KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Kekuatan Baru Dewi Phoenix Putih


__ADS_3

Kebahagian Manggala dan Pandan Ayu itu jadi pemandangan bagi Laras dan teman-temannya. Mentari tampak agak lesu merasa perasaannya belum mendapatkan balasan. Perasaan suka Mentari pada Manggala membuatnya merasakan kecemburuan yang menusuk di dalam hatinya.


.


"Sabar Kak, Kakak masih punya harapan kok," Kata Laras berusaha menghibur Mentari. Laras memegang pelan bahu Mentari.


.


Ho ho ho...! Rupanya di sini para murid Perguruan Pedang Suci bersembunyi.. Ho ho ho....!"


.


Suara menggema di tengah hutan itu, tidak lama tampak serombongan pasukan prajurit Kerajaan Awan Hitam Atas Langit yang berpakain perang lengkap dengan zirah besi.


.


"Huh mereka lagi, ini kesempatanku mencoba kekuatan yang ku dapat dari mustika naga pemberian kak Manggala," Guman Pandan Ayu dalam hati.


.


"Selamat datang di bumi tempat kematian Kalian siluman tengik!" Ujar Pandan Ayu sambil menatap tajam ke arah para prajurit siluman itu.


"Ho ho ho...! Manusia bumi tak tau diri, Kalian harus menyerahkan nyawa Kalian pada kami!" Bentak pimpinan prajurit siluman itu.


.


"Cobalah kalau Kalian mampu siluman tengik!" Jawab Pandan Ayu sengit.


.


"Kak Manggala, teman-teman! Izinkan saya menghadapi para prajurit siluman itu!" Ujar Pandan Ayu, setelah berkata tiba-tiba Pandan Ayu telah berada di depan para prajurit siluman itu.


.


"Baguslah.. Jika dia sendiri yang menghadapi para prajurit itu," Guman Mentari dalam hati, "Tapi dia juga sudah mendapatkan kekuatan dari mustika naga, tentu kekuatan Pandan Ayu juga meningkat drastis!" Mentari tampak masih mempunyai rasa iri pada Pandan Ayu.


.


Sring!


"Akan ku coba memakai Jurus Pedang Suci Penggetar Langit'. selama ini tenaga dalamku belum mampu menggunakannya," Guman Pandan Ayu. Gadis cantik yang bergelar Dewi Phoenix Putih itu meningkatkan tenaga dalamnya.


.


Pandan Ayu yang masih ragu mencoba memakai 'Jurus Pedang Suci Penggetar Langit'. tingkat satu. Selama ini Pandan Ayu selalu mengalami luka dalam jika menggunakan jurus itu.


.

__ADS_1


Swoss...!


Cahaya merah menyala lansung menyelubungi pedang di tangan Pandan Ayu. Gadis itu tampak agak terkejut melihat kekuatan yang ia miliki.


.


"Hmm... Ini sungguh di luar dugaanku, biasanya untuk merapal jurus tingkat pertama saja aku sudah harus menguras hampir seluruh tenaga dalamku. Tapi kali ini aku baru meningkatkan sekitar seperempat tenaga dalamku tapi pedangku sudah mengeluarkan cahaya merah," Guman Pandan Ayu membathin.


.


Para prajurit siluman itu tampak agak terdiam, memandang ke arah Pandan Ayu. Para prajurit itu tampak agak ragu-ragu untuk menyerang Pandan Ayu.


.


"Hoaarrr....! Seraaang....!"


Mendapat perintah tanpa banyak tanya lagi prajurit siluman itu langsung berlari ke arah Pandan Ayu dengan kapak dan tombak berujung seperti kapak namun agak kecil.


.


"Hiaaa....!"


Dewi Phoenix Putih tidak tinggal diam, jerit melengking dari mulut gadis cantik berbaju putih itu, tubuhnya melesat bagai kilat ke arah para prajurit siluman itu. Tebasan dan sabetan pedang di tangan Dewi Phoenix itu begitu cepat sehingga hanya tampak bayangan merah menyambar bagai kilat.


.


"Aaaaakh....!"


.


Dalam satu gerakan sekitar lima belas orang prajurit siluman itu telah terjungkal ke tanah, zirah besi yang mereka gunakan sebagai perisai tubuh, tidak memberikan epek apa apa, zirah besi itu di tembus oleh pedang Dewi Phoenix Putih bagai menembus zirah biasa.


.


Para prajurit siluman yang masih hidup tampak ragu menyerang Pandan Ayu.


.


"Ayo! Siapa lagi, majulah Kalian semua! Atau aku yang akan kesana!" Bentak Dewi Phoenix Putih. Mata gadis berbaju putih itu begitu tajam bagaikan mata seekor burung phoenix yang memperhatikan mangsa.


.


Pandan Ayu meningkatkan arus tenaga dalamnya. Pandan Ayu bersiap dengan 'Jurus Pedang Suci Penggetar Langit'. tingkat dua, Petir Menggelegar.


.


"Hoaar...!"

__ADS_1


Pimpinan prajurit siluman itu melompat ke arah Pandan Ayu. Kapak besar di tangannya menyambar cepat ke arah kepala Pandan Ayu.


.


Bruurrr....!!


Pandan Ayu bergerak bagai kilat, dengan sekali lompatan ia telah mengambang di udara. Karena merasa tenaga dalamnya cukup, Pandan Ayu langsung merapal 'Jurus Sayap Phoenix'. Cahaya merah menyelubungi tubuh gadis cantik itu, membentuk seekor burung phoenix berwarna merah yang membentangkan sayapnya.


.


"Hup...! Hiaaaa....!"


Dewi Phoenix Putih meluncur deras ke arah pimpinan prajurit siluman itu. Cahaya merah membentuk burung phoenix itu mengiringi tubuhnya.


.


Srang...! Crang..!


"Oorrgg.....!!"


.


Raungan aneh keluar dari mulut kepala prajurit siluman itu, di iringi tubuhnya jatuh tertelungkup ke bumi, tampak darah berwarna hijau mengalir dari bawah tubuh besarnya.


.


Para bawahannya yang masih hidup tampak saling pandang. Mereka langsung menjatuhkan senjata mereka ke tanah dan bergerak mundur secara perlahan.


.


Baru saja para prajurit siluman itu berniat melarikan diri, tiba-tiba cayaha hitam membentuk di belakang mereka. Sebuah lobang hitam terbuka, lobang itu adalah pintu antar dimensi.


.


"Hoaarr....!"


Siapa manusia yang berani membunuhi para prajuritku...!"


.


Suara menggema keluar dari lobang hitam itu. Namun belum nampak wujud seseorang yang mengirimkam suara menggema itu.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya teman-teman. Terima kasih banyak.


__ADS_2