
Leo sebelumnya dia belum mengetahui bahwa dia bukan putra sah dari Raja Grey dan Ratu Alisa, tetapi setahun yang lalu ayah Alisa Gordon mengungkapkannya. Leo sangat terguncang dan juga marah saat itu.
Dia berpikir pada saat itu, bahwa wajar saja dia tidak pernah di berikan kasih sayang oleh Raja Grey dan Alisa, hanya saudaranya Kevin yang selalu di manjakan. Ternyata penyebabnya adalah hal ini.
Gordon yang saat itu melihat suasana Leo segera mengajak dia ikut bersamanya untuk pergi ke kerajaan Ness, tempat dia sebenarnya berasal.
Saat kepergian mereka disana, dia mendapatkan iming-iming bahwa kalau dia membantu Kerajaan Ness menaklukan Kerajaan Green. Maka dia akan di berikan gelar Raja Green berikutnya oleh kerajaan Ness.
Pada saat itu Leo sangat senang mendengar Wahyu itu dan berharap hal itu akan terjadi nantinya.
Leo kemudian melihat Ratu Alisa dengan dingin dan berkata.
"Ratu Alisa, berhentilah berbicara omong kosong denganku. Aku tidak sabar melihat mayatmu nanti." Leo berkata dengan dingin.
"Kamu.." Alisa sangat marah mendengar ucapan dari Leo.
Sementara itu Kevin yang mendengar kebenaran ini sangat terkejut.
"Leo, walaupun kamu bukan anak dari ibu. Dia selalu memperlakukanmu dengan baik. Beraninya kamu berbicara kepadanya seperti itu."
Leo yang mendengar ucapan Kevin langsung tertawa. "Hahahaha. Kevin, bajingan bodoh. Kamu adalah orang yang akan aku bunuh nanti dengan tanganku sendiri."
"Leo.." Balas Kevin dengan marah saat mendengar ucapan Leo.
Sementara itu beberapa bangsawan termasuk Foban, Semiramis, Rose dan yang lainnya sangat terkejut saat mendengar Wahyu ini.
'ini?, Apakah karena ini ibu dan ayah juga memasukan Ray sebagai pangeran kerajaan Green.' Pikir Rose dengan rumit.
Saat Raja Grey mendengar perdebatan antara Ratu Alisa, Kevin dan Leo. Dia mulai berbicara kepada Ratu Alisa untuk berhenti.
"Alisa, sudah cukup. Percuma berbicara lagi. Aku sebenarnya cukup curiga dengan mereka berdua. Kenapa mereka tiba-tiba mengirimkan dua anak dari kerajaan Ness dan Demon di kerajaan kita?, tetapi aku sudah mengetahuinya. Itu karena agar mereka lebih mudah mendapat akses di kerajaan kita. Sehingga membuat kerajaan kita lebih rentan."
Saat Ron Asmodeus mendengar ucapan Raja Grey. Dia melihanya dengan senyum main-main bersama rekannya.
"Kukuku. Raja Grey, sepertinya kamu tidak sepenuhnya bodoh. Kamu memang benar, kami mengirim seorang anak ke kerajaan kalian, semata-mata hanya untuk membuat kalian semua lengah."
Linlin dan Alisa yang mendengar ucapan utusan itu sangat marah. "Sudah kuduga. Dari dulu aku memang curiga dengan mereka berdua."
"Kukuku. Walaupun kalian mengetahui rencana kami itu tidak merubah keadaan kalian. Karena di hadapan kekuatan absolute ini, kalian bagaikan semut." Kedua Utusan itu tiba-tiba mengeluarkan dan langsung menindas mereka semua.
Raja Grey dan yang lainnya, saat merasakan aura ini, langsung ketakutan.
"Apakah ini kekuatan dewa?. Sialan, kenapa jadi seperti ini. Padahal kami sudah menerima setitik Cahaya tadi, sekarang malah kembali ditekan." Ron Fos berkata dengan gugub.
__ADS_1
"Kekuatan ini?, Peleburan Mana tahap puncak." Ucap Brayan Horn, mengerutkan keningnya.
Rose, Semiramis, Foban dan yang lainnya terkejut dan bingung saat mendengar ucapan Brayen.
Sementara dua utusan itu segera melihat Brayen Horn dengan dingin. "Hooo. Pak tua Hobbit, sebaiknya kamu tidak ikut campur dengan urusan kami. Kalau tidak, bukan hanya kamu yang akan mati, tetapi suku Hobbitmu juga akan kami buruh di dunia Core."
"Cui, lebih baik aku mati dari pada menyerah kepada kalian bangsa iblis."
"Sepertinya kamu memang ingin cepat mati." Ron Asmodeus segera menyuruh rekannya untuk segera bertindak.
Rekannya paham dan segera menghilang secara tiba-tiba dan muncul didepan Brayen, langsung melesatkan pukul yang sangat kuat.
Brayen yang melihat serangan ini terkejut dan berkeringat dingin. Dia ingin menghalaunya dengan menggunakan palunya tetapi dia sedikit terlambat.
*Bamm
Brayen terlempar di tanah dengan kuat, membuat tanah itu hancur. Beberapa saat disana terlihat Brayen batuk banyak darah.
"Tuan Brayen." Teriak Rose dengan khawatir.
Sementara itu Raja Grey terguncang melihat serangan itu. 'Kalau sarangan itu mengenaiku. Mungkin aku akan terluka parah.'
Berbeda dengan Linlin dan Alisa yang sangat putus asa sekarang ini.
Raja iblis yang mendengar ucapan Linlin mendengus. "Linlin dasar bajingan pengkhianat. Tidak saja kamu mengkhianati ras iblis. Kamu bahkan berani punya anak dengan seorang manusia dan sekarang kamu ingin aku melepaskan kerajaan Green, dalam mimpimu."
Linlin yang mendengar ucapan Raja iblis sangat marah, tetapi menahannya. Saat dia ingin memohon lagi, tiba-tiba Raja Grey menghentikannya.
"Cukup Linlin. Jangan memohon kepada musuh. Kalian semua segera mundur."
Alisa dan Linlin terkejut mendengar ucapan Raja Grey. "Yang mulia, apa yang ingin kamu lakukan?."
"Hah, Alisa, Linlin. Aku sudah sekarat sekarang. Berkat obat terlarang yang aku minum, aku mampu bertahan selama ini. Mungkin sudah waktunya aku berkorban untuk kerajaan ini untuk terakhir kalinya. Aku serahkan kerajaan ini kepada kalian Alisa, Linlin." Raja Grey berkata dan tersenyum kepada mereka berdua.
Raja Grey kemudian terbang kearah dua utusan itu dan menyebutkan sebuah teknik yang sangat terlarang untuk Ras Naga.
"BLOOD SACRIFICE"
Segera sebuah Zona darah menutupi Raja Grey dengan dua utusan itu.
Linlin dan Alisa yang melihat hal ini tidak bisa lagi menahannya. Meraka saling berbalik kemudian mengangguk dan segera mereka ikut terbang dan masuk ke Zona yang di ciptakan Raja Grey.
Belum sampai di situ, mereka berdua kemudian memeluk tubuh Raja Grey dan mengalirkan mana mereka berdua kepadanya.
__ADS_1
"Linlin, Alisa?.." Raja Grey terkejut dengan hal ini.
"Rajaku, apakah kamu ingat janji yang kami buat bersamamu. Kalau kamu sedih, kami akan ikut mengambil kesedihanmu, kalau kamu terluka, kami akan ikut menanggung cederamu dan kalau kamu mati, kami akan ikut bersama dirimu."
Raja Grey yang mendengar hal ini tidak bisa menahan air matanya dan segera memeluk mereka berdua. "Terimakasih telah bersamaku selama sisa hidupku."
"Um." Mereka berdua mengangguk dengan sedih dan ikut memeluk Raja Grey.
Kemudian sebuah cahaya merah menyelimuti mereka bertiga dan menyebar ke zona yang diciptakan Raja Grey.
Sementara itu kedua utusan itu yang melihat hal ini terkejut dan langsung berkeringat dingin. "Sialan. ini adalah pengorbanan darah. Teknik buas dari Ras Naga."
Saat mereka berdua ingin menjauh dari Zona yang di ciptakan Raja Grey, ternyata tubuh mereka ditahan oleh sesuatu, membuat tubuh mereka tidak bisa bergerak.
*Boom
Segera ledakan Cahaya merah mulai mengelilingi Zona dan gempa bumi terjadi. Semua orang yang melihat ini tercengang. Tetapi berbeda halnya dengan Rose, Arthur, Nana dan Kevin yang sangat sedih saat melihat kematian Ayah dan ibu mereka.
"Ayah, Ibu .." Teriak mereka berempat.
"Grey sialan itu, tidak aku sangka dia akan melakukan serangan terakhir seperti ini. Bagaimana dengan para utusan?" Gumam Raja Ness.
"Kalau Utusan mati, Rencana kita tidak akan pernah berubah." Balas Raja Iblis.
"Hehehehe. Aku menyukai sisimu ini."
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya kekuatan itu mereda.
Saat Raja Ness dan Demon berharap kematian dua utusan, mereka terkejut saat melihat bahwa hanya terdapat satu orang yang masih rukuk di tanah.
"Sialan, untung aku masih memiliki artefak kelas Legendaris yang di berikan oleh tuanku, kalau tidak aku mungkin akan mati." Ucap Ron Asmodeus dan kemudian melihat rekannya yang tinggal debu saja. "Cih, dengan kamatianmu ini membuatku lebih mudah untuk menguasai alam tersembunyi ini."
"Sialan, bahkan dengan pengorbanan Raja, dia masih belum mati juga." Ucap Foban dengan sedih.
Sementara yang lainnya ikut sedih dan putus asa juga, termasuk Rose.
'Apakah ini akhirnya?. Lux, maafkan aku. Aku mungkin akan meninggalkanmu duluan.' Pikir Rose sambil memegang perutnya. Sementara Fifian dan Bendeta memeluknya dengan sedih.
Saat semua orang dalam keadaan putus asa, tiba datang suara yang sangat dingin di belakang Ron Asmodeus.
"Berani-beraninya sampah sepertimu menginjakkan kaki disini."
Ron Asmodeus terkejut mendengar suara yang tiba-tiba data di belakangnya, sebelum dia bisa berbalik, tiba-tiba sebuah tendangan kuat mengenai wajahnya, yang membuat dia terlempar seperti layang-layang rusak.
__ADS_1
Sementara itu saat Rose, Fifian dan Benedeta melihat kedatangan orang itu, berteriak. "LUX"