KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Soka


__ADS_3

Saat Soka dan anak buahnya akan memaksa menyentuh tubuh Laras, sebuah bayangan merah membentak mereka, dan lansung menyerang Soka dan anak buahnya itu.


"Kurang ajar.! Lepaskan gadis itu laki laki b*jat...!"


Bentak bayangan merah itu, lansung mendarat di depan Laras, yang sudah tidak berdaya itu.


"Kak Mentari, tolong Laras, Kak..," Laras memohon pada Mentari, Mentari membantu Laras berdiri.


"Mundurlah dulu adik, biar ku hadapi para lelaki durjana ini,"


"Baik, Kak, hati hati...," jawab Laras, sambil mundur ke belakang, menjauhi Mentari dengan bergerak mundur.


"Ha ha ha...! Mentari! Apa Kau mau menggantikan Laras? Kau pikir, Kau sanggup menghadapi kami seorang diri, apalagi menghadapi..ku!?" ujar Soka, sambil tertawa penuh kemenangan, melihat yang datang adalah Mentari, adik seperguruannya, yang jelas kemampuannya di bawah Soka, Karna Soka berada di tingkat tujuh belas pedang jiwa bagian dalam Perguruan Pedang Kembar.


"Aku tidak peduli Kau di tingkat tujuh belas Pedang Jiwa, aku harus menghentikan kebej*tanmu..!"


Jawab Mentari, lantang, ia menghunus pedang yang ada di balik punggungnya, ia bersiap menghadapi serangan anak buah Soka itu, mereka adalah murid Pedang Raga, bagian luar, mereka berada di tingkat dua puluh tiga.


"Kalahkan dia, Kalian boleh mengambil Laras, Mentari untukku..!" perintah Soka, dengan di iringi tawa terkekeh, penuh n*fsu b*jatnya, apalagi melihat tubuh Mentari yang begitu seksi itu, membuat siapa pun melihatnya tergiur dengan kesempurnaan tubuh gadis cantik berbaju merah itu.


"Heaaa.....!"


Tanpa banyak tanya ke empat orang murid Pedang Raga bagian luar tingkat dua puluh tiga itu, lansung melompat menyerang Mentari. Tentu saja Mentari tidak tinggal diam ia melompat menyerang ke empat orang itu dengan Pedang terhunus, pertarungan pun berlangsung tidak seimbang.


Beberapa jurus berlalu Mentari berhasil melukai dua orang pengeroyok nya, dua orang lainnya menghunus pedang dan kembali menyerang Mentari, namun Mentari masih di atas angin, ia berhasil mendesak kedua musuhnya, dua orang yang yang terluka itu menghunus pedang dan membantu kedua temannya.


Kali ini mereka agak berhasil mendesak Mentari, dengan Jurus Pedang Merak Menebar Pesona, ia berhasil menghadapi keroyokan musuh musuhnya.


Berselang sepuluh jurus pertarungan, pedang di tangan Mentari berhasil melukai dua orang pengeroyok nya.


"Aaakh.....!"


Dua orang pengeroyok itu, jatuh ke tanah, mereka meregang nyawa di ujung pedang Mentari, melihat dua orang bawahan nya tewas, Soka jadi murka, ia melompat dengan sebuah pukulan jarak jauh ke arah Mentari.


"Aah.....!"


Mentari terpental kebelakang, ia jatuh bergulingan di tanah, kedua bawahan Soka lansung melompat ke arah Mentari, mereka lansung menyusulkan serangan saat Mentari berusaha bangun dari jatuhnya.

__ADS_1


Mentari terpaksa menangkis serangan kedua bawahan Soka itu, namun sebuah tendangan mengenai perutnya, lagi lagi ia harus jatuh ke tanah, tampak darah mengalir dari sela sela bibirnya.


"Kak Mentari...!" jerit Laras, gadis cantik berbaju hijau itu, bingung harus berbuat apa, mengadakan perlawanan, sudah tidak mungkin, melarikan diri, Sedangkan Mentari sudah terluka, ia tegak mematung dalam kebimbangan.


Dua orang bawahan Soka itu lansung mengejar Laras, dan mendekatinya, Sedangkan Soka mendekati Mentari, yang lagi terbaring di tanah.


"Ha ha ha...! Mau kemana lagi Kau, gadis cantik, sebaiknya Kau layani kami.!" Ujar Salah seorang bawahan Soka itu, ia berusaha menyentuh pipi Laras, Laras berusaha mundur, sampai punggungnya menabrak sebatang pohon, yang ada di belakangnya.


"Ha ha ha..! Ayo lah cantik tidak usah sok jual mahal," ujarnya, tangan bergerak menyentuh Dada Laras yang di tutupi Laras dengan kedua lengannya.


Tangan Kedua laki laki itu, sudah memegangi tangan Laras, gadis itu hanya memejamkan mata, sebagai tanda ia tidak rela di perlakukan sebagai wanita murahan.


Saat yang genting sekelasnya bayangan tiba tiba datang dan menghajar kedua bawahan Soka itu, sontak saja keduanya terkena serangan itu, apalagi mereka dalam keadaan tidak siap bertarung.


Buk...! Buk....!


"Uaaa.....!


Kedua laki laki itu terpental ke tanah, mereka mengalami luka dalam yang cukup parah.


"Hei....! Siapa Kau, berani mencampuri urusan orang orang perguruan Pedang kembar.!"


"Manggala.?Kenapa Kau kesini? pergilah..! mereka bukan lawanmu," ujar Mentari, sambil berusaha berjalan ia mengambil pedangnya, dan berdiri di samping Manggala.


"Pergilah cepat Manggala, selagi sempat, cepat lah kau ke Perguruan Pedang Kembar.! Aku yang akan menahannya di sini," pinta Mentari, tanpa melihat ke arah Manggala.


"Tidak apa apa, Kak Mentari, mundurlah.! Biar Saya yang hadapi orang itu," jawab Manggala, begitu tenang.


"Tapi dia murid ke tujuh belas, tingkat pedang jiwa bagian dalam Manggala, Kau hanya murid kelas lima puluh Pedang Raga, bagian luar, Kau tidak mungkin bisa mengalahkannya,"


Pinta Mentari, wajahnya tampak cemas, akan keselamatan Manggala, ia seperti tidak mempedulikan keselamatannya sendiri, demi keselamatan pemuda tampan di sampingnya itu.


"Tidak apa apa Kak, bukan sifat seorang kesatria, meninggalkan teman yang terluka," jawab Manggala, sambil menoleh ke arah Mentari, ia melempar senyum, sambil menyeka darah di bibir Mentari.


Gadis cantik itu, hanya diam, ketika belakang telunjuk Manggala menyentuh bibirnya, dia hanya berusaha tersenyum.


Manggala merogoh saku di balik bajunya, ia memberikan dua biji pil obat pada Mentari.

__ADS_1


"Makanlah obat ini Kak Mentari, berikan satu pada temanmu itu," pinta Manggala, tanpa mempedulikan Soka yang berjarak sekitar lima tombak dari depan mereka.


"Bangsat....! Berani Kau menyentuh Mentari di depanku, Kau akan mati anak baru.!" bentak Soka, ia lansung melesat ke arah Manggala, kedua tangannya di depan, telapak tangannya di selubung i cahaya kuning.


Manggala hanya tersenyum, dengan 'Jurus Mata Dewa'. ia telah mengukur seberapa besar dampak pukulan dan arus tenaga dalam yang di pakai Soka itu.


Ia bersiap dengan 'Jurus Tameng Dewa'. tingkat dua, dan di gabungkan dengan 'Jurus Raga Dewa'.


"Hiyaaa....!"


Soka lansung menyarangkan pukulan tàngan kosongnya ke dada Manggala.


"Dup....!


Swoss....!


Soka tersentak, dan tidak menyangka kalau pukulannya, akan membal ketika mengenai sasaran, ia terpaksa melompat kebelakang.


"Heh...!"


Bangsat, siapa Kau sebenarnya?" Bentak Soka, menutupi keterkejutan nya, Sedangkan Mentari dan


Laras, ternganga melihat pukulan Soka mental begitu mengenai tubuh Manggala.


"Siapa dia Kak Mentari? tenaga dalamnya begitu tinggi, hingga pukulan Soka tidak sanggup melukainya.!?" tanya Laras, penuh tanda tanya.


"Dia murid baru yang berhasil mengalahkan dua puluh orang termasuk Resa Gana.!" jawab Mentari, sambil tersenyum, wajahnya telah kembali cerah setelah meminum obat pemberian Manggala tadi.


"Hei...! Murid baru,! Apa Kau tuli tidak mendengar pertanyaanku.!!!" bentak Soka, ia mengerahkan tenaga dalamnya, hingga suaranya membahana di dalam hutan itu.


"Apa Kau tidak mendengar, Kak Mentari tadi mengatakan kalau aku, murid baru kelas lima puluh Pedang Raga bagian luar..!" jawab Manggala, lantang, penuh tantangan, suaranya mulai terdengar dingin, ia mulai mempersiapkan diri ke tingkat yang lebih tinggi, untuk menghadapi serangan Soka selanjutnya.


"Kau akan mati dengan tubuh hancur anak muda," ujar Soka, ia meningkatkan tenaga dalamnya hingga tingkat lima puluh.


"Jurus Pedang Tanpa Bentuk Penghancur Jiwa'..!"


Jerit Soka, setelah itu ia menegoskan tubuhnya, dan melompat menyerang Manggala, dengan puluhan mata pedang tanpa gagang berwarna hitam, di depan tubuhnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2