
Kita tinggalkan Perjalanan Manggala yang menuju Pagoda Lima pilar itu.
Kita Kembali Ke istana Galuh Kencana, beberapa hari sebelum Manggala dan Laras merekrut murid-murid Perguruan Pedang Kembar yang di kesalahannya untuk jadi calon para prajurit Kerajaan Galuh Kencana.
Kita kembali pada perjalanan Pendekar Gila Patah hati, yang menuju istana Galuh Kencana atas suruhan Manggala.
.
Pendekar Gila Patah hati tampak celingak celingukan memasuki kawasan istana Kerajaan Galuh Kencana itu. Matanya berputar memandangi setiap sudut tempat itu, ada binar yang tidak dapat di lukiskan dalam pandangan Pendekar Gila Patah hati itu.
.
Pendekar Gila Patah Hati memasuki ruang istana Kerajaan Galuh Kencana itu, ia berjalan menyusuri setiap detil istana itu tanpa tersesat, maksudnya membawa ia mengelingi setiap bagian istana itu.
.
"Istana ini begitu akrab rasanya denganku, padahal baru kali ini aku kesini," Guman Pendekar Gila Patah Hati.
Baru saja Pendekar Gila Patah hati memasuki bekas taman belakang istana itu, sebuah suara memanggilnya.
"Kanda..! Kanda..!"
Pendekar Gila Patah hati celingukan karna seorang wanita tiba-tiba melesat ke arahnya, dan lansung memeluknya.
__ADS_1
"Kanda.. Kanda tidak mengenali dinda lagi, Kanda?" Suara wanita itu bergetar, ia hampir menangis melihat orang yang di peluknya, tidak mengenalinya.
"Kanda..??" Pendekar Gila Patah hati tampak kebingungan.
"Ini aku Kanda, istri mu Primata Trisna! Kanda tidak mengenali dinda lagi," Kata-Kata Permaisuri Primata Trisna terputus-putus karna air matanya bercucuran deras membasahi pipinya.
"Primata Trisna? Istriku?" Jawab Pendekar Gila Patah hati tampak kebingungan.
"Memaafkan Saya Nisanak! Saya tidak ingat siapa Kisanak?" Jawab Pendekar Gila Patah hati. Ia membiarkan Permaisuri Primata Trisna memeluknya tanpa berusaha menjauh.
"Jadi, Kanda memang tidak ingat siapa dinda?"
Pendekar Gila Patah hati hanya menggeleng perlahan, menjawab pertanyaan Permaisuri Primata Trisna itu.
"Dinda senang melihat Kanda masih hidup, walau kanda tidak mengenali dinda lagi," Kata Permaisuri Primata Trisna berusaha menenangkan diri, seulas senyum di wajah cantiknya karna melihat sang suami masih hidup walau tidak mengenali siapa dirinya.
"Kisanak tau nama Saya?" Tanya Pendekar Gila Patah hati. Ia masih tampak kebingungan, perlahan tangannya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Nama asli Kanda adalah Kindar Buana, Kanda adalah seorang raja di kerajaan Gauh Kencana ini," Jelas Permaisuri Primata Trisna, matanya tampak berkaca-kaca wajah cantik tampak cerah dengan sebuah senyuman.
"Bagaimana Kanda bisa selamat? Sedangkan semua prajurit dan Para punggawa istana semuanya tewas, termasuk Patih Sesepuh rambut putih?"
"Saya tidak tau Nisanak?" Saya di selamatkan seorang Pendekar tua yang kemudian menjadi guru Saya, tapi beliau telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu," Tutur Pendekar Gila Patah hati. pandangannya menerawang jauh.
__ADS_1
"Bagaimana Kanda bisa sampai kesini?"
"Saya di suruh seorang Pendekar muda, ia menolong Saya dari keroyokan murid-murid Perguruan Pedang Kembar," Jawab Pendekar Gila Patah hati.
"Siapa nama Pendekar muda itu, Kanda?"
"Dia menyebutkan namanya Manggala, dia sangat sakti," Jawab Pendekar Gila Patah hati.
"Itu Putra kita Kanda, Putramu! Dia Pangeran Manggala Surya Kencana, putra kita satu-satunya," Permaisuri Primata Trisna menjelaskan.
"Putra kita? Aaakh....!" Pendekar Gila Patah hati atau prabu Kindar Buana memegangi kepalanya yang terasa sakit, karna ia mencoba mengingat masa lalunya.
"Jangan di paksakan Kanda! Biarlah waktu yang akan mengembalikan ingatanmu!" Ujar Permaisuri Primata Trisna sambil memegangi tangan Raja Kindar Buana alias Pendekar Gila Patah hati itu.
.
"Jadi, menurut Nisanak, saya seorang Raja?"
"Ya, Kanda adalah Raja Kerajaan Galuh Kencana ini," Jawab Permaisuri Primata Trisna, sambil memapah Raja Kindar Buana duduk di atas tempat duduk dari batu yang terdapat di taman itu.
.
Pendekar Gila Patah hati tampak menunduk sambil memegangi kepalanya. Permaisuri Primata Trisna merapikan rambut di kepala Pendekar Gila Patah hati yang tampak acak-acakan, dan tidak terurus itu.
__ADS_1
Sedangkan Pendekar Gila Patah hati hanya diam di perlakukan penuh kasih sayang itu.