
Manggala dan Laras tampak berada di barisan kuda terdepan, saat ini adalah beberapa perguruan yang di kuasai pasukan iblis Kerajaan Awan Hitam Atas Langit.
"Pangeran, ke mana tujuan kita sekarang?" tanya Laras.
"Kita menuju perguruan pedang kembar saja sekarang, Kak. Bukankah pasukan iblis berkumpul di sana," jawab Manggala.
"Bagaimana menurutmu, Draka?" tanya Manggala sambil menoleh ke arah Draka.
"Saya setuju, Pangeran. Jika kita menyerang inti dari pasukan iblis, tentu pasukannya dari tempat lain akan berkumpul di sana untuk melindungi Pangeran mereka," jawab Panglima Draka.
"Baiklah, semuanya. Sekarang kita akan berbagi tugas memasuki Perguruan Pedang Kemba, seperti yang kita ketahui Perguruan Pedang Kembar mempunyai beberapa gerbang besar, jadi kita akan menghadapi pasukan mereka dari gerbang pertama yaitu gerbang divisi luar pedang roh," kata Manggala lagi.
"Jenderal Kuning!"
"Ya, Pangeran," sahut Jendral Kuning.
"Kau dan pasukanmu yang akan menghadapi pasukan iblis di gerbang pertama divisi luar pedang roh!" perintah Pangeran Manggala.
"Baik, Pangeran. Segala titah Pangeran akan saya laksanakan, saya dan pasukan akan menghadapi pasukan iblis yang bercokol di sana," jawab Jendral Kuning.
"Draka, nanti untuk gerbang-gerbang selanjutnya, kau sebagai Panglima yang mengatur siapa saja yang akan menyerang beberapa gerbang itu kita yang tidak melakukan serangan akan melanjutkan perjalanan ke pagoda lima pilar yang telah dikuasai kembali oleh Pangeran Iblis Merah!"
__ADS_1
"Baik, Pangeran. Hamba akan mengatur para jendral hamba untuk menghadapi pasukan iblis di setiap gerbang itu," jawab Draka.
Begitu mereka memasuki dan mendekati wilayah gerbang pertama divisi luar pedang roh para prajurit pasukan iblis kerajaan Awan Hitam Atas Langit melihat kedatangan Manggala bersama pasukan naga dan beberapa orang pendekar pilihannya.
"Ada pasukan manusia yang mendekat, cepat laporkan kepada jenderal. Kami akan menghadang mereka terlebih dahulu!' ujar salah seorang pimpinan prajurit Awan Hitam Atas Langit yang bertugas di depan gerbang pertama divisi luar pedang roh.
Ratusan prajurit iblis kerajaan Awan Hitam Atas Langit berlompatan dari benteng gerbang divisi luar pedang roh itu mereka langsung berlarian menghadang Manggala dan teman-temannya bersama prajurit naga dari kerajaan kayangan.
"Pasukanku! Sekarang giliran kita menghabisi pasukan prajurit iblis itu!" perintah Jendral Kuning kepada pasukannya.
"Kami akan memerangi mereka!" jawab pasukan Jenderal Kuning yang berjumlah sekitar seratus dua puluh orang sampai seratus lima puluh orang.
Tanpa menunggu perintah lagi ratusan prajurit naga yang telah lengkap dengan zirah perang mereka, ziirah berwarna emas.
Manggala, Laras, Mentari dan Pandan Ayu bersama Draka dan Jingga dengan lima jendral naga lainnya langsung meneruskan perjalanan.
Mereka berkuda tanpa mempedulikan keadaan sekitar mereka. Mereka hanya memberikan perlawanan ke beberapa prajurit iblis yang berniat menghadang mereka tanpa memberikan serangan kepada prajurit yang lainnya.
Melihat gerbang pertama divisi pedang roh yang tertutup rapat dan di jaga beberapa puluh prajurit iblis. Draka langsung melompat dari atas kudanya dan langsung berubah wujud menjadi seekor naga raksasa berwarna keemasan.
Draka dengan sekali gerakan langsung menyemburkan sebuah bola api ke arah gerbang divisi pertama pedang roh itu
__ADS_1
Wuss..!
Buuumm.....!!"
Dalam sekejap gerbang pertama divisi pedang roh itu hancur lebur terkena bola api besar semburan dari naga raksasa jelmaan Draka, begitu api dan asap menghilang. Tampak gerbang itu telah hancur berantakan, Manggala dan teman-temannya tidak mempedulikan prajurit-prajurit iblis yang bergelimpangan mati di dekat gerbang pertama itu.
Mereka langsung meninggalkan gerbang itu sedangkan di belakang mereka pasukan jenderal kuning sedang berhadapan dengan ratusan pasukan iblis kerajaan Awan Hitam Atas Langit.
Di bekali kesaktian dan kepandaian para prajurit naga dari Kerajaan Kayangan yang sudah begitu mumpuni yang berlatih ribuan tahun bahkan lebih.
Mereka adalah pasukan khusus Kerajaan Kayangan yang dulu mengalahkan pasukan iblis dan siluman dari Kerajaan Awan Hitam Atas Langit yang berniat menguasai kayangan.
Dalam waktu singkat ratusan prajurit kerajaan Awan Hitam Atas Langit telah bergelimpangan terkena senjata para prajurit naga Kerajaan Kayangan, pedang dan tombak dan tongkat pedang di tangan para prajurit Kerajaan Kayangan berkelebat cepat membantai dan membunuh setiap prajurit iblis yang mencoba menghadang dan menyerang mereka.
Tidak butuh lama sekitar seribu orang prajurit pasukan iblis dari kerajaan Awan Hitam atas langit telah bergelimpangan sekitar seratus sampai dua ratus orang prajurit iblis dan prajurit siluman dari Kerajaan Awan Hitam Atas Langit tampak kehilangan keberanian mereka, tanpa berpikir panjang lagi para prajurit-prajurit iblis itu langsung melarikan diri ke dalam hutan.
"Apakah cuma segitu jenderal, kemampuan mereka?" kata salah seorang prajurit naga kepada Jenderal Kuning.
"Jangan terlalu sombong dulu pasukan iblis yang ada di bumi saat ini hanya sebagian kecil dari prajurit iblis Kerajaan Awan Hitam Atas Langit, pertempuran besar dan musuh yang banyak dan sangat kuat menunggu kita, apalagi mereka sudah mengumpulkan naga iblis dari tujuh penjuru dunia ini. Pasukan siluman dari dunia bawah pun telah dilepaskan oleh Pangeran Naga," kata Jendral Kuning lagi.
.
__ADS_1
.
Bersambung...