KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Datuk Sesepuh Mata Langit


__ADS_3

"Kak Mentari tunggu!" Laras berusaha mencegah Mentari. Namun terlambat. Mentari telah melesat dengan pukulan inti apinya ke arah Datuk Sesepuh Mata Langit.


.


Mentari lansung mencerca bagian depan tubuh sang Datuk Sesepuh Mata Langit, walau kecepatan Mentari begitu cepat bagaikan kilat. Datuk Sesepuh Mata Langit bukan lah orang sembarangan beliau telah tiga kali mendapat anugrah tenaga naga milik Draka.


.


Desss....!


Blaaar...!


Datuk Sesepuh Mata Langit menangkis serangan Mentari dengan pukulan Tapak Langit Semesta nya, karna Datuk Sesepuh Mata Langit mengerahkan lebih separuh tenaga dalamnya, sehungga Mentari terpaksa mundur ke belakang sekitar dua tombak.


.


Laras menjejak kaki di samping Mentari dengan begitu cepat, "Bagaimana Kak Mentari, apa Kau tidak terluka?" Tanya Laras sambil memandang ke arah Mentari.


.


"Tidak! Laras, aku tidak terluka, padahal yang ku hadapi 'Pukulan Tapak Langit Semesta'. Datuk Sesepuh Mata Langit yang terkenal itu," Ucap Mentari masih terkejut dengan kekuatannya sendiri.


.


"Bangsat! Bagaimana mungkin Mentari yang baru ku lepaskan dari 'Ilmu Rantai Penjerat Jiwa'. bisa memakai tenaga dalam yang begitu tinggi, dan gerakannya begitu ringan dan gesit," Guman Datuk Sesepuh Mata Langit dalam hati, ketua Perguruan Pedang Kembar itu di buat terkejut setengah mati dengan perubahan kekuatan Mentari.


.


"Ayo Laras, kita hadapi Datuk sesat itu. Kita hancurkan Penghuni Pagoda Lima Pilar itu," Ajak Mentari begitu bersemangat.


.


"Tampaknya ada yang tidak sabar mencoba kekuatan barunya nih..!" Kata Laras sambil tertawa melihat Mentari yang sudah tidak sabar. Laras pun meningkatkan tenaga dalamnya seluruh tubuhnya di selubungi cahaya kuning berbentuk api.


.


Melihat Laras Mentari tampak terkejut, "Jangan terkejut Kak, tingkat kan tenaga dalammu kak!" Pinta Laras, tanpa menoleh ke arah Mentari. Mentari pun meningkatkan tenaga dalamnya, cahaya merah menyelubungi tubuh nya.


.


"Akan ku gunakan 'Pukulan Inti Api'. tingkat tujuh, selama ini tenaga dalamku tidak sanggup menggunakan pukulan ini," Guman Mentari dalam hati, ia pun mengerahkan tenaga dalamnya ke arah dua telapak tangannya. Cahaya merah membentuk bola api menyelubungi kedua telapak tangan Mentari itu.


.


Sedangkan Laras tampak bersiap dengan Pedangnya, cahaya kuning keemasan membentuk naga mennyelubungi batang pedang di tangan Laras itu.

__ADS_1


.


"Pukulan Inti Api'. tingkat tujuh, bukankah selama uni jurus itu hanya sanggup di kuasai oleh para sesepuh saja!" Guman Datuk Sesepuh Mata Langit dalam hati, dalam keterkejutannya. Datuk Sesepuh Mata Langit pun tidak mau kalah, ia pun menyiapkan 'Pukulan Tapak Langit Semesta'. tingkat tujuh untuk menghadapi serangan Laras dan mentari itu.


.


Sementara itu Manggala dan Draka tampak di kelilingi oleh prajurit siluman, anak buah Pangeran Iblis Merah, "Tuanku, berhati-hati lah, zirah emas yang mereka pakai, mampu menahan serangan senjata tajam,"


"Jadi bagaimana cara kita menghadapi para siluman ini Draka?" Tanya Manggala tanpa mengalihkan perhatiannya pada prajurit siluman yang mengepung mereka.


.


"Gunakan kekuatan tenaga Api Tuanku, Karna emas akan mencair terkena api!" Jawab Draka, Draka menghilankan Tongkat Pedang Emasnya, dan bersiap dengan pukulan 'Api Naga Pelebur Jiwa'.


.


"Wah...! Pukulanmu hebat sekali Draka," Puji Manggala sambil menyiapkan 'Jurus Tapak Api Dewa'. tingkat tiganya.


.


Cahaya merah seperti api menyala membentuk telapak tangan raksasa menyelubungi kedua telapak tangan murid Lima Pendekar Dewa itu.


.


.


Para prajurit siluman itu mengepung Anggala dan Draka dengan senjata kapak dan pedang di tangan mereka.


.


"Bunuh....!!!"


Para prajurit siluman itu melompat ke arah Draka secara bersamaan.


.


Wuss...!


Swosss....!!


Draka menghantamkan tangannya ke depan, sinar merah seperti semburan api melesat ke depan.


.


Blaasss....

__ADS_1


Buaaaaarrr....!!"


"Aaaakh.....!!"


Para prajurit siluman tertahan di udara dan terhempas berterbangan bagai daun tertiup angin. Begitu pun Manggala menghempaskan tangannya ke depan, cahaya merah membentuk telapak tangan raksasa lansung meluncur cepat ke depan.


.


Swoosss.....!!


"Aaaaa.....!"


Dalam waktu singkat belasan prajurit siluman itu bergelimpangan di tanah, rata-rata mereka tewas dengan tubuh gosong bagai terbakar.


Para prajurit siluman yang lain tampak agak ragu menyerang ke arah Draka dan Menggala.


.


Draka tanpa banyak bicara bergerak bagai kilat telapak tangannya hampir tak terlihat menghantam cepat ke arah para prajurit siluman itu.


Desss...! Desss....! Dess!


"Aaakh...!" "Oookhh....!"


Manggala melihat Draka bergerak cepat ia pun tidak mau ketinggalan, Pukulan Tapak Dewa melesat cepat hingga para prajurit siluman yang tidak sempat menghindar harus terlempar dan meregang nyawa.


.


Sementara itu Laras dan Mentari yang berhadapandengan Datuk Sesepuh Mata Langit, Kedua belah pihak tampak sama-sama meningkat kan tenaga dalam mereka hingga hampir separuh tenaga dalam yang mereka miliki.


.


"Hari ini Kau tidak bisa menghindar lagi Datuk! Hiaaa....!"


Jerit melengking keluar dari mulut Mentari, maka seketika tubuh Mentari melesat cepat dengan kedua tangannya terselubung bola api 'Pukulan Inti Api'.nya.


Wuss...!


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya.. Terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2