
Lembah Naga adalah sebuah lembah yang di kabarkan di tempati oleh seorang Siluman Naga berkepala lima. Naga berkepala lima itu di ceritakan adalah seekor Raja Naga dari kerajaan kayangan yang di hukum selama ribuan tahun di bumi, konon katanya ia akan bisa kembali kw bentuk Raga rajanya, jika ia di kalahkan seorang manusia, namun sampai saat ini belum ada seorang manusia pun yang mampu mengalahkan kesaktian raja naga itu.
.
Manggala dan Laras meneruskan perjalanan mereka menuju Pagoda Lima pilar itu. Namun meraka berdua tidak menyadari kalau jalan yang mereka lalui telah di ubah oleh seorang Siluman penyihir anak buah Pangeran Iblis Merah itu.
.
Tiba-tiba mereka sampai di ujung jalan yang mereeka tempuh di ujung jalan itu tampak sebah lembah yang di penuhi bukit batu.
.
Begitu mereka melihat ke belakang, tampak lobang cacing atau pintu dimensi telah menutup. Laras berusaha melompat menuju pintu dimensi itu namun sudah terlambat, pintu itu sudah menutup.
.
"Bangsat.. Kita di kirim ke Lembah Naga Berkepala Lima Manggala..," Ujar Laras berusaha menebak kemana mereka di kirim.
.
"Lembah Naga Berkepala Lima Kak?"
"Ya, Kakak pernah mendengar tentang lembah ini. Di lembah ini tinggal seekor naga berkepala lima, katanya siapa yang mampu mengalahkan naga itu akan mendapat kekuatan dari naga itu, namun sudah ribuan tahun belum ada yang mampu mengalahkan kesaktian raja naga itu."
.
"Apakah naga itu yang di ceritakan guru, katanya seekor naga pertapa yang di hukum Kerajaan langit."
"Menurut cerita yang Kakak dengar juga seperti itu Manggala. Jika seseorang dapat mengalahkannya. Dia akan kembali ke wujud rajanya, dan memberikan kekuatan yang cukup dahsyat. Sudah banyak para murid Perguruan Pedang Kembar yang di tingkat atas mencobanya, jangan kan mengalahkan naga berkepala lima itu, mereka pun tidak pernah kembali, hanya para sesepuh yang bisa kembali dari Lembah Naga Berkepala Lima ini Manggala."
.
Laras tampak ketakutan, nada bicaranya pun terdengar cukup sedih.
"Kakak tidak usah takut, selama orang lain bisa keluar, kenapa kita tidak!" Ucap Manggala berusaha menenangkan kecemasan Laras itu.
.
Laras hanya mengangguk, walau selama ini ia belum pernah melihat Manggala kalah. Namun Naga berkepala lima itu adalah momok yang paling menakutkan bagi para murid Perguruan Pedang Kembar. Walau Laras punya keinginan untuk mendapat kekuatan dari raja naga itu, namun ia tidak yakin bisa menghadapi kekuatan raja naga yang menakutkan itu.
.
"Ha ha ha.... Jika Kau mampu mengalahkan kesaktian raja naga itu. Kami akan mengembalikan Mentari padamu..!!"
.
Terdengar suara menggema di tempat itu. Namun tidak terlihat bentuk orang yang berbicara itu.
.
"Hei...! Siapa pun itu. Ku pegang kata-kata mu, Aku akan mengalahkan raja naga itu..!!"
Jawab Manggala dengan menggunakan Jurus Bentakan Dewa nya, sehingga Laras tampak menutup telinga, sambil menunduk.
.
__ADS_1
Tiba tiba awan di atas tempat itu berubah hitam. Hujan petir tiba-tiba melanda tempat itu, tampak dari balik bukit batu muncul seekor naga berkepala lima.
.
Hoaaarrrrk.....!!
Naga berkepala lima itu mendarat tidak jauh dari tempat Manggala dan Laras berdiri. Naga itu menatap tajam ke arah Manggala. Begitu Naga berkepala lima itu mengubaskan ekornya ke udara, hujan petir itu lansung berhenti.
.
Naga berkepala lima itu mulai berjalan mengelilingi Manggala dan Laras. Ke lima kepalanya mengarah ke Manggala dan laras.
.
"Hoaaaaarrr....!"
Salah satu kepala naga itu menyemburkan api berwarna biru kemerahan, Manggala cepat melompat ke udara, menghundari api dari mulut naga itu.
.
"Hei... Raja Naga.. Aku kesini tidak dengan niat jahat, namun aku mempunyai tugas mengalahkanmu. Ku harap Kau mau mengalah, aku mau menyelamatkan temanku.." Ujar Manggala sambil melayang di udara, tampak Laras memeluk bahu manggala dari belakang. Gadis cantik itu mengimbangi peringan tubuh yang di miliki Manggala. Wajah cantik Laras tampak agak pucat ketakutan.
.
"Ho ho ho....! Baru kali ini ada manusia yang menyapaku dengan ramah, selama ribuan tahun, mereka semua hanya menginginkan kekuatanku...!" Terdengar suara menggema. Ternyata itu adalah suara Raja Naga itu.
.
"Aku tidak menginginkan kekuatanmu, namun aku harus bertarung denganmu. Biarkan temanku menjauh dulu...!" Kata Manggala lagi.
.
Wajah Laras tampak memerah mendengar perkataan Raja Naga itu.
.
"Silahkan menjauh dulu cantik! Aku akan bermain dengan kekasih tampanmu ini sebentar. Ayo Anak muda seberapa lama Kau mampu melayaniku bermain..! Ho ho ho...!" Suara menggema Raja Naga itu terdengar menggema di tempat itu, cuaca yang tadi gelap kini berubah cerah, mungkin itu adalah pengaruh suasana hati naga berkepala lima itu.
.
Laras pun melesat menjauh, ia menuju sebatang pohon yang berdaun rindang, yang jauh dari tempat Manggala dan Raja Naga itu.
.
Manggala turun dengan perlahan, setelah sampai di tanah. Manggala lansung mengeluarkan tongkat mustika Dewa dari balik bajunya, sekejap mata tongkat itu telah berubah menjadi besar dan panjang sekitar empat meter.
.
Hoaaaaarrrr......!!
Kelima kepala naga itu menatap ke arah Mangaala, sepuluh pasang mata naga itu memperhatikan mustika Dewa yang ada di tangan Manggala itu.
.
"Ayo naga.. Kita mulai.." Tantang Manggala, ia tampak begitu tenang, dengan tongkat Mustika Dewa itu di sandang di bahunya.
__ADS_1
Hoaaaaarrr....!
Wussssh....!
Setiap kepala naga itu secara bergiliran menyemburkan api ke arah Manggala, namun murid lima dewa itu dengan begitu cepat menghindarinya, bahkan dengan sekejap mata ia telah berada di dekat tubuh naga itu. Secepat kilat ia mengayunkan tongkat Mustika Dewanya ke arah salah satu kepala naga itu.
Buuung....!
Hoaaaaaarrrr......!
Manggala cukup terkejut ketika tongkatnya mengenai leher salah satu dari lima kepala naga itu, tongkatnya seperti mengenai gumpalan besi, belum sempat Manggala menguasai keterkejutannya. Salah satu kepala naga itu menyemburkan api ke arah Manggala.
.
Wussss....!
"Hiiaaaa....!"
Secepat kilat Menggala menegoskan tubuhnya ke udara, untuk menganti sipasi serangan api dari lima kepala naga itu. Manggala segera menggunakan 'Ilmu Tameng Dewa tingkat tiganya, Tameng Jiwa Raga.
.
"Manggala berlompatan ke sana kemari menghindari semburan api dari kelima kepala naga itu, jika Manggala tidak memakai Jurus Langkah Dewanya, dari tadi Manggala telah menjadi daging panggang. Karna kelima kepala naga itu silih berganti menyemburkan apinya.
.
Gerakan naga itu tampak semakin melambat, karna setiap kali ia menyemburkan apinya, maka secara perlahan tenaga yang ia miliki akan berkurang, apalagi dengan kelima kepalanya itu menyemburkan api.
.
"Hup...!"
Tongkat mustika Dewa di tangan Manggala itu di ayunkan dengan kecepatan tinggi, karna tubuhnya yang kebal, naga itu tampak tenang saja menunggu serangan Manggala itu. Manggala yang memakai jurus tongkat Dewa secepat kilat merubah tongkatnya menjadi ukuran yang lebih besar dari tubuh naga itu.
.
Buaaakk.....!!
Hoaaaark......!
.
.
Bersambung....
Jangan lupa like
Koment
Vote..
Dan Favorit nya ya
Terima Kasih.
__ADS_1
mohon bantuannya, like dan komen, lagi nyoba ikutan lomba Chat Story..