
Kini tinggal Manggala dan Resa Gana, yang tersisa dari puluhan pemuda yang ikut penyaringan, pencarian calon murid kelas atas tingkat lima puluh perguruan Pedang kembar.
Karna harimau putih telah kehabisan tenaga, maka Mentari memutuskan di adakan pertarungan, satu lawan satu antara Manggala dan Resa Gana.
"Hei..! Pemuda tampan, siapa namamu.?" tanya Mentari, dengan lantang, sambil menunjuk pada Manggala.
"Nama Saya Manggala Kak!" jawab Manggala, sambil menunduk di depan Mentari.
"Baiklah semua, yang ada di sini menjadi saksi, Manggala dan Resa Gana harus mengadakan pertarungan penentuan, siapa yang akan terpilih tahun ini, yang akan menjadi murid Perguruan Pedang Kembar!" ujar Mentari, dengan begitu lantang ia pun mundur dari depan Manggala Surya Kencana dan Resa Gana.
Kini tinggal Manggala dan Resa Gana yang saling berhadapan, Manggala menunduk di depan Resa Gana untuk memberi hormat, Resa Gana malah tertawa penuh kesombongan.
"Ha ha ha...!" Manggala, siapa pun Namamu! Sebaiknya kau mengundurkan diri, jika Kau tidak ingin terluka, atau berakhir di arena ini.!" bentak Resa Gana dengan begitu sombong.
"Maap Resa Gana, kita belum mencoba, siapa yang akan menjadi murid Perguruan Pedang Kembar tahun ini, kita lihat saja nanti.!" jawab Manggala, begitu tenang.
"Baik lah kalau begitu, jangan salah kan aku! Heaaa...!" Resa Gana lansung melompat menyerang dengan begitu cepatnya ke arah Manggala Surya Kencana, namun yang di serang malah tersenyum tipis.
Wusss....!"
Tap....!
"Heh....!"
Resa Gana terkejut bukan kepalang, karna tidak menyangka Manggala akan menahan tendangannya itu, hingga mau tak mau ia terpaksa melompat mundur, karna hempasan tenaga pukulan tàngan kosong Manggala itu.
__ADS_1
"Hiyaaat....!"
Resa Gana meningkatkan tenaga dalamnya, sehingga tampak cahaya kuning menyelubungi tubuhnya, ia pun bersiap menyerang Manggala lagi.
"Ayo Manggala! Tingkatkan tenaga dalammu, hadapi dia.!" teriak Mentari, sambil memandangi Manggala, gadis cantik murid senior Perguruan Pedang Kembar itu, tampak berharap Manggala lah yang keluar sebagai pemenang pertarungan itu.
Manggala Surya Kencana, hanya menunduk sedikit ke arah Mentari, tanpa meningkatkan tenaga dalamnya, ia masih memakai 'Jurus Jiwa Dewa'. dan 'Jurus Raga Dewa'. jadi ia tetap tenang, namun dengan kesaktian nya, Manggala bisa menyembunyikan aura tenaga dalamnya.
"Heaaa....!"
Resa Gana melompat dengan begitu cepat, dengan kedua tangan di depan dada dada, cahaya kuning menyelubungi tubuhnya.
Swoss....!
Desss....!
Ledakan dahsyat terjadi ketika ketika tangan Resa Gana menyentuh tubuh Manggala, debu beterbangan, papan yang tersusun rapi sebagai lantai arena itu beterbangan, semua mata yang melihat ke arah Manggala dan Resa Gana masih penuh tanda tanya, siapa yang masih berdiri, dan siapa yang jadi mayat.
Manggala yang terhalang pandangannya, mengibaskan tangannya mengusir debu debu itu, sekali ayunan tangannya, angin seperti angin puyuh membawa semua debu debu itu terbang meninggalkan tempat itu.
Kini terlihat, Resa Gana yang berusaha berdiri, dengan memegangi dadanya, tampak ada noda darah di sela sela bibirnya, tanda ia mengalami luka dalam.
Semua mata yang ada di tempat itu, tertuju pada Manggala yang berdiri dengan tegap, tanpa terjadi apa pun, tanpa ada goresan, debu pun tidak ada yang mengenainya.
Semua mata berdecak kagum, mereka mulai meneriakkan nama Manggala,hanya ayah Resa Gana dan anak buah nya yang tmengelu alukan Manggala.
__ADS_1
"Diam kalian..!" bentak laki laki tua setengah baya, orang itu adalah pengurus tempat penyaringan penerimaan murid baru Perguruan Pedang Kembar itu, Ayahnya Resa Gana.
Semua orang yang berada di tempat itu terdiam, namun tak lama mereka malah kembali meneriakkan nama Manggala lagi.
Ayah Resa Gana tidak berani berbuat banyak lagi, ketika Mentari yang sebagai utusan Perguruan Pedang Kembar itu, menunjuk ke arahnya, ia hanya bisa menunduk di depan Mentari.
"Bangsat Kau Manggala, siapa Kau sebenarnya.?!" bentak Resa Gana, dengan penuh kemarahan.
"Aku bukan siapa siapa, hanya orang yang akan memberikan pelajaran pada orang sombong, sepertinya.!" jawab Manggala, sengit.
"Bangsat, kau akan mati hari ini, ' Jurus Pedang Iblis Tanpa Bentuk..! Heaaa.....!" Begitu Selesai mengancam Resa Gana meningkatkan tenaga dalamnya, ke puncak tertinggi, puluhan mata pedang tanpa gagang berwarna hitam, muncul di sekitar tangannya, dan mengarah ke depan.
"Heaaa...!"
Teriakan melengking Resa Gana, menyusul puluhan pedang hitam itu beterbangan ke arah Manggala, semua mata yang melihat, banyak yang memejamkan mata nya, karna tidak sanggup melihat tubuh Manggala hancur di cacat puluhan mata pedang, dari jurus Resa Gana itu.
"Hup...!"
Manggala hanya tersenyum tipis, dan ia meningkatkan 'Jurus Tameng Dewa'. tingkat satu,
Sehingga pedang pedang itu tidak satupun yang dapat menyentuhnya, seluruh pedang itu jatuh ke tanah.
"Hah...!"
Wajah Resa Gana yang cukup tampan namun berwatak bengis itu, berubah pucat melihat jurus andalan,yang selama ini tidak pernah gagal, kini tidak dapat melukai, bahkan menyentuh musuh yang berdiri tidak jauh darinya.
__ADS_1
"Bagaimana Resa? Masih mau melanjutkan.!" tanya Manggala, sambil tersenyum tipis ke arah Resa Gana.
Bersambung....