KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Pengejaran Semakin Dekat


__ADS_3

Wusss....!


Blaaaarrr.....!!


Ledakakan besar mengguncang tempat itu, yang jadi korbannya adalah tanah dan bebatuan di sekitar tempat Manggala berdiri. Datuk Sesepuh Setan Merah menatap kearah debu-debu yang menutupi lokasi tempat Manggala berdiri itu. Seribu tanda tanya berkecamuk di dalam pikirin Sesepuh Perguruan Pedang Kembar itu.


.


Ketika debu dan bebatuan bercampur tanah jatuh kembali ke bumi, mata Datuk Sesepuh Setan Merah terbelalak melihat Manggala tidak kurang suatu apa pun.


.


"Terbuat dari apa tubuh bocah ini, sehingga pukulanku tidak menggubris nya sedikit pun," Guman Datuk Sesepuh Setan Merah. Sedangkan kekuatannya hampir mencapai batasnya.


.


Begitu debu-debu itu hilang di terpa angin Manggala lansung melesat ke depan dengan tangan kanan di depan, cahaya putih mengikuti tangannya membentuk sebuah telapak tangan raksasa. Kali ini Datuk Sesepuh Setan Merah tidak sempat menghindar. Bayangan merah yang menyelubungi tubuhnya yang mulai memudar terhantam telapak tangan raksasa yang keluar dari tangan Manggala itu.


Bleb...!


Swosss....!


Blaaar.....!


Tempat itu terguncang, dengan tubuh Datuk Sesepuh Setan Merah terlempar di iringi bayangan iblis merah raksasa. Bayangan yang membentuk iblis merah raksasa itu lansung sirna. Sedangkan Datuk Sesepuh Setan Merah mengelepar meregang nyawa. tubuhnya berubah menjadi hitam, dan bajunya pun ikut hancur.


.


Melihat yang terjadi beberapa orang murid Divisi Dua Pedang Roh yang masih hidup lansung berlutut di depan Manggala, "Ampuni kami pendekar," Terdengar memelas suara para murid Divisi Dua Pedang Roh itu.

__ADS_1


.


"Aku akan mengampuni Kalian, jika Kalian mau menjadi pengikutku?"


"Kami akan mengikuti kemauan Pendekar! Asal kami di ampuni!"


"Aku hanya ingin Kalian menjadi prajurit Kerajaan Galuh Kencana," Tegas Anggala lagi.


"Prajurit Kerajaan Galuh Kencana, Pangeran?" Para murid Perguruan Pedang Kembar Divisi Dalam Pedang Roh itu keheranan, "Bukankah Kerajaan Galuh Kencana telah lama hancur, Pendekar?"


.


"Manggala adalah salah seorang yang selamat dari tragedi pembantaian dua puluh tahun yang lalu," Jawab Laras sambil berdiri di samping Manggala.


.


"Ya.. Apa Kalian menerima tawaran saya itu?" Tanya Manggala lagi.


"Kami telah di kalahkan, jadi kami menerima, asal kami tidak di bunuh!" Jawab para murid Divisi Dua Pedang Roh itu.


"Jadi Kalian merasa terpaksa? Jika Kalian merasa terpaksa?, Kalian boleh pergi!" Ujar Manggala lagi.


"Tidak Pangeran! Kami tidak merasa terpaksa, Kami banyak dari Kerajaan Galuh Kencana, jadi kami akan senang hati mendukung Pangeran!" Jawab salah seorang dari para murid Divisi Dua Pedang Roh itu, "Sekarang kami harus bagaimana Pangeran?"


.


"Kalian bisa menyusul teman-teman Kalian ke sana, beberapa teman Kalian telah lebih dulu di sana," Ujar Manggala.


"Baik Pangeran!" Para murid itu lansung meninggalkan tempat itu tanpa banyak tanya lagi.

__ADS_1


.


Sedangkan Manggala dan Laras lansung meninggalkan tempat itu. Mereka akan menuju Pagoda lima pilar. Namun Perjalanan kesana j8ka di tempuh dengan berjalan kaki akan memakan waktu seharian penuh, jika berkuda atau memakai ilmu lari cepat akan memakan waktu sekitar empat jamman.


.


Kita beralih ke Pagoda Lima Pilar, tempat Mentari di tawan. Mentari di penjara di sebuah penjara yang di kelilingi oleh pagar gaib, agar tidak di hancurkan Mentari dengan Ilmu pedang dan kesaktian nya.


.


"Bangsat! Mereka menganggap ku sebagai musuh, awas Kalian, Manggala akan datang membebaskan ku..! Guman Mentari dalam hati. Giginya gemeletuk menahan amarah. Namun kesaktian nya kalah jauh dengan orang-orang yang ada di Pagoda Lima pilar itu.


.


"Mudah-mudahan Manggala berhasil melalui semua rintangan, dan mengalahkan iblis-iblis itu," Guman Mentari dalam hati sambil duduk di atas tempat tidur di dalam penjara itu.


.


Bersambung....


Jangan lupa like


Koment


Vote


Favorit nya ya..


Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2