
Gedung batu besar di belakang para murid itu hancur membentuk dua telapak tangan raksasa. Debu dan tanah bersemburan bercampur batu akibat hantaman pukulan Jurus Tapak Dewa milik Manggala itu. Begitu debu dan tanah kembali ke bumi, tampak para murid Divisi Utama Pedang Roh itu berserakan, jumlah mereka tidak lebih dari tiga ratus orang.
.
"Dimana Datuk Sesepuh Mata Langit? Kenapa dia tidak ada di sini?" Guman Laras seperti bertanya pada diri srndiri.
.
"Mungkin kah dia di Pagoda Lima pilar itu Kak Laras?" Tanya Manggala.
.
"Bisa saja Manggala, Kalau dia tidak ada di sini, kemungkinan besar memang dia di Pagoda Lima pilar!" Jawab Laras, ia menyarungkan pedang nya ke dalam warangka yang ada di balik punggungnya itu.
.
"Sebaiknya kita cepat menuju Pagoda Lima pilar itu, aku takut Kak Mentari di siksa mereka, yang di takutkan sihir yang mengecoh kita kemarin!" Ujar Laras, ia tampak mencemaskan Mentari.
.
"Maksud Kakak?" Tanya Manggala.
"Sihir Bisa membuat apa pun,takutnya, kak Mentari di sihir di buat sebagai penghalang kita!"
"Kita tinggal mengalahkan nya Kak, setelah itu baru kita obati," Jawab Mangga begitu tenang.
.
"Tenang Tuan Putri, dengan kekuatan mustika naga kalian bisa menghadapi sihir Pasukan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu," Ucap Draka sambil tersenyum.
.
"Wah.. Draka tampan juga dengan penampilan itu!" Kata Laras sambil tertawa melihat ke arah Draka, yang memakai wujud seorang prajurit naga muda.
.
__ADS_1
"He he... Kami bangsa jin bisa merubah wujud kami sesuka kami Tuan Putri, tapi jangan terlalu percaya sama jin, umur mereka rata-rata ratusan tahun bahkan ribuan tahun," Jawab Draka sambil tertawa.
.
"Draka sendiri sudah berumur berapa?" Tanya Manggala menyela, tangan kanannya memainkan tongkat mustika Dewa yang berukuran kecil sebesar sebuah ranting.
.
"Umur saya Tuanku, Saya berumur sekitar seribu sampai dua ribu tahun Tuanku, saking lamanya hamba di hukum di bumi, hamba sampai tidak ingat lagi berapa umur hamba sekarang," Jawab Draka.
.
"Jadi di istana Kayangan, Draka menjabat sebagai apa?" Tanya Laras menyela.
"Hamba dulu adalah panglima perang di istana kayangan,"
.
"Jadi kenapa Draka sampai di hukum di bumi?" Tanya Manggala tampak penasaran.
"Karna hamba suntuk, hamba tidak punya pekerjaan, istana langit saat itu begitu damai, ganggauan dari para jin jahat dan pasukan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit saat itu tidak menjadi masalah, saat itu hamba dengan mudahnya mengalahkan mereka yang memberi gangguan ke istana langit. Saat itu istana kayangan dalam keadaan damai tentram. Kerajaan Awan Hitam Atas Langit saat itu tunduk di bawah pengawasan kami, hamba menantang seluruh panglima di kayangan bertarung, semua dapat hamba kalahkan, sehingga timbul kesombongan di hati hamba. Hamba mengalahkan raja kayangan dalam pertarungan satu lawan satu, hamba sampai meminta jabatan raja kayangan. Saat itulah raja kayangan mengutuk hamba dan menghukum hamba di bumi, sebagai naga berkepala lima!"
.
.
"Wah cukup rumit dan panjang ya, perjalanan seorang Draka, jadi pasukan naga mu masih di istana kayangan Draka?" Laras tampak memperhatikan dan menyimak cerita Draka dengan seksama, sedangkan Manggala hanya manggut-manggut mendengar cerita Draka itu.
.
"Jadi Kak Laras, Pasukan Pangeran Iblis Merah itu berniat menghabisi kita dengan mengirim kita ke Lembah naga berkepala lima, sekarang mereka akan kena batunya!" Ujar Manggala.
"Ya, mereka telah salah mengirim orang kesana!" Jawab Laras sambil tertawa.
"Tuanku, bagaimana kalau hamba berubah menjadi naga, dan kita bisa melanjutkan perjalanan ke tujuan kita lebih cepat!" Ucap Draka dengan menunduk.
__ADS_1
"Baiklah, kalau Draka tidak keberatan?"
"Kenapa hamba harus keberatan, Tuan Manggala adalah majikan hamba!" Jawab Draka.
.
"Jangan anggap saya majikan, anggap lah kita teman, karna saya di pinta oleh kelima guru saya mencari teman bukan musuh, namun musuh saya sudah menunggu semenjak saya masih kecil. Mereka menghancurkan Kerajaan Galuh Kencana yang terkenal damai tentram. yang lebih menyakitkan. Pasukan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu membantai habis orang-orang yang ada di istana termasuk keluarga Kak Laras," Ujar Manggala.
.
"Terima kasih Tuanku menganggap hamba sebagai teman, dulu hamba menantang semua panglima kayangan, karna tidak ada yang menganggap hamba sebagai teman, mereka menganggap hamba sebagai saingan,"
.
"Sama-sama Draka, kita seksrang adalah keluarga, jadi kita harus menjaga satu sama lain,!"
.
"Tentu saja Tuanku, hamba akan menjaga kalian dengan nyawa hamba. Setelah kita merebut teman Tuanku, hamba ingin mengajak Tuanku ke istana langit, untuk mencari tau, apa yang telah terjadi, sehingga pasukan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit begitu meraja lela,"
.
"Sudahlah Tuanku, sebaiknya kita melanjutkan perjalan dengan cepat, yang di takutkan Tuan putri Laras itu ada benarnya, kita akan lebih sulit bertarung dengan lawan yang merupakan teman sendiri, daripada bertarung dengan lawan yang jelas lawan,"
Setelah berkata Draka lansung merubah wujudnya ke wujud seekor naga yang berwarna keemasan, tampa banyak tanya lagi Manggala dan Laras lansung melompat ke punggung naga itu, dan mereka lansung melesat meninggalkan tempat itu.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like
koment
__ADS_1
dan favorit ya
Terima kasih banyak.