
"Heaaa..........!"
Kedua puluh orang itu meluncur cepat dengan pedang di tangan mereka, mereka siap mencabik cabik tubuh Manggala dengan sekali tebasan.
Manggala tampak begitu tenang menunggu serangan musuh musuhnya itu.
Trang.......!
Begitu mata pedang menyentuh tubuh Manggala, pedang para pengeroyok itu hanya mengenai angin.
"Hah......!"
Mereka terperanjat, melihat tidak satupun mata pedang mereka mampu melukai tubuh Manggala, belum sempat mereka menarik pedang mereka, Manggala bergerak dengan jurus Langkah Dewa'. menghajar mereka.
Buk....! Buk.....!
"Aaaa.....!"
Para murid Divisi Luar Pedang Raga, tingkat dua puluh tujuh itu bermentalan di hantam pukulan tangan kosong Manggala, yang begitu cepat bagaikan kilat menyambar.
"Yiha.....!"
Mentari dan Laras yang semula tampak cemas, kini berteriak kegirangan, melihat para pengeroyok Manggala itu, bermentalan ke lantai panggung batu.
__ADS_1
"Sungguh hebat Kau anak muda, Kau mengalahkan
dua puluh murid pilihanku dengan sekali serangan,
wajar kalau Kau mampu mengalahkan Soka!"
Puji Sesepuh Guntur Langit, sambil menatap Manggala, ia berusaha mengukur seberapa tingkat tenaga dalam Manggala, tapi karna Manggala menggunakan Ilmu Penutup Jiwa'. Sesepuh Guntur Langit tidak bisa mengukur seberapa tinggi tenaga dalam Manggala.
"Terima kasih Sesepuh, ilmu Saya masih setipis kulit ari tentu tidak ada apa apa nya, di banding kesaktian Sesepuh Guntur Langit," jawab Manggala, merendah.
"Ha ha ha....! Anak muda, Kau sungguh pandai merendahkan diri sendiri, walau aku tidak bisa mengukur seberapa tinggi tenaga dalam mu, namun aku mengenali jurus jurus yang kau pakai,
apakah kau murid salah seorang dari Lima Dewa?"
"Tidak Sesepuh..!!" jawab Manggala, singkat, sehingga Sesepuh Guntur Langit mengerenyitkan keningnya, dan kembali bertanya.
"Ya, tapi Saya tidak menjadi murid salah seorang dari Lima Dewa!" jawab Manggala, begitu mantap.
"Kurang ajar Kau anak muda! Kau berniat mempermainkanku!!" ujar Sesepuh Guntur Langit, tampak gusar dengan jawaban Manggala yang seperti mempermainkan nya.
"Saya tidak mempermainkan mu Sesepuh, Karna Saya adalah murid kelima Pendekar Dewa, bukan murid salah seorang dari Lima pendekar Dewa itu.!"
"Apa...! Tidak mungkin? Kelima Pendekar Dewa saja tidak bisa saling belajar kesaktian satu sama lainnya, Kau berusaha menggertakku, anak muda?!!"
__ADS_1
"Apa Saya tampak menggertak Sesepuh.?" tanya Manggala, memasang wajah serius.
"Baiklah anak muda, jika Kau berkata jujur! Aku yang akan menantangmu!" tantang Sesepuh Guntur Langit, selesai berkata orang tua itu melompat ke tengah arena, dan menginjakkan kaki dengan begitu ringan, beberapa tombak di depan Manggala.
"Silahkan! Sesepuh, tidak sopan Saya yang muda menyerang duluan!" ujar Manggala, dengan begitu tenang.
"Baiklah anak muda! Bersiap lah menerima seranganku..!" selesai berkata Sesepuh Guntur Langit, lansung melesat ke arah Manggala.
"Jurus Pedang Tanpa bentuk Penghancur Raga! Heaaa.....!"
Sesepuh Guntur Langit, mengerahkan 'Jurus Pedang Tanpa Bentuk'. tingkat sepuluh, puluhan mata pedang tanpa gagang meluncur dengan deras ke arah Manggala.
"Jurus Tameng Dewa! Hiaaa....!"
Bentakan melengking Manggala, mengiringi pedang tanpa bentuk yang mengarah ke arahnya tertahan di udara, dan dengan sekali sentakan mata pedang yang berjumlah puluhan itu terjatuh ke tanah.
"Hah....! Jurus Tameng Dewa, milik Pendekar Jiwa Abadi.!" tadi pemuda ini memakai jurus Raga Dewa, milik Pendekar Raga Dewa, tampaknya dia tidak berbohong dengan omongannya tadi," guman Sesepuh Guntur Langit, di tengah keterkejutannya.
Sesepuh Guntur Langit meningkatkan tenaga dalamnya, dan mengalirkan ke kedua tangan nya.
"Jurus Pedang Tanpa Bentuk Penghancur Jiwa! Heaa...!"
Jerit melengking Sesepuh Guntur Langit, membahana dari kedua tangannya ke luar sekitar dua puluh buah mata pedang tanpa gagang, dan di selubung cahaya putih bersinar.
__ADS_1
Bersambung....
Pada episode ini, Author agak sedikit menulis nya, karna Author lagi punya kesibukan di dunia nyata, karna ada pesta di samping rumah Author.