KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Kekuatan Yang Mengejutkan


__ADS_3

.


Setelah berkata Datuk Sesepuh Mata Langit mengibaskan tangannya kedepan, maka seketika itu pula angin kencang bagai badai berhembus kencang ke arah Manggala dan Laras itu.


.


Manggala dan Draka tanpa di minta segera berdiri di depan Mentari yang sedang bersemedi untuk memulihkan tenaga dalamnya. Tampak cahaya putih kebiruan mulai menyelimuti tubuh gadis cantik berbaju merah itu.


.


Wusss....!


Manggala dan Draka memasang kuda-kuda menghadapi angin kencang yang menghantam ke arah mereka, bagitu juga dengan Laras, gadis cantik itu bertahan dari terpaan angin topan ilmu Datuk Sesepuh Mata Langit itu.


.


"Hiaaa...!"


Manggala menghentak kan tangan nya ke depan, sebuah jurus dari Pendekar Jiwa Abadi du gunakannya,'Jurus Peredam Badai dan Topan'. Angin kencang itu lansung berhenti seketika.


.


"Hebat! Hebat!... Anak muda, Kau mampu meredam 'Ilmu Topan Menyapu Bumi'.ku, Kau telah mewarisi kesaktian Pendekar Jiwa Abadi rupanya!" Ujar Datuk Sesepuh Mata Langit dengan suara lantang.


.


"Manggala, biar lah aku yang akan mencoba kesaktian Datuk Sesepuh Mata Langit sesat itu!" Ujar Laras dengan lantang sambil menunjuk ke arah Datuk Sesepuh Mata Langit.


.


"Silahkan Kak, jangan terlalu memaksakan diri, Aku dan Draka siap membantu!" Jawab Manggala dengan lantang.


.

__ADS_1


"Draka? Apakah dia jelmaan naga berkepala lima itu?" Pangeran Iblis Merah tampak agak terkejut, "Datuk Kau selesaikan urusan di sini, setelah itu kirim kabar ke istana langit, para punggawa dan prajuritku siap membantumu,"


.


"Baik, Pangeran, serahkan mereka padaku!" Jawab Datuk Sesepuh Mata Langit. Pangeran Iblis Merah pun, melesat bagai kilat meninggalkan tempat itu.


.


"Draka.....! Jika Kalian bisa melewati Datuk Sesepuh Mata Langit, Kerajaan Awan Hitam Atas Langit menanti mu! Hua ha ha....!!!"


.


Suara menggema Pangeran Iblis Merah itu membahana. Pangeran Iblis Merah mengirimkan suaranya dengan ilmu telepati suara yang ia miliki.


.


"Kami akan menuusulmu ke Kerajaan Awan Hitam Atas Langit Iblis Merah!" Jawab Draka dengan kiriman suara yang memakai tenaga dalam tingkat tinggi.


.


.


Para prajurit siluman itu lansung mengepung ke arah Draka dan Menggala. Mentari yang tampak baru selesai bersemedi telah bangun dari duduknya. Wajah Mentari tampak cerah, dengan begitu ringan ia melompat ke samping Laras, sambil menyodorkan mustika naga yang di berikan Laras padanya.


.


"Terima kasih adik seperguruan, tampaknya aku sudah bisa membantumu menghadapi Datuk Sesepuh Mata Langit bangsat itu!" Ucap Mentari, "Ini mustika nagamu, simpan lah, mungkin suatu saat kita membutuhkannya lagi,"


.


"Bagaimana keadaan mu Kak Mentari,?" Tanya Laras tanpa menoleh, matanya tetap menatap tajam le arah Datuk Sesepuh Mata Langit.


.

__ADS_1


"Aku merasa tubuhku begitu ringan, gerakanku begitu cepat, tubuhku begitu bertenaga, seakan aku baru selesai makan," Jawab Mentari sambil memperhatikan kedua tangannya.


.


"Coba Kakak gunakan salah satu kesaktian Kakak!" Pinta Laras lagi.


.


"Baik lah! Akan ku coba?"


Mentari meningkatkan tenaga dalamnya, ia mencoba menggunakan tenaga dalamnya, menggunakan ilmu pukulan jarak jauhnya. Mentari sangat terkejut melihat pukulan inti api nya, sebuah bola api besar menyelubungi kedua telapak tangannya.


.


"Laras.. Biasanya aku menggunakan seluruh tdalam yang ku miliki baru bisa membuat pukulan inti api sebesar ini. Namun kali ini aku hanya mengerahkan sekitar lima belas persen tenaga dalamku, sudah sebesar ini!"


.


"Kekuatan dan tenaga dalammu meningkat seratus persen Kak!" Jawab Laras.


.


"Kalau begitu mari kita habisi Datuk sesat satu itu...!Hiaaa....!"


.


"Kak Mentari tunggu!" Laras berusaha mencegah Mentari. Namun terlambat. Mentari telah melesat dengan pukulan inti apinya ke arah Datuk Sesepuh Mata Langit.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya. Terima kasih banyak.


__ADS_2