KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Pengejaran Ke Pagoda Lima pilar part 3


__ADS_3

Manggala dan Laras lansung berjalan ke depan bangunan itu, tampak orang orang berpakaian ninja itu seperti menanti mereka bangun, Manggala dan Laras jadi agak bingung mereka ini kawan atau lawan?


"Siapa Kalian? Apa maksud kalian menantikan kami? tanya Laras, tampak masih menguap namun matanya memperhatikan orang orang berpakaian ninja itu dengan seksama.


"Kami di perintahkan untuk menghentikan kalian di sini!" bentak orang yang paling depan, kemungkinan nya ia adalah pemimpin kelompok itu.


"Heh..! Tumben kalian tidak menyerang kami yang lagi tidur," ujar Laras sambil tersenyum tipis menyungging.


"Kami bukan orang pengecut yang menyerang musuh yang lagi tidur!" jawab orang yang tadi berbicara.


"Ha ha...! Kau dengar Manggala, mereka bukan pengecut tapi anak buah si pengecut!" tawa Laras agak terbahak, namun setelah itu ia diam menatap ke arah orang orang berpakaian ninja itu.


"Sebaiknya kalian tinggalkan tempat ini, katakan pada pemimpin kalian, kami akan datang merebut Kak Mentari!"


"Ha ha ha....! Laras ternyata murid Pedang luar seperti mu bisa pongah juga, Kau tidak sadar kau berhadapan dengan murid Divisi dua Pedang Roh, hah...!!"


"Aku tidak peduli kalian dari Divisi mana? yang jelas yang menghalangi kami akan kami singkirkan!!" jawab Laras berapi api.


"Sudahlah Kak Laras, Kakak mundurlah biar Manggala yang menghadapi mereka!" ujar Manggala sambil berjalan ke depan orang orang berpakaian ninja itu.


"Jadi Kau anak baru yang di katakan Sesepuh Tangan Besi itu," tunjuk salah seorang dari orang orang berpakaian ninja itu.


"Kita habisi saja dia, tentu Sesepuh Tangan Besi akan senang," tambah salah seorang temannya.


"Serang...!!!"


Begitu perintah keluar dari mulut orang yang tadi berbicara pada Laras itu, orang orang berpakaian ninja itu lansung berlompatan menerjang ke arah Manggala.


"Heaaa....!"


Manggala menegoskan tubuhnya ke udara menghindari serangan para pengeroyok itu, dengan begitu ringan tubuhnya berjumpalitan di udara menghindari serangan musuh yang susul menyusul ke arahnya.


Orang orang berpakaian ninja itu lansung mengelingi Manggala, begitu Manggala menjejakkan kakinya di tanah, mereka pun lansung menghunus pedang mereka.


Sring.! Sring!


Manggala pun mengeluarkan tongkat mustika Dewa Pemberian Pendekar Tongkat Dewa, dari balik bajunya, tongkat itu masih panjang sekilanan

__ADS_1


dan sebesar ranting kayu.


"Ha ha ha...! Kau mau melawan pedang kami dengan tongkat mini itu anak baru!" gelak tawa orang orang berpakaian ninja itu tumpah begitu melihat tongkat mustika Dewa di tangan Manggala itu.


Wuss...!


Tiba tiba tongkat di tangan Manggala berubah menjadi besar, dan panjang sekitar dua meter setengah, dan bentuknya begitu indah.


"Hah...!!"


Mereka terperangah melihat tongkat di tangan Manggala itu, sementara Manggala hanya tersenyum tipis sambil meletakkan tongkat itu di bahunya.


"Heaa...!"


Salah seorang pengeroyok itu lansung menerjang Manggala dengan pedangnya, begitu ia mengayunkan pedangnya ke arah Manggala, secepat kilat tongkat di tangan nya melesat ke depan ke arah dada Si penyerang, sehingga.


Buak...!


"Aaakh...!"


Lenguhan tertahan keluar dari mulut si penyerang, di iringi tubuhnya terlempar ke arah belakang.


Melihat temannya terjungkal yang lain segera melesat ke arah Manggala secara serentak.


"Hiaaa....!"


Manggala menegoskan tubuhnya ke belakang dengan tongkat nya menapaki serangan pedang musuh musuhnya, begitu telapak kaki nya menjejak tanah Manggala kembali melesat ke depan, dengan ayunan tongkat di tangannya secepat kilat, sehingga musuh musuhnya tidak ada yang sempat menghindar.


Buak! Buak.!


"Aaakh.....!"


Beberapa orang pengeroyok yang terhantam tongkat di tangan Manggala itu, terjungkal dan terlempar ke tanah, banyak di antara mereka yang tidak sanggup berdiri lagi, hanya menggeliat di tanah, dengan darah mengucur di sela sela bibir mereka.


"Heaa.....!"


Tanpa di perintah mereka yang masih selamat melompat mundur, dan mereka lansung berbaris, mereka lansung menyarungkan pedang mereka ke dalam warangka yang ada di punggung, dan lansung merapatkan tangan di depan dada.

__ADS_1


"Jurus Gabungan Pedang Jiwa Penghancur Roh'.!!"


Tampak di sekitar tubuh mereka keluar cahaya merah dan menuju telapak tangan mereka, setelah itu cahaya itu membentuk sebuah pedang berwarna merah menyala.


Melihat musuhnya merapal jurus andalan mereka, Manggala pun segera mengerahkan 'Jurus Raga Dewa'. dan 'Jurus Jiwa Dewa'. gabungan dua jurus pemberian dua gurunya itu, di rasa Manggala cukup kuat menghadapi 'Jurus Pedang Jiwa Penghancur Roh'. itu.


"Heaaa...!"


Orang orang berpakaian ninja itu melesat ke udara sebagian dan sebagian lagi melesat dari arah bawah, mereka sama sama meluncur ke arah Manggala dengan sebuah pedang bayangan berwarna merah.


Manggala menanti serangan para pengeroyok dengan telapak tangan merapat di depan dada, dan mata terpejam, hanya aura putih yang mengelilingi tubuhnya.


Swoss....! Swoss.....!


Bleb...! Bleb.!


"Hah....!"


Para pengeroyok itu terkejut bukan main ketika pedang cahaya di ujung tangan mereka tidak sanggup menembus tubuh Manggala, ujung pedang cahaya berwarna merah itu seperti menyentuh sebuah dinding lentur dan mendorong balik ke arah mereka.


"HEAAA.....!"


Bentakan Manggala membahana, sehingga para pengeroyok itu berterbangan bagai daun yang tertiup angin, dan berserakan di tanah, dari mulut mereka menyembur darah segar, pertanda mereka mengalami luka dalam yang begitu parah.


"Aaakh....! "Huaks.....!!"


Kebanyakan dari mereka lansung memuntahkan darah segar, mereka beringsut mundur ketika Manggala dan Laras, berjalan ke arah mereka.


"Bagaimana Kisanak? Apa peringatan ku tadi salah ?" bentak Laras sambil tertawa ke arah orang orang berpakaian ninja itu, tampak di bagian mulut mereka basah oleh darah, dan banyak dari mereka membuka penutup bagian bawah matanya.


Tampak dari mereka rata rata berumur dua puluh lima sampai tiga puluh tahunan.


"Pergilah tinggalkan tempat ini! Jangan sampai aku membantai Kalian, katakan pada Sesepuh Tangan Besi kami akan datang ke Pagoda Lima pilar itu!" bentak Laras, begitu mendengar ancaman Laras begitu kejam, tanpa pikir panjang orang orang berpakaian ninja itu lansung membawa teman teman mereka yang tidak sanggup berdiri melarikan diri dari tempat itu, tanpa banyak bicara lagi.


"Dasar pengecut Sesepuh Tangan Besi itu, dia selalu saja mengorbankan para muridnya untuk tujuan jahat mereka!" guman Laras, seperti berbicara pada diri sendiri, sementara itu Manggala hanya senyum senyum memandangi wajah Laras yang gusar sendiri.


Begitu ia sadar di perhatikan Manggala, wajah Laras memerah menahan malu, apalagi melihat Manggala yang senyaman senyum itu.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Favorit, like dan komen ya.. Makasih..


__ADS_2