KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Tiga mustika legendaris


__ADS_3

Tongkat mustika Dewa di tangan Manggala itu di ayunkan dengan kecepatan tinggi, karna tubuhnya yang kebal, naga itu tampak tenang saja menunggu serangan Manggala itu. Manggala yang memakai jurus tongkat Dewa secepat kilat merubah tongkatnya menjadi ukuran yang lebih besar dari tubuh naga itu.


.


Buaaakk.....!!


Hoaaaark......!


Braakkk...!


Tubuh naga berkepala lima itu jatuh terpental menghantam pepohonan di bawah bukit batu itu. Naga itu berusaha menggerakkan ekornya, namun tongkat mustika Dewa itu telah mematahkan tiga dari lima kepalanya. Naga Berkepala lima itu menggeliat beberapa saat lalu diam tidak berkutik.


Asap putih bagai awan menyelubungi tubuh naga berkepala lima itu. Begitu asap putih itu menghilang tubuh naga berkepala lima itu juga menghilang.


Melihat naga berkepala lima itu menghilang. Manggala segera mengembalikan tongkat Mustika Dewa itu kembali ke wujud semula. Tongkat mustika itu kembali sebesar sebuah tongkat biasa yang panjangnya sekitar dua meter setengah.


Sebuah bayangan keemasan tiba-tiba muncul di depan Manggala, tampak seorang laki laki berambut putih keemasan dengan pakaian jubah perang berwarna kuning emas, di dada dan di bahunya membentuk ukiran kepala naga.


"Salam hormat hamba Tuanku, sekarang hamba adalah abdi Tuanku!" Ucap laki-laki berpakaian zirah berwarna emas itu.


"Siapakah gerangan Pak tua? Kenapa memberi hormad kepada saya?" Tanya Manggala keheranan.


"Hamba adalah raja naga jelmaan dari naga berkepala lima yang Tuanku kalahkan tadi. Nama Hamba adalah Draka, Hamba adalah raja naga, seorang kepala pasukan istana kayangan yang di hukum di bumi, untuk menebus kesalahan hamba, karna ribuan tahun yang lalu hamba membuat keonaran di istana kayangan atas langit," Jawab Draka memperkenalkan diri.


"Sesuai dengan perintah Dewa Langit. Siapa yang mampu mengalahkan hamba, dia akan jadi junjungan hamba, beserta pasukan naga dari kayangan yang bisa hamba panggil kapan saja. Hamba akan jadi abdi orang yang bisa mengalahkan hamba dalam wujud naga berkepala lima atau dapat merebut tiga mustika naga ini. Orang itu akan mendapatkan kekuatan mustika naga yang hamba miliki ini," Ucap Draka menjelaskan, di tangan nya terdapat tiga mustika berwarna putih kebiruan dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.


"Jadi mustika ini yang jadi incaran para murid Perguruan Pedang Kembar selama ribuan tahun ini?"


"Ya, Tuanku, tiga mustika inilah yang menyebabkan ratusan bahkan mungkin ribuan nyawa melayang di tempat ini, setiap tahun puluhan murid pilihan di kirim ke tempat ini, untuk mendapatkan cahaya dari tiga mustika ini," Jawab Draka menjelaskan.

__ADS_1


"Cahayanya? Maksudmu Draka?" Tanya Manggala lagi, ia semakin penasaran.


"Setiap satu tahun sekali hamba dalam bentuk naga berkepala lima memberikan anugrah kejutan yang merupakan kekuatan yang begitu di incar oleh para manusia yang datang kesini. Kekuatan tenaga dalam hingga level sembilan puluh sembilan, level kekuatan jiwa dan level kekuatan raga," Tambah raja naga Draka lagi.


"Jadi semua mustika naga itu kini milikku?"


"Ya, tentu saja Tuanku?"


"Bisa kah aku memberikannya pada orang lain, Draka?"


"Tentu saja Tuanku. Tuanku mau memberikan nya untuk siapa?" Tanya Draka lagi.


"Saya mau memberikan pada orang yang telah menjadi teman seperjalanan saya.!"


"Silahkan Tuanku, karna ketiga mustika ini kini milik Tuanku!"


"Seberapa kekuatan satu mustika ini Draka?" Tanya Manggala lagi.


"Satu mustika ini cukup membuat orang biasa menjadi orang yang sulit di cari tandingannya Tuanku, apalagi dia sudah punya dasar ilmu kedikjayaan, kekuatan tenaga dalam dan ilmu peringan tubuhnya, termasuk kecepatannya, akan meningkat seratus kali lipat Tuanku, sudah hamba katakan tadi, level bertarungnya akan meningkat seratus kali lipat, ia akan menjadi penguasa jiwa, raga, dan Roh tingkat satu!" Jawab Draka.


"Membutuhkan berapa lama untuk menyerap kekuatan mustika ini Draka?"


"Tidak butuh waktu lama Tuanku! Hanya menyatukan mustika naga ini dengan tubuhnya, maka kekuatan maka mustika naga ini akan menyalurkan kekuatannya Tuanku. Kekuatan dan kesaktian orang yang menyerab kekuatan mustika naga ini akan menyaingi kesaktian orang yang mempunyai kekuatan dan kesaktian di level tertingi, setingkat para sesepuh Perguruan Pedang Kembar semua Divisi, bahkan melebhi Tuanku," Draka memberi penjelasan.


"Kak, sesuai janji Manggala, ambillah satu mustika naga ini!" Ujar Manggala.


"Apa Manggala tidak membutuhkanya?" Tanya Laras tampak agak ragu.


"Selama aku masih mempunyai kesaktian dari Kakek lima Dewa, aku belum membutuhkanya Kak," Jawab Manggala.

__ADS_1


"Baiklah..!" Jawab Laras, Draka memberikan sebuah mustika naga itu pad Laras. Laras lansung bersemedi di kerahkannya tenaga dalamnya untuk menyerap kekuatan mustika naga yang legendaris itu, dalam beberapa saat kekuatan dari mustika itu masuk kedalam tubuh Laras.


Setelah menyerap kekuatan mustika naga itu, Laras merasakan tubuhnya berubah begitu ringan.


"Manggala tubuh Kakak terasa begitu ringan dan enteng!" Kata Laras sambil melihat kedua tangannya.


"Tuan putri sekarang menjadi tingkatan jiwa raga roh, level sembilan puluh sembilan.Tenaga dalam Tuan putri juga sudah mencapai level sembilan puluh sembilan!" Jawab Draka.


"CobaTuan Putri melompat ke bukit batu itu," Tunjuk Draka pada Laras.


"Baik akan saya coba," Jawab Laras, dengan secepat kilat ia melompat ke arah bukit yang di tunjuk oleh Draka itu. Tubuh Laras melesat kembali dalam beberapa kejapan mata.


"Bagaimana Tuan Putri?" Tanya Draka lagi.


"Ya, kecepatan ku maju seratus persen dari biasanya," Jawab Laras kesenangan.


Manggala hanya tersenyum melihat Laras begitu gembira, "Itu baru calon senopatiku!" Seloroh Manggala sambil tertawa kecil menghadap ke arah Laras.


Laras hanya membalas dengan sebuah senyuman manisnya.


Draka menyodorkan dua mustika naga yang tersisa, "Ini Tuanku, simpanlah dua mustika ini,"


"O iya Draka, bagaimana cara keluar dari lembah naga ini?" Tanya Manggala.


"Tenang saja Tuanku, hamba akan membuat pintu dimensi untuk Tuanku," Jawab Draka.


Draka menghentakkan tangannya ke depan, sebuah pintu dimensi langsung tercipta.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2