
Singkat cerita Manggala yang telah sampai ke Perguruan Pedang Kembar, di antar Mentari dan Laras ke Perumahan tempat menginap bagi murid baru, Manggala di berikan sebuah kamar oleh murid senior tingkat empat puluh, atas perintah Mentari, setelah makan malam Aji berkeliling melihat lihat bangunan besar Perguruan Pedang Kembar, bagian divisi luar, pedang Raga.
Manggala yang tidak di kenali para murid baru yang lain, hingga ia bebas berjalan tanpa di kenali, Manggala bertemu dengan murid baru yang lain, mereka terdengar sibuk membicarakan kejadian di tempat seleksi penerimaan murid baru, di tempat mereka masing masing.
Tampak dua orang murid tingkat empat puluh sedang asik berbincang bincang.
"Hei..! Kalian tau tidak, tadi siang aku mendengar Soka kakak senior kita dari divisi dalam pedang jiwa, di kalahkan oleh seorang murid baru, rekrutan Kak Mentari," cerita pemuda itu pada temannya,
"Mustahil, seorang murid baru, sanggup mengalahkan Seorang murid divisi dalam pedang jiwa, bukankah Soka itu tingkat tujuh belas?"
"Yang aku tau, iya.! Jawab salah seorang temannya.
"Berarti murid baru itu akan dalam masalah besar!"
"Kenapa??" tanya temannya, yang lain penasaran.
"Soka itu cucu salah seorang sesepuh perguruan Pedang kembar ini, yang bergelar Sesepuh Tangan Besi..!"
"Bakal ada pertarungan seru nih.!"
"Aku malah takut murid baru yang lain karna imbasnya, apalagi Soka kan punya pengikut yang cukup banyak.!"
"Berarti bakal ada mayat yang harus kita makamkan lagi..! Ih ngeri...!"
Manggala hanya diam duduk di sebuah meja,ia mengambil makanan kecil, dan secangkir minuman yang tersedia di sana, setelah selesai makan dan minum, Manggala pun kembali ke kamarnya.
Setelah berada di kamarnya, Manggala mencoba untuk tidur, setelah cukup lama berbaring, barulah ia bisa memejamkan mata nya.
Pagi pagi sekali Manggala telah bangun, setelah selesai mandi ia menuju lapangan depan asrama para murid divisi luar Perguruan Pedang Kembar itu.
Manggala bertemu seorang pemuda tampan yang cukup ramah padanya.
__ADS_1
"Murid baru juga ya?" tanya pemuda berbaju biru laut itu, sambil tersenyum ramah pada Manggala.
"Iya..!" Jawab Manggala, singkat.
"Namaku Wang Shi! Nama kamu siapa??"
"Nama saya, Manggala!" Jawabnya, kalem.
"Jadi Kamu yang jadi pusat pembicaraan para murid senior di sini tadi malam?"
"Ya, begitulah..!" Jawab Manggala, begitu tenang.
"Berhati hatilah, Aku dengar Soka itu punya banyak koneksi, apalagi Kakeknya ku dengar seorang Sesepuh di Perguruan Pedang Kembar ini!"
"Ya, Aku tau!"
Mudah mudahan, Manggala bisa selamat dari kejahatan Soka yang terkenal keji itu!'
"Maksudmu? Wang Shi?" Manggala penasaran.
Tengah asyik mereka berbicara tampak di depan barisan muncul sekitar dua puluh orang berpakaian merah, mereka adalah murid tingkat tiga puluh, bagian divisi dalam pedang jiwa.
"Kami di sini, mencari murid baru yang bernama Manggala!" Ujar salah seorang murid berbaju merah itu, tampak sebuah pedang tersampir di balik punggung mereka.
Manggala maju ke depan dengan begitu tenang.
"Aku orang yang kalian cari!'
"Berani sekali Kau melukai Kakak senior Soka! Apa Kau sudah bosan hidup ya??" Bentak orang itu, sambil menunjuk ke arah Manggala.
Tiba tiba, Mentari dan Laras muncul dari balik sebuah bangunan besar di sebelah asrama murid baru divisi luar Pedang Raga.
__ADS_1
"Apa mau kalian orang divisi dalam pedang jiwa, datang ke sini, ini tempat divisi luar..!" bentak Mentari, ia lansung melompat ke samping Manggala, di susul Laras, dua gadis cantik itu berdiri di samping Manggala.
"Kalian jangan ikut campur! Atau kalian mau menemaninya ke neraka!" bentak salah seorang dari para murid berpakaian merah itu.
"Manggala terlibat masalah dengan Soka, karna membela kami! Kami tidak akan membiarkannya Kalian menyentuhnya!" Jawab Mentari, dengan lantang, gadis cantik berbaju merah itu berpakaian lebih rapi hari ini, dari pada kemarin, pakaian nya sedikit lebih tertutup.
"Baik lah, kalau itu mau kalian, jangan salahkan aku! Seraaang.....!" perintah laki laki itu, ia pun lansung menghunus pedangnya, dan lansung menyerang ke arah Mentari dan Laras.
Manggala tidak tinggal diam, ia melesat bagai kilat, mendahului Mentari dan Laras yang menyongsong serangan para murid senior berbaju merah itu.
"Hiaaa.......!"
Sebuah bentakan keras, Manggala lansung menghajar para murid berbaju merah itu, dalam sekejap mata, kedua puluh orang itu, telah jatuh ke tanah, dan Manggala berdiri di tengah tengah.
Kedua puluhmurid berbaju merah itu, mengeluarkan di tanah, mereka semua menderita luka dalam.
"Aku mengampuni kalian, katakan pada Soka, Aku menunggunya,! Atau aku yang akan menemuinya nanti!" ancam Manggala, dengan tatapan dingin menusuk jantung, kedua puluh murid divisi dalam itu, lansung melesat meninggalkan tempat itu.
"HIDUP MANGGALA, DIVISI PEDANG RAGA..!"
"HIDUP MANGGALA, DIVISI PEDANG RAGA...!"
Teriak para murid divisi luar, mereka semua bersorak mendukung Manggala, Mentari dan Laras tampak tertegun melihat ke arah Manggala, yang sekali gerakan telah menghajar kedua puluh murid
divisi dalam pedang jiwa tingkat tiga puluh itu.
bersambung.......
( Jangan lupa ikuti dan favoritkan Novel Karya Author Idwan Virca
Pendekar Naga Sakti, tinggalkan komentar dan jangan lupa Like dan Vote ya, sebagai penyemangat Author dalam upload episode baru.
__ADS_1
Kritik dan saran di terima, Terimakasih...)
By Author junior