KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Istana Galuh Kencana


__ADS_3


Manggala berkelebat bagai kilat menuju gerbang Istana Galuh Kencana, Dengan kecepatan bak kilat menyambar, ia telah memasuki gerbang Istana.


Manggala menghentikan larinya, dan berjalan dengan pelan, ia melompat ke atas dinding benteng istana, tempat prajurit biasa mengawasi keadaan di luar benteng.


Manggala melihat sekeliling istana, yang tampak telah semakin tak terurus, rimbun pepohonan telah tumbuh di sekitar istana, rumput dan akar telah menjalar, menutupi seluruh halaman istana.


Manggala melompat ke bawah benteng, dan menuju halaman istana itu, ia berjalan dengan tenang, karna tidak ada tanda tanda kehidupan di sana, yang di temukan nya hanya tengkorak dan tulang belulang yang berserakan, telah tertutup rerumputan.


Tampak di sana banyak senjata yang berserakan, seperti pedang, tombak dan perisai, yang telah berkarat, di makan waktu.


"Jadi semua yang di katakan Kakek Dewa, memang benar, semua keluargaku di istana, telah habis di bantai prajurit Iblis Merah, dari Kerajaan Awan Hitam itu..!" guman Manggala dalam hati.


Manggala terkejut dengan melihat sebuah bayangan, memasuki istana, ia segera mengejar bayangan itu, Dengan kecepatannya yang bagaikan kilat, ia berhasil mengejar bayangan itu.


"Hei.... tunggu...! Siapa Kau...?" Tanya Manggala berusaha memanggil bayangan yang ia kejar itu.


"Hiaaa...!"


Tiba tiba bayangan ungu yang Manggala kejar itu, menyerangnya. ia terpaksa menghindari, Dengan melompat menjauh, namun bayangan itu tetap berusaha mengejarnya, dan menyerang dengan Pukulan jarak jauh.

__ADS_1


Manggala terpaksa menghindar, dengan bersalto di udara, angin pukulan jarak jauh itu mengenai sebuah batu, batu itu hancur berkeping keping.


"Tunggu... Saya bukan orang jahat...!" Ujar Manggala sambil menjejak kaki ke tanah.


"Kalau kau bukan orang jahat, kenapa kau kemari..? Apa kau komplotan Pasukan Iblis dari Kerajaan Awan Hitam! Hah...!" bentak bayangan yang di kejar Manggala itu, ternyata adalah seorang wanita.


"Aku bukan komplotan Pasukan Iblis, Kerajaan Awan Hitam... Aku kesini mau menyelidiki, tentang Ayahandaku....!" Jawab Manggala, yang tampak tidak berniat bertarung dengan wanita berbaju ungu, yang memakai cadar itu.


"Ayahanda...,! Siapa yang kau maksud Ayahanda mu...?!" tanya wanita bercadar itu.


"Baginda Raja Kindar Buana...!" Jawab Manggala.


"Ya... Saya Putra Baginda Raja Kindar Buana...!" Jawab Manggala, sambil memandang ke arah wanita bercadar itu.


"Kau Putra ku...!" Ujar wanita bercadar itu sambil membuka cadarnya, dan berjalan mendekati Manggala.


"Ini Bunda nak...! Bunda Primata Trisna, ibu mu...!" Ujar nya, tanpa banyak tanya ia lansung memeluk Manggala dan menciumi wajah sang Putra.


"Apakah Bunda bermimpi Anakku..! Kau sudah besar nak...!" Ujar Permaisuri Primata Trisna, sambil menangis memeluk tubuh tegap Manggala, Manggala pun memeluk sang Permaisuri Primata Trisna.


"Jadi Bunda tidak tewas...?" Tanya Manggala tanpa melepaskan pelukan Ibundanya itu.

__ADS_1


"Tidak..! Anakku, setelah meninggalkan Manggala, malam itu Bunda sempat bertarung, dengan prajurit Iblis, dari Kerajaan Awan Hitam itu, Bunda jatuh ke jurang, Bunda di tolong oleh Dewi Merak Ungu, dan di jadikannya murid, beberapa hari yang lalu beliau mangkat, Bunda kesepian di jurang ngarai, Bunda memutuskan mengunjungi puing puing istana Galuh Kencana ini, sambil mencari berita tentang kau dan Ayahanda mu..!"


Cerita Permaisuri Primata Trisna, tampak berkaca kaca, wajahnya tampak memancarkan kebahagiaan, mengetahui putra satu satunya masih hidup, dan telah menjadi pemuda yang gagah.


"Manggala kemana saja, selama ini,? Bunda sering turun Gunung, Dengan mendiang guru Dewi Merak Ungu, mencari berita tentang Manggala, namun Manggala, tidak ada berita sama sekali...!"


"Ananda tinggal dengan Kakek Pendekar Lima Dewa Bunda!! Manggala berguru pada mereka..!"


"Jadi Manggala jadi murid tokoh tokoh no satu dunia persilatan itu.!"


"Ya Bunda, setelah semua pelajaran selesai, barulah Kakek Lima Dewa, menyuruh Manggala turun Gunung, Kakek Dewa Jiwa Abadi, menyuruh Manggala mencari keberadaan Ayahanda..!"


"Mungkin Ayahanda mu ada di antara ribuan tulang belulang, yang ada di sekitar istana ini, Anakku..!" Ujar Permaisuri Primata Trisna.


"Menurut Kakek Dewa Pedang Naga Emas, dan Kakek Pendekar Tongkat Dewa, mereka tidak menemukan mayat Ayahanda, sehari setelah penyerangan Kerajaan Awan Hitam, Bunda..!"


Menurut Kakek Lima Dewa, kemungkinan Ayahanda masih hidup, tapi tidak tau di mana keberadaannya, Bunda..!! Ujar Manggala Surya Kencana, sambil duduk di atas tepian bekas kolam taman belakang istana Galuh Kencana itu.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Buat pembaca Novel ini jangan lupa Like dan koment ya...jika ada kosa kata yang salah kritik saja ya... mohon bantuannya...... Terimakasih banyak...

__ADS_1


__ADS_2