KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Perguruan Pedang Suci


__ADS_3

Suana hening dan sepi menyelimuti hutan yang mengelilingi Perguruan Pedang Suci itu. Suara burung berkicau mulai terdengar. Sayup-sayup suara penghuni hutan terdengar dari kejauhan.


Hutan yang tampak tenang namun menyeramkan karna di beberapa sisi hutan itu terdapat puluhan bahkan ratusan mayat prajurit siluman yang tewas akibat bertarung dengan Manggala dan teman-temannya.


Pandan Ayu dan Manggala beserta yang lain telah meninggalkan tempat itu. Mereka telah memasuki Perguruan Pedang Suci. Pandan Ayu yang biasanya harus menggunakan hampir separuh tenaga dalamnya untuk membuka pintu pagar gaib yang mengelilingi Perguruan Pedang Suci itu. Kini Pandan Ayu dengan begitu enteng membuka pintu pagar gaib itu.


"Terima kasih banyak Draka, tanpa kekuatan dari mustika naga yang Kau berikan aku cukup kesulitan membuka pintu gaib ini," Ucap Pandan Ayu, "Kak Manggala juga karna telah memberikan satu mustika ini pada Ayu," Tambahnya lagi sambil menunduk.


"Tidak usah berterima kasih pada hamba Tuanku, berterima kasih lah pada Tuanku Manggala, dia yang telah memberikan mustika itu pada Tuan Putri," Jawab Draka merendah seraya menunduk di depan Pandan Ayu.


"Tidak usah memanggil tuan putri Draka, saya bukan seorang putri, panggil Ayu saja. Kita adalah teman," Kata Pandan Ayu sambil tersenyum.


"Ya Draka, jangan memanggil kami tuan, panggil nama saja, lagian Draka jauh lebih tua dari kami semua," Tambah Manggala.


"Baik Tuanku, tapi maafkan hamba. Hamba tidak bisa melanggar sumpah hamba sendiri, jadi izinkan hamba tetap memanggil Kalian dengan panggilan tuanku," Jawab Draka lagi.


"Kalau itu keinginanmu kami tidak dapat memaksa, tapi bersikaplah biasa di depan para murid Perguruan Pedang Suci itu, karna saya takut nanti mereka malah ketakutan," Kata Manggala lagi.


"Baik Tuanku, jika mereka bertanya katakan saja hamba adalah keluarga prajurit Kerajaan Galuh Kencana, jadi mereka tidak curiga Tuanku," Ucap Draka dengan begitu sopan.


"Terima kasih banyak Draka. Kau akan menjadi panglima pasukan Kerajaan Galuh Kencana nanti," Jawab Manggala sambil tersenyum.


"Terima kasih Tuanku," Ucap Draka sambil menunduk. Pandan Ayu hanya ikut tersenyum mendengar percakapan Manggala dengan Draka itu. Begitu pun dengan Jingga hanya ikut tersenyum.


"Ayo kita langsung menuju aula besar Perguruan Pedang Suci, guru-guruku berada di sana," Ajak Pandan Ayu pada Manggala dan teman-temannya.


"Baiklah, ayo Draka, Jingga, Kak Laras dan Kak Mentari," Ujar Manggala sambil menoleh kebelakang. Mentari dan Laras hanya mengangguk menjawab ajakan Manggala dan Pandan Ayu itu.


Pandan Ayu berjalan di samping Manggala, mereka sesekali menyapa para murid Perguruan Pedang Suci itu yang tampak berhenti berlatih melihat kedatangan Manggala dan teman-temannya.


"Kak Ayu! Kau tidak apa-apakan Kak?" Salah seorang adik seperguruan Pandan Ayu yang di perintahkan kembali lebih dulu ke perguruan.


Gadis itu tampak memeriksa Pandan Ayu dengan seksama. Pandan Ayu hanya tersenyum di perlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Kakak tidak apa-apa Sari. Seperti yang Kau lihat Kakak baik-baik saja!" Jawab Pandan Ayu sambil tersenyum.


"Syukurlah Kakak baik-baik saja, aku mencemaskan Kakak," Ucap Sari lagi. Wajah gadis itu masih mencerminkan kecemasannya.


"Terima kasih Sari. Kau memang sahabat terbaik Kakak," Ucap Pandan Ayu.


Tiga orang sesepuh Perguruan Pedang Suci langsung menemui Pandan Ayu. Mereka telah mendapat laporan dari Sembara dan murid yang lain.


"Pandan Ayu!" Tegur salah seorang Sesepuh Perguruan Pedang Suci itu. Tampak ia yang paling tua di antara tiga sesepuh itu.


"Salam hormat Kakek," Ucap Pandan Ayu sambil menunduk setengah badan di hadapan tiga sesepuh Perguruan Pedang Suci itu.


"Bangun lah cucuku, bagaimana keadaanmu?" Tanya Datuk Sesepuh Pedang Kilat yang bernama asli Wiratama.


"Saya baik-baik saja Kakek," Jawab Pandan Ayu lagi, "Perkenalkan Kek ini Kak Manggala, yang telah menolong saya dan teman-teman di hutan tadi," Jawab Pandan Ayu sambil memperkenalkan Manggala.


"Terima kasih Kau telah membantu murid saya pendekar muda, kalau boleh saya bertanya ananda pendekar murid siapa?" Tanya Datuk Sesepuh Pedang Kilat.


"Dia pendekar yang pernah Ayu ceritakan pada Kakek. Kak Manggala murid Lima Pendekar Dewa Kakek!" Jawab Pandan Ayu berbinar.


"Ya Kek," Jawab Manggala sambil menunduk memberi hormat pada Datuk Sesepuh Pedang Kilat.


"Jadi pedang yang di balik punggungnya itu pedang mustika Dewa Naga Emas?" Tanya Datuk Sesepuh Pedang Kilat lagi.


"Benar sekali Kek!" Jawab Manggala lagi.


"Baiklah mari kita istrihat di pendopo Perguruan, Kalian tentu lelah," Kata Datuk Sesepuh Pedang Kilat, "Sari ajak teman-temanmu menyiapkan makanan untuk tamu kita di dapur," Perintah Datuk Sesepuh Pedang Kilat pada Sari.


"Baik Kakek guru!" Jawab Sari sambil menunduk, setelah itu ia langsung mengajak teman-temannya ke arah dapur umum Perguruan Pedang Suci itu.


"Kami sungguh beruntung bisa berkenalan dengan pendekar pilihan," Kata Salah seorang guru Pandan Ayu. Ia adalah Dewi Phoenix Hitam.


"Saya hanya pendekar biasa bibik guru," Jawab Manggala merendah sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kami memang tidak bisa menembus ilmu Jiwa Dewa, Aura Penutup Bathin mu, tapi kami pernah bertemu kelima pendekar sakti yang menjadi gurumu. Hanya manusia pilihan yang bisa menampung kesaktian Lima Pendekar Dewa itu," Kata Dewi Phoenix Hitam sambil tersenyum.


"Terima kasih nak, Kau telah membantu murid-murid Perguruan kami. Saya lihat Pandan Ayu mempunyai kekuatan baru. Tenaga dalamnya telah mencapai tingkat tertinggi, mungkin melebihi tenaga dalam kami para gurunya. Apakah nak Manggala yang membantunya?" Ucap Datuk Sesepuh Pedang Kilat sambil bertanya.


"Kak Menggala memberikan sebuah mustika penambah kekuatan pada saya Kakek Guru," Jawab Pandan Ayu sambil menunduk hormat.


"Mustika! Mustika apa itu Ayu?" Tanya Datuk Sesepuh Pedang Kilat sambil mengerenyitkan keningnya.


"Setahu ku hanya mustika naga berkepala lima dari lembah naga berkepala lima yang mempunyai kekuatan seperti itu. Tapi bukankah lembah itu di kuasai oleh orang-orang Perguruan Pedang Lembar?" Tambah Datuk Sesepuh Pedang Kilat lagi.


"Mustika naga Kakek Guru, Menurut Kakak seperguruan Kak Manggala Perguruan Pedang Lembar telah di taklukan oleh Kak Manggala, begitu pun dengan naga berkepala lima itu," Jawab Pandan Ayu sambil tersenyum.


Manggala hanya tersenyum mendengar percakapan Pandan Ayu dan Datuk Sesepuh Pedang Kilat itu. Manggala dan teman-temannya di ajak istirahat di aula besar Perguruan Pedang Suci itu.


Datuk Sesepuh Pedang Kilat bertanya banyak pada Manggala dan Pandan Ayu. Mereka saling berbagi cerita hingga hampir sore. Manggala di minta untuk menginap di Perguruan Pedang Suci.


Namun Salah seorang murid tertua Perguruan Pedang Suci itu menantang Manggala bertarung.


"Hei..! Kau Pendekar muda, aku dengar dari adik-adik seperguruanku. Kau memiliki kesaktian Lima Pendekar Dewa. Jika Kau tidak membohongi kami, terimalah tantangannya!" Bentak Murid tertua itu sambil menunjuk ke arah Manggala yang lagi bercakap-cakap dengan Datuk Sesepuh Pedang Kilat.


"Hei! Sudarta jaga kesopananmu! Dia tamu Kita," Ujar Datuk Sesepuh Pedang Kilat.


"Maafkan murid Guru, apakah Kalian percaya begitu saja cerita orang yang baru kita kenal itu," Seru Sudarta sambil menunjuk ke arah Manggala.


"Kak Sudarta, apa yang membuat Kau mempunyai rasa iri pada Kak Manggala, dia telah membantu kita," Ujar Pandan Suri sambil bangkit dari duduknya.


"Diam Kau Ayu! Kami tau Kau menyukai pemuda itu, apa Kau percaya begitu saja tentang ceritanya yang mampu menaklukkan naga berkepala lima itu. Selama ribuan tahun ini belum ada yang mampu menaklukkan naga itu!" Ujar Sudarta dengan lantang dan menatap penuh kebencian pada Manggala.


"Aku yang telah di berikan Kak Manggala mustika naga ini, Kau menganggap Kak Manggala berbohong, jika Kakak menantang Kak Manggala, maka Kakak harus mengalahkan aku terlebih dulu!" Jawab Pandan Ayu. Sekali lompatan gadis cantik berbaju putih itu sudah berdiri di depan Sudarta sekitar dua tombak.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2