
Laras tanpa banyak tanya langsung melompat ke atas punggung Draka yang berwujud seekor naga berwarna keemasan itu. Draka bergerak dengan kecepatan tinggi dalam sekejap mata mereka telah hilang dari tempat itu.
.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di depan sebuah gerbang besar, yang bertuliskan Divisi Utama. Itu adalah gerbang menuju aula Divisi utama pedang roh. para murid yang tinggal di sini rata-rata sudah memilki level sepuluh bahkan mencapai level tiga dan level dua.
.
Draka kembali ke wujud semula yaitu seorang yang berpakaian baju perang berwarna keemasan, kali ini Draka tidak menampakkan wajah aslinya. Draka muncul dengan wajah seorang seorang raja muda hanya pakaian kebesarannya sebagai raja naga yang tidak berubah.
.
"Tuanku, apa yang hendak Tuanku lakukan sekarang? Haruskah hamba menghancurkan gerbang itu sekarang?"
.
"Kalau Kau tidak keberatan, silahkan Draka! Biar mereka yang ada di dalam tau bahwa kita telah datang!" Jàwab Manggala.
.
"Tunggu!" Cegah Laras.
Draka dan Manggala tampak agak terkejut dengan tindakan Laras itu.
__ADS_1
.
"Kenapa Kak Laras?" Tanya Manggala tampak heran, keningnya agak berkerut. Laras hanya tersenyum.
.
"Biar saya yang akan melakukannya! saya ingin mencoba kekuatan mustika naga yang telah saya dapatkan tadi!" Jawab Laras sambil tersenyum.
.
"Ha ha ha...! Maaf Kak Laras, Manggala pikir tadi Kakak malah mau membela orang-orang Perguruan Pedang Kembar itu," Ujar Manggala sambil tertawa. Draka hanya tersenyum melihat ke arah Manggala dan Laras.
.
"Silahkan Kak," Jawab Manggala. Tanpa banyak bicara lagi Laras melesat sambil menghunus pedang yang ada di balik punggungnya itu, dengan secepat kilat ia mengibaskan pedangnya dengan tambahan tenaga dalam cahaya putih membentuk pedang meluncur deras menghantam gerbang itu.
.
Pintu gerbang itu lansung terbelah menyamping dan lansung roboh ke tanah. Laras menjejakkan kakinya ke tanah, sambil memperhatikan pedang ditanganya. Ada rasa tidak percaya di hatinya. melihat kekuatan yang ia miliki sekarang.
.
Puluhan murid Divisi Utama Pedang Roh itu lansung berhamburan ke halaman besar aula itu. Mereka langsung mengambil ancang-ancang mengepung Manggala dan kedua temannya itu.
__ADS_1
.
"Sebaiknya Kalian menyingkir, kami tidak ingin menyakiti Kalian!" Bentak Laras sambil menatap tajam ke arah para murid Divisi Utama Pedang Roh itu.
.
"Ha ha ha... ! Laras bukannya aku tidak tahu siapa kau? Kau adalah murid Divisi Luar Tingkat Tiga puluh. Jadi sebaiknya kau cepat berlutut, mungkin Kami akan mengampuni nyawamu!" jawab salah seorang murid Divisi Utama Pedang Roh itu, ternyata ia mengenali Laras, cuma ia belum tau kekuatan yang di miliki Laras sekarang.
.
"Hmm...! Apakah Kau ingin memcoba murid Divisi Luar tingkat tiga puluh ini, Senior?" Jawab Laras bernada setengah mengejek.
"Bangsat! Kau akan menyesal memandang remeh padaku Laras! Hiaaa...!"
.
Murid itu lansung melompat ke arah Laras dengan jurus pedang andalannya, yaitu Jurus Pedang Jiwa Penembus Roh. Beberapa mata pedang dari cahaya putih melesat meluncur dari tangan kanannya. Namun dengan sekali kibasan tangan Laras semua mata pedang itu bermentalan di susul dengan pemiliknya terpental ketanah, dengan memuntahkan darah segar.
.
"Huaaks....!"
Para murid Divisi Utama Pedang Roh itu, tampak terkejut bukan kepalang, karna melihat kekuatan yang di miliki Laras jauh dari dugaan mereka. Bebarapa orang tampak agak tersurut mundur, melihat semua kejadian yang di luar nalar mereka.
__ADS_1
.
"Ha ha ha...! Sebaiknya Kalian menuruti kata-kata Laras itu, jika Kalian masih ingin berumur panjang," kata Draka sambil tertawa menatap ke arah Para murid Divisi Utama Pedang Roh yang mengepung mereka itu. Sedangkan Manggala hanya tersenyum memandang ke arah musuh-musuhnya itu.