
Panas matahari yang menyengat kulit, burung burung berterbangan mencari makan dari pohon.
Angin berhembus membuat panas nya siang itu tak begitu terasa.
Manggala dan Laras tampak masih bersama para murid Perguruan Pedang Kembar Divisi Dalam Pedang Pedang Roh.
Mereka yang menyerahkan diri karna merasa tidak akan mampu menandingi kehebatan Manggala.
Manggala memerintahkan mereka pergi ke istana Galuh Kencana. Sementara Manggala dan Laras bergerak menuju gerbang kedua Divisi Dalam Pedang Roh.
Begitu sampai di depan gerbang, Manggala meminta Laras agak menjauh, ia bersiap untuk membobol gerbang itu dengan Jurus Tapak Dewa.
"*Kak Laras mundurlah Saya akan menghancurkan pintu gerbang ini!"
"Baik lah*," jawab Laras singkat. gadis cantik berbaju hijau itu lansung mundur ke belakang beberapa langkah.
"*Hiyaaa.....!"
Jerit melengking keluar dari mulut Manggala. Maka seketika dari telapak tangan nya meluncur cahaya putih berbentuk telapak tangan, lansung menghantam pintu gerbang itu*.
Blaaar......!
Pintu gerbang itu lansung berlobang membentuk telapak tangan raksasa, Manggala dan Laras lansung melesat masuk ke dalam benteng bangunan Divisi Dalam Pedang Roh itu.
__ADS_1
Begitu mereka menjejak kaki di dalam benteng, mereka telah di nanti oleh murid murid Divisi Dua Pedang Roh, yang mempunyai kemampuan di atas yang menunggu di luar gerbang tadi.
Suasana tampak jadi mencekam karna para murid itu telah ber Siap dengan pedang di tangan, begitu Manggala mendekat mereka lansung mengatur formasi mengepung.
Mereka berjumlah cukup banyak, jumlah mereka di atas lima puluh orang, tampak di belakang mereka berdiri lima orang berbaju merah, dengan pedang besar di balik punggung.
Laras tampak diam di dekat pintu gerbang, ia ingin membantu, namun ia sadar dengan jumlah musuh yang begitu banyak, dan berilmu tinggi ia hanya akan membuat repot Manggala, jadi ia memilih berdiam diri.
Manggala hanya tersenyum menatap ke arah musuh yang telah mengelilingi nya. Manggala mempersiapkan diri dengan Jurus Raga Dewa Tingkat Tiga. Dan Jurus Tameng Dewa Tingkat Tiga nya.
"Habisi dia..! perintah salah seorang yang berbaju merah dengan pedang besar itu.
Mendengar perintah itu, para murid yang mengepung Manggala lansung melesat dari segala penjuru. Manggala menunggu serangan itu dengan tegak tak bergeming.
Trang.......!
Para pengeroyok Manggala tampak terkejut karna begitu mata pedang mereka mengenai tubuh Manggala, mereka seperti mengenai sebongkah batu, belum hilang ke terkejutan mereka Manggala telah membentak dengan 'Jurus Bentakan Dewa'.
"*HEAAA.....!"
"Aaaaa*.......!"
Para murid yang mengepung Manggala itu lansung terpental bagai di hantam angin kencang, mereka jatuh di dekat teman teman mereka yang belum
__ADS_1
mengadakan penyerangan.
"Lakukan formasi Pedang Roh...!!"
Perintah orang yang tadi memberi perintah.
Para murid yang masih berdiri itu mengatur formasi berlapis mereka menyatukan kekuatan mereka, maka seketika dari tubuh mereka keluar cahaya merah berkeliling di sekitar tubuh mereka, dan berbentuk mata pedang berwarna merah.
Dengan jumlah para murid yang menyatukan kekuatan itu, maka jumlah pedang dari cahaya merah itu juga sangat banyak.
"Serang.....!!!"
Puluhan bahkan ratusan mata pedang berwarna merah itu melesat bagai kilat ke arah Manggala.
Pedang berwarna merah dari cahaya itu datang dari segala penjuru meluncur ke arah tubuh Manggala.
Set...! Set....!
Bleb...! Bleb.....!
Begitu mata pedang berwarna merah itu hampir mengenai tubuh Manggala, mata pedang itu seperti menyentuh sebuah dinding lentur dan mendorong balik ke para murid murid itu.
"Aaaa.....!"
__ADS_1
Bersambung...