KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Pengumuman


__ADS_3

Maaf buat pembaca Kisah Pendekar Tanpa Tanding, novel ini sempat vakum alias hiatus.


Tapi author mulai nulis lagi kok, Novel ini kemungkinan akan di tamatkan dalam series pendek.


Novel ini akan di lanjutkan ke season dua. Tapi tenang author juga nggak mau pembaca penasaran ceritanya, jadi untuk bocoran Season satu ini hanya sampai Pangeran Iblis Merah berhasil di kalahkan.


Informasi selanjutnya akan author umumkan saat season satu selesai.


Terima kasih...


.


.


Selingan....


Manggala dan Pandan Ayu, seperti yang di ceritakan sebelumnya. Kedua pendekar muda yang mendapat anugrah kekuatan dari raja naga Draka, namun Manggala yang sebagai pemilik batu kekuatan itu tidak menggunakannya.


Manggala yang telah di bekali kesaktian dari lima Pendekar Dewa. Perasaan yang tumbuh saat keduanya bertemu di pertemuan pertama tampaknya tumbuh di tengah pertarungan mereka dengan pasukan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit.


Suatu pagi di istana Galuh Kencana, Pandan Ayu yang di kenal dengan gelar Dewi Phoenix Putih tampak berjalan sendirian menyusuri taman yang baru di renovasi oleh para prajurit rekrutan Manggala dari Perguruan Pedang Kembar.


Beberapa orang prajurit yang berpas-pasan dengan Pandan Ayu menunduk hormat pada gadis cantik berpakaian putih hitam itu.


"Sendirian, Ayu," sapa Manggala dari belakang.


"Eh... Iya, Pangeran," jawab Pandan Ayu.


"Boleh di temani?"


"Silahkan, jika Pangeran tidak keberatan," jawab Pandan Ayu malu-malu.


"Ayu mau kemana?" tanya Pangeran Manggala.


"Hanya jalan-jalan, Pangeran," jawab Pandan Ayu sambil tersenyum.


"Senyum Ayu manis," puji Manggala.


"Dari mana Pangeran tau kalau senyum Ayu manis?" jawab Pandan Ayu menggoda Pangeran Manggala.

__ADS_1


"Dari mana ya?" Manggala bingung mendapat pertanyaan menggoda dari Pandan Ayu tersebut.


"Ya, dari penglihatan lah, Pangeran. Dari mana lagi?" kata Pandan Ayu menahan tawa melihat Manggala tampak kebingungan.


"Pangeran belum pernah dekat dengan seorang gadis sebelum kami?" tanya Pandan Ayu.


"Kami, maksud Ayu?" Manggala balik bertanya sambil memandangi wajah cantik Pandan Ayu.


"Maksud Ayu, Mentari, Laras dan Ayu," jawab Pandan Ayu menoleh ke arah Manggala. Wajah Pandan Ayu langsung bersemu merah saat sadar Manggala menatapnya.


Pandan Ayu menunduk menahan malu, pipinya merona merah.


"Kenapa bertanya begitu?"


"Nggak boleh Ayu bertanya?"


"Boleh saja sih, tapi pertanyaan Ayu seperti ada maksud lain?"


"Pangeran suka pada salah seorang antara Mentari dan Laras?"


"Suka....? Saya.... telah menyukai seorang gadis sebelum bertemu mereka," jawab Manggala sambil berjalan ke arah tempat duduk di taman itu.


"Ya, seorang gadis cantik yang memikat hati!" jawab Manggala.


"Siapa gadis yang beruntung itu, Pangeran?" nada suara Pandan Ayu terdengar sedikit kecewa.


"Ayu kenal kok sama gadis itu," jawab Manggala menggantung ucapan.


"Siapa, Laras, Mentari?" Pandan Ayu menatap ke arah Manggala dengan wajah penuh penasaran dan jantung yang berdebar-debar.


"Tidak," jawab Manggala mengulum senyum, ingin rasanya ia mengungkapkan rasa yang ada di hatinya. Namun rasa malu karena belum pernah dekat dengan seorang gadis.


"Siapa Pangeran?" tanya Pandan Ayu semakin penasaran, jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban Manggala.


"Pandan, benar ingin tau?"


"Iya," jawab Pandan Ayu sambil menunduk saat mata mereka beradu pandang ada getaran yang tidak menentu di hatinya.


"Gelar gadis itu, Dewi...," Manggala menggantung ucapannya.

__ADS_1


"Dewi, sebuah nama, atau sebuah gelar?" Pandan Ayu semakin penasaran.


"Gelar," jawab Manggala singkat.


"Pangeran," rengek Pandan Ayu.


"Gelar gadis itu Dewi Phoenix Putih," jawab Manggala sambil meraih tangan Pandan Ayu.


"Jadi gadis yang Pangeran bilang itu, Ayu?"


"Iya," jawab Manggala memberanikan diri menatap wajah cantik di depannya itu.


"Sungguh, Pangeran?" kata Pandan Ayu menunduk malu, wajah cantiknya semakin merona merah menahan malu saat Manggala menatapnya.


"Jadi, Pangeran juga menyukai Ayu saat pertama bertemu dulu?"


"Iya," jawab Manggala berusaha menepis kegrogian yang menyelimuti hatinya.


"Tapi, Ayu bukan seorang putri Pangeran," kata Dewi Phoenix Putih.


"Ayu'kan putri Adipati," jawab Manggala.


"Tapi, Pangeran,"


"Apa?"


"Mentari sepertinya mempunyai perasaan pada Pangeran,"


"Dari mana Ayu tau?"


"Apa Pangeran tidak menyadari, pandangan Mentari pada Pangeran?"


"Tidak, Kanda tidak memperhatikan hal itu, kanda hanya memperhatikan, Dinda," jawab Manggala sambil tersenyum.


Beberapa prajurit yang sedang meronda tampak saling berbisik melihat Pangeran mereka sedang kasmaran.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2