KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Kerajaan Kayangan Atas Awan


__ADS_3


"Kami akan ke Kerajaan Kayangan, karna Draka ingin mengetahui apa yang terjadi di sana, dan kenapa para siluman dari KerajaaHitam Atas Langit bisa bebas, karna para siluman itu pernah di kalahkan Draka, dan di penjara di sebuah penjara khusus siluman," Manggala menjelaskan.


.


"Kalau boleh? Kami ikut!"


Mata Mentari tampak berbinar-binar, penuh harap Manggala mengajak mereka.


.


"Tentu saja Kak, kami mengajak Kalian. Jika Kalian tidak keberatan? Karna kita belum tau apa yang menunggu kita di sana," Ucap Manggala menjelaskan.


.


"Dengan kekuatan dan kepandaian kami sekarang, di tambah dengan Kalian berdua. Kami yakin kita bisa mengatasinya Manggala," Jawab Mentari begitu bersemangat.


.


"Baiklah Tuanku, kita berangkat," Ucap Draka. Draka membuat pintu dimensi, Manggala, Laras dan Mentari berjalan memasuki pintu dimensi itu, Draka masuk terakhir. Begitu Draka masuk pintu dimensi itu pun menghilang.


.


Manggala dan ketiga temannya tiba di depan sebuah gerbang besar, di sekeliling tempat itu tampak awan yang memutih.


.


"Indah sekali pemandangannya, kita beruntung bisa meninjakkan kaki di negeri kayangan ini," Ucap Mentari terkagum-kagum. Draka hanya tersenyum melihat Mentari dan Laras menikmati pemandangan yang begitu indah di istana kayangan itu.


.


"Panglima Draka!" Seorang pengawal gerbang istana kayangan mengenali Draka.


.


"Naga kuning! Kau masih hidup!" Ucap Draka, kedua orang jelmaan naga itu saling berpelukan, "Sukurlah kalian masih hidup,"


"Sepeninggalan Panglima, kami tetap mengabdi pada Kerajaan Kayangan, namun banyak yang terjadi setelah kepergian Panglima!" Kata prajurit naga itu.


.


"Perkenalkan, Tuan Manggala dan temannya, Tuan Manggala yang telah membebaskanku dari kutukan Raja kayangan," Ucap Draka lagi.


.


"Salam Tuanku, hamba Kuning, naga kuning, kami adalah pasukan Panglima Draka," Ucap Naga kuning memperkenalkan diri.


.


"Saya Manggala!"


"Saya Mentari!"


"Saya Laras!"


"Kalian bertiga tentu bukan manusia biasa, sehingga bisa menjadi teman panglima kami, sekaligus Raja kami para naga Kerajaan Kayangan," Ucap kuning tampak gembira dengan kedatangan Draka.

__ADS_1


.


"Teman-teman, buka pintu Raja sekaligus panglima kita telah kembali!" Seru Naga Kuning pada pengawal gerbang yang lain.


.


Para pengawal gerbang Kerajaan Kayangan, sibuk membuka pintu gerbang istana kayangan yang begitu besar.


.


"Silahkan Panglima, ajak Tuan Manggala dan teman-temannya masuk!" Ucap Naga Kuning.


"Terima kasih, Kuning," Ucap Draka, "Ayo Tuanku kita masuk!"


Mereka pun memasuki gerbang istana kayangan itu. Mentari dan Laras berdecak kagum dengan keindahan istana Kayangan itu.


.


Mereka berempat di sambut ratusan prajurit kayangan beserta beberapa jendral kerajaan kayangan, seorang yang memakai mahkota raja juga ikut menyambut kedatangan Draka itu.


.


"Salam hormat hamba Pangeran!" Ucap Draka sembari berlutut di depan Pangeran Samba, ia adalah putra raja kayangan yang pernah mengalahkan Draka beberapa ribu tahun yang lalu.


.


"Bangunlah Panglima Draka, jangan terlalu sungkan, istana kayangan adalah istanamu juga," Jawab Pangeran Samba Langit, sambil memegang bahu Draka dan mengajaknya berdiri.


.


"Sukurlah Kau telah kembali, berarti kita bisa merebut kekuasaan kita kembali!" Ujar Pangeran Samba Langit.


.


.


"Salam hormat hamba pada Pangeran," Ucap Manggala sambil menundukkan kepala di hadapan Pangeran Samba langit.


.


"Salam kenal manusia pilihan, aku yakin Kau adalah manusia dalam ramalan Peramal Kayangan seribu tahun yang lalu," Jawab Pangeran Samba Langit sambil menepuk lembut pundak Manggala.


.


"Terima kasih, Pangeran," Ucap Menggala Surya Kencana. Mentari dan Laras tampak terdiam sambil berdiri di belakang Manggala.


.


"O.. Iya Pangeran, maaf kalau hamba lancang. Tapi hamba tidak melihat Peramal Kayangan?" Tanya Draka dengan sopan.


.


"Peramal Kayangan di tawan para siluman dari Kerajaan Awan Hitam Atas Langit, setelah kekalahan kita seribu tahun yang lalu," Jawab Pangeran Samba Langit dengan lemah.


.


"Apa yang terjadi Pangeran?"

__ADS_1


.


"Setelah Kau di hukum Ayahanda tiga ribu tahun yang lalu, kerajaan mengalami masa tenang dan damai selama dua ribu tahun, Ayahanda yang merasa aman, pergi bertapa selama lima ribu tahun kedepan baru bisa kembali. Kerajaan Awan Hitam Atas Langit yang selama ini jadi taklukan kita, rupanya diam diam menyiapkan kekuatan untuk memberontak, rupanya raja Iblis Merah telah melakukan pertapaan untuk mendapatkan kekuatan Keringat hitam, dari Laut merah dan laut biru tempat dua malaikat yang telah di hukum,"


"Alhasil, Raja Iblis Merah mendapatkan kekuatan yang begitu dahsyat, sehingga ia berhasil mengalahkan seluruh jajaran negeri siluman, termasuk menyerang istana kayangan, dalam pertempuran banyak jendral kerajaan kayangan yang tewas, sehingga tidak sedikit korban di pihak kita, Raja Iblis Merah menawarkan barter antara pasukan kita yang ia tawan di medan perang, dengan pasukan siluman yang telah Kau penjara, di penjara khusus siluman.


.


Menghindari korban berjatuhan dan kehancuran negeri kayangan, aku terpaksa mengikuti keinginan Raja Iblis Merah. Raja Iblis Merah meminta Peramal Kayangan, semula aku menolak, namun Peramal Kayangan menyetunuinya hingga dia pun menjadi tawanan Raja Iblis Merah sampai saat ini.


.


Peramal Kayangan mengatakan bahwa akan ada seorang manusia dari kerajaan bumi yang akan menghancurkan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit, makanya Raja Iblis Merah mengirimkan pasukannya untuk menaklukkan seluruh kerajaan besar di bumi,"


.


Pangeran Samba Langit bercerita panjang lebar pada Draka. Gerahang Draka gemeletuk menahan amarahnya, kepala pasukan Kerajaan Kayangan itu tampak sangat marah.


.


"Saya berjanji Pangeran, selama saya masih bernyawa. Saya akan membebaskan Peramal Kayangan, dan mengalahlahkan pasukan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu.


.


Tapi hamba mohon pada Pangeran, bila saya memanggil pasukan naga, Pangeran bisa memberi izin saya memimpin pasukan naga kembali," Pinta Draka.


.


"Sesuai pesan Ayahanda Raja Kayangan, bila Kau kembali, pimpinan pasukan kayangan kembali padamu Draka," Jawab Pangeran Samba Langit.


.


"Terima kasih Pangeran, hamba sangat berterima kasih, Pangeran masih mau percaya pada hamba," Ucap Draka sambil menunduk, "Tapi Tuanku, hamba telah terikat sumpah, bahwa hamba akan mengabdikan diri pada manusia yang melepaskan hamba dari kutukan, jadi sekarang hamba adalah bawahan Tuanku Manggala,"


.


"Tidak apa-apa Draka, Manggala adalah manusia dalam ramalan Peramal Kayangan, Kau menjadi bawahannya, juga membantu kerajaan kayangan untuk bebas, bukankah Manggala berniat menghancurkan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit untuk membebaskan bumi dari penjajahan para siluman dan iblis negeri awan hitam?"


.


"Ya, yang Pangeran katakan benar. Hamba memang berniat mengejar dan mengalahkan Pasukan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu, apalagi sekarang, hamba tambah yakin, hamba bisa membebaskan bumi dari penjajahan para siluman dan iblis negeri awan hitam itu, dengan bantuan Draka dan pasukan Kerajaan Kayangan!" Jawab Manggala.


.


"Pergilah kembali ke bumi Draka, bantu Manggala mengalahkan pasukan awan hitam yang masih bercokol di bumi, bila Kau butuh pasukanmu, panggil saja kapan Kalian membutuhkannya," Titah Pangeran Samba Langit sambil tersenyum, sebuah senyuman harapan tampak di wajah pangeran Samba Langit. Dengan kembalinya Draka ia yakin semua akan bisa kembali damai seperti dulu lagi.


.


"Terima kasih Pangeran,"


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, Koment, Vote dan favoritnya ya. Terima kasih banyak.


__ADS_2