buas yang berbentuk seperti banteng raksasa dan kemudian memindahkannya di alam tersembunyi.


Lux memindahkan Banteng itu dialam tersembunyi agar dia bisa membersihkan tulang, organ dalam dan kulitnya dengan cepat.


Menggunakan Hukum dialam tersembunyi Lux segera menfokuskan kemampuannya ke arah banteng itu. Segera Banteng itu mulai bercahaya dan hanya menyisahkan dagingnya saja.


Lux kemudian mengeluarkan daging itu dari alam tersembunyi dan langsung meletakkannya diwadah.


Setelah itu Lux mengeluarkan kompor portabel yang dia buat saat itu dan menyalakan api.


Setelah api menyala Lux letakan dagingnya kedalam wajan dan kemudian menambahkannya dengan air dan berapa bumbu khusus yang dia buat untuk sebuah sup.


Setelah beberapa menit sup daging yang dia masak akhirnya selesai dan kemudian dia meletakkannya di tempat yang cukup besar sebagai tempat.


Bau harum makanan yang dibuat oleh Lux menyebarkan di hidung para prajurit. Mereka semua tidak bisa tidak meneguk air liur mereka dengan bau ini. Bahkan bau makanan yang dimasak Lux tidak hanya dicium oleh para prajurit tetapi juga putri kecil kerajaan Mesh yang berada di gerbong kereta.


"Hah, Bau yang sangat enak. Siapa yang memasak makanan seenak ini?. Setahuku Bray dan Phil tidak memiliki skill seperti ini." Ucap sang putri dengan ekspresi terkejut dan memerah malu.

__ADS_1


__ADS_2