KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Naga Berkepala Lima


__ADS_3

Para murid Divisi Utama Pedang Roh itu, tampak terkejut bukan kepalang, karna melihat kekuatan yang di miliki Laras jauh dari dugaan mereka. Bebarapa orang tampak agak tersurut mundur, melihat semua kejadian yang di luar nalar mereka.


.


"Ha ha ha...! Sebaiknya Kalian menuruti kata-kata Laras itu, jika Kalian masih ingin berumur panjang," Kata Draka sambil tertawa menatap ke arah Para murid Divisi Utama Pedang Roh yang mengepung mereka itu. Sedangkan Manggala hanya tersenyum memandang ke arah musuh-musuhnya itu.


"Kepung dia!" Perintah salah seorang murid Divisi Utama Pedang Roh itu, semua murid itu lansung mengepung ke arah Laras dengan berkeliling. Mereka menyiapkan Jurus Pedang Tanpa Bentuk Penghancur Raga'.


Sring...!


Laras menghunus pedang yang ada di balik punggungnya itu, dan ia mengalirkan tenaga dalam nya ke arah pedangnya. Pedang di tangan Laras itu mengeluarkan cahaya kuning membentuk seekor naga. Laras sendiri tampak agak terkejut dengan kekuatan pedang di tangannya itu.


"Kenapa Kak Laras, Kau sepertinya kaget melihat kekuatan jurus pedang itu?" Tanya Manggala sambil tertawa.


"Tidak usah cemas Tuan Putri, itu adalah bagian kekuatan mustika naga yang telah Tuan Putri serap tadi," Ucap Draka menjelaskan.


"Aku hanya mengerahkan sepertiga tenaga dalamku, namun pedangku lansung mengeluarkan sinar berbentuk naga ini," Ujar Laras dalam keterkejutannya.


"Hajar saja mereka Kak!" Ujar Manggala sambil menatap ke arah orang orang Perguruan Pedang Kembar Divisi Utama Pedang Roh itu.


"Hiyaaa....!"


Jerit melengking keluar dari mulut Laras, maka seketika tubuhnya melesat bagai kilat ke arah para murid Divisi Utama Pedang Roh itu. Para murid Divisi Utama itu terkejut mereka yang baru mau menyiapkan Jurus Pedang Tanpa Bentuk Penghancur Raga itu, terkesima. Tanpa mereka sadari pedang di tangan Laras telah mendarat di tubuh mereka.


Sress...! Sret...! Cras..!


"Aaaa...!"


Hanya jeritan pilu yang menyayat hati keluar dari bibir para murid Perguruan Pedang Kembar Divisi Utama Pedang Roh itu. Satu persatu mereka ambruk memegangi tubuh mereka yang tersambar mata pedang di tangan Laras itu.


Dalam beberapa detik puluhan murid Divisi Utama Pedang Roh itu telah bergelimpangan di tanah, namun jumlah mereka yang mencapai ratusan orang tampak terus mengepung Manggala, Draka dan Laras.

__ADS_1


"Ha ha ha.....! Dasar bodoh.. Kalian kira dengan jumlah Kalian yang banyak bisa mengalahkan kami hah...!" Bentak Draka sambil tertawa.


Wuss...!


Draka berubah menjadi naga berkepala lima, ia lansung menyemburkan api besar berwarna merah kebiruan, puluhan murid Divisi Utama Pedang Roh itu menjadi sasaran semburan api itu. Mereka berusaha menyatukan kekuatan mereka untuk menahan semburan api dari kelima kepala naga itu. namun kekuatan mereka jauh di bawah kekuatan Draka yang membentuk naga berkepala lima itu.


Hoaaaarrr.....!!


Hoaaaaarrr.....!!


Wuuuuuurrrrr......!


"Aaaaa....!!!"


Para murid Divisi Utama Pedang Roh itu berterbangan di hantam angin dan api dari semburan ke lima kepala naga jelmaan Draka itu. Manggala tampak termangu, karna ia tidak mendapat jatah musuh, melihat Draka dan Laras mengamuk menghabisi murid Perguruan Pedang Kembar Divisi Utam Pedang Roh itu. Manggala malah duduk di tangga batu di belakang Draka dan Laras itu.


Kepala Divisi Utama Pedang Roh itu sedang tidak ada di tempat Datuk Sesepuh Mata Langit. Datuk Sesepuh Mata Langit sedang bersama Pangeran Iblis Merah di Pagoda Lima pilar. Mereka telah berada di sana semenjak Penculikan Mentari.


"Bangsat! Dari mana datangnya mereka, apa murid Divisi Utama sebanyak ini?" Guman Laras dalam hati.


Dengan secepat kilat Laras melompat ke samping Manggala yang asyik duduk, sambil memainkan sebatang rumput.


"Manggala tampaknya ada yang tidak beres, para murid Divisi Utama Pedang Roh itu terus berdatangan entah dari mana?"


"Ya! Aku juga melihat Kak," Jawab Manggala sambil berdiri dari duduk nya.


Wusss...!


Draka kembali ke wujud nya semula dengan pakaian kuning keenasannya.


"Tuanku, tampaknya kita sedang menghadapi sihir, mungkin dengan kekuatan Tuanku bisa mengalahkan mereka.!" Ucap Draka.

__ADS_1


"Baiklah.. Aku akan mencoba 'Jurus Tapak Dewa Tingkat Empat'.," Jawab Manggala. Manggala lansung meningkatkan tenaga dalam nya, dan menyiapkan 'Jurus Tapak Dewa Tingkat Empat'.


"Heaaa....!"


Manggala menghentakkan kedua telapak tangannya ke depan, dua cahaya putih berupa telapak tangan raksasa melesat ke depan.


Wusss....! Wusss....!


"Aaaaa....!"


Jeritan para murid Perguruan Pedang Kembar Divisi Utama Pedang Roh itu, di iringi dengan tubuh mereka berterbangan bagai daun yang tertiup angin.


Booom..!!"


Gedung batu besar di belakang para murid itu hancur membentuk dua telapak tangan raksasa. Debu dan tanah bersemburan bercampur batu akibat hantaman pukulan Jurus Tapak Dewa milik Manggala itu. Begitu debu dan tanah kembali ke bumi, tampak para murid Divisi Utama Pedang Roh itu berserakan, jumlah mereka tidak lebih dari tiga ratus orang.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like


Koment


Vote


dan favorit nya ya...


Terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2