KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Pengejaran Ke Pagoda Lima Pilar. part 6


__ADS_3

Dua prajurit siluman itu terpental ke tanah terkena pukulan Manggala, dua temannya termangu melihat kawan terpental ke tanah.


.


"Hah..!"


Buak...! Buakk...!


"Aaakh....!"


Para prajurit siluman itu mengerang kesakitan di tanah. Manggala menjejakkan kakinya ke tanah dan lansung melesat ke dekat para prajurit silumyang berusaha bangun dengan sempoyongan itu.


.


Tanpa banyak bicara dengan secepat kilat pukulan jarak jauh bertenaga dalam tinggi lansung di lepaskan ke arah Para prajurit siluman itu. Kontan saja tanpa bisa berbuat banyak para prajurit itu lansung tewas dengan tubuh bagai terhantam batu besar.


.


Para murid Divisi Dua Pedang Roh yang masih hidup tampak terletak di tanah, mereka tampak ketakutan begitu Manggala bergerak ke arah mereka. Para murid Divisi Dua Pedang Roh itu berusaha merangkak menjauh, namun tubuh mereka yang penuh luka membuat mereka banyak yang pasrah apa yang akan di lakukan Manggala!


.


Laras melesat menyusul Manggala, ia menjejak kaki di samping Manggala.


"*Apa yang akan Kau lakukan pada mereka Manggala?"


"Menurut Kak Laras, apa yang harus kita lakukan?"


"Jika mereka mau kita rekrut mereka jadi orang kita, jika tidak, terserah Kau apa yang harus di lakukan?!"


"Kalian dengar, perkataan Kak Laras itu? Dua pilihan jadi pengikut Kami, atau menunggu hewan buas datang memakan Kalian!" Ujar Manggala sambil menghentikan langkahnya di depan para murid Divisi Dua Pedang Roh itu.


.


"Jadi pengikut bagaimana Pendekar?" Murid murid Divisi Dua Pedang Roh itu kebingungan. Mereka tampak ketakutan.


.


"Jadi prajurit Kerajaan Galuh Kencana! Kalian mau??"


Ujar Laras sambil menatap ke arah Para murid Divisi Dua Pedang Roh itu.


.


"Kami bersedia! Pendekar!" Jawab para murid Divisi Dua Pedang Roh itu, mereka tampak lega dengan penjelasan Laras barusan.


.


"Baiklah, obati dulu luka Kalian! Setelah itu pergilah ke istana Galuh Kencana, bantu teman teman kalian di sana!" Perintah Laras.


.


"Baik, Pendekar!!" Jawab para murid Divisi Dua Pedang Roh itu serentak.


"*Pendekar mau kemana?"


"Kami mau melanjutkan perjalanan ke Pagoda Lima pilar*!" Jawab Manggala sambil menghentikan langkahnya.


.

__ADS_1


"Hati hati Pendekar!"


Hanya itu perkataan para murid Divisi Dua Pedang Roh itu. Mereka hanya memandangi kepergian Manggala dan Laras.


.


Manggala dan Laras melesat meninggalkan tempat itu, dengan ilmu peringan tubuh dan lari cepat mereka, sehingga tidak lama mereka telah hilang di telan rimbunan hutan antara gerbang Pertama dan gerbang kedua Divisi Dalam Pedang Roh itu.


.


Merasa telah jauh dari tempat para murid Divisi Dua Pedang Roh itu, mereka memperlambat lari mereka, Manggala mengajak Laras mencari tempat istirahat, karna matahari telah sampai di atas kepala. Manggala juga tidak tega melihat Laras yang tampak sudah kelelahan.


.


"Kak Laras kita istirahat dulu, kita cari tempat teduh, kasihan Kakak tampak sudah lelah!" Ajak Manggala pada Laras.


.


"Tidak apa-apa, Manggala Kakak masih kuat kok," Jawab Laras sambil tersenyum. Ia berusaha menyembunyikan rasa lelahnya.


.


"Tidak apa-apa Kak, kita istirahat dulu, kita cari makan, di dalam hutan ini banyak ayam hutannya," Kata Manggala sambil menghentikan langkahnya dan duduk di bawah sebatang pohon yang cukup rindang dan di bawahnya banyak rerumputan halus.


.


Laras pun duduk di bawah pohon itu, sambil mengibas -ngibaskan tangannya, tampak keningnya basah oleh keringat. Laras menyeka keringatnya dengan lengan bajunya.


.


"Kak Laras tunggu di sini ya, Manggala cari ayam atau ikan sebentar, Kakak hidupkan api saja," Pinta Manggala sambil bangkit dari duduknya.


.


.


Manggala melesat ke dalam hutan meninggalkan Laras. Setelah Manggala pergi Laras pun bangkit dari duduknya dan mengumpulkan ranting pohon yang jatuh di bawah pohon, untuk membuat api unggun sesuai permintaan Manggala tadi.


.


Laras asyik membakar ranting-ranting yang ia kumpulkan tadi, hawa panas api itu membuat ia tampak kegerahan, sesekali ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wajahnya.


.


Sekitar satu jam Manggala pergi, ia kembali membawa dua ekor ayam hutan berukuran besar, dan telah di bersihkan.


.


"Bagus Kak apinya, kita makan kenyang siang ini," Sapa Manggala melihat Laras yang sibuk membuat bara api untuk panggangan.


.


Laras menoleh ke arah Manggala dan melihat dua ayam besar di tangan Manggala itu. "*Wah! Besar-besar ayamnya Manggala!"


.


"Ya Kak, tadi ada segerombolan ayam hutan tidak jauh dari sini, Manggala berhasil mendapatkan dua!"


"Sini, biar kakak yang panggang, Kau istirahat dulu*!" Pinta Laras, sambil mengambil dua ayam itu dari tangan Manggala. Dua ayam itu telah di tusuk oleh Manggala dengan ranting pohon, untuk pegangan memanggangnya.

__ADS_1


.


"Terima kasih Kak!" Ucap Manggala sambil duduk di bawah pohon tidak jauh dari Laras. Sedangkan Laras tampak sibuk mengurusi dua ayam panggangnya.


Manggala tampak tertidur sambil bersandar di batang pohon itu. Sedangkan Laras belum menyadari kalau Manggala telah tertidur. Laras masih sibuk menyiapkan panggangannya.


.


Begitu ia selesai dengan masakannya itu, Laras berniat memanggil Manggala. Begitu Laras menoleh ia baru menyadari Manggala telah tertidur menunggunya.


Laras hanya menggelengkan kepala, di pandangnya wajah tampan Pangeran Kerajaan Galuh Kencana itu.


"Ternyata Kau Bisa capek juga Manggala," Guman Laras setengah berbisik, ia meletakkan dua ayam panggang di samping Manggala.


.


Tidak lama kemudian Manggala terbangun setelah hidungnya menghirup bau ayam panggang yang mengundang selera makan itu.


.


"Sudah masak ya Ka? Kok Kakak tidak makan?" Tanya


Manggala.


.


"Lapar, cuma Kakak menunggu Manggala bangun," Jawab Laras sambil tersenyum.


.


"Ya sudah Kak, Manggala juga sudah lapar ayo kita makan!" Ajak Manggala. ia mengambil seekor ayam panggang itu dan memakannya dengan lahap.


.


Laras pun bangkit dan mengambil yang sekiranya lagi, dan segera menyantapnya, karna perutnya pun sudah terasa kerongcongan.


************************************************


.


Kita tinggalkan Perjalanan Manggala yang menuju Pagoda Lima pilar itu.


Kita Kembali Ke istana Galuh Kencana, beberapa hari sebelum Manggala dan Laras merekrut murid-murid Perguruan Pedang Kembar yang di kesalahannya untuk jadi calon para prajurit Kerajaan Galuh Kencana.


Kita kembali pada perjalanan Pendekar Gila Patah hati, yang menuju istana Galuh Kencana atas suruhan Manggala.


.


Pendekar Gila Patah hati tampak celingak celingukan memasuki kawasan istana Kerajaan Galuh Kencana itu. Matanya berputar memandangi setiap sudut tempat itu, ada binar yang tidak dapat di lukiskan dalam pandangan Pendekar Gila Patah hati itu.


.


Pendekar Gila Patah Hati memasuki ruang istana Kerajaan Galuh Kencana itu, ia berjalan menyusuri setiap detil istana itu tanpa tersesat, maksudnya membawa ia mengelingi setiap bagian istana itu.


.


"Istana ini begitu akrab rasanya denganku, padahal baru kali ini aku kesini," Guman Pendekar Gila Patah Hati.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like, koment dan Kalau bisa vote ya. favorit nya juga.. Terima kasih....


__ADS_2