KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Tiga Siluman Hijau


__ADS_3

Beberapa orang, pasukan ninja merah itu tampak pasrah, apa yang akan di lakukan Manggala pada mereka. Mareka hanya bersiap menerima nasib.


Manggala tampak menyandang tongkat Mustika Dewa itu di atas bahunya. Namun belum sempat Manggala mendatangi orang-orang berpakaian ninja berwarna merah itu, Tiga buah kapak bermata dua melesat dengan begitu cepat ke arahnya, dengan sigap Manggala melompat ke udara menghindari ke tiga kapak bermata dua itu.


"Ho ho ho...! Rupanya ada manusia yang mau pamer kekuatan ya..!


Semua mata yang ada di tempat itu lansung memandang ke arah suara yang bergema itu, tampak di atas sebatang pohon, mahluk bertubuh besar berwarna hijau berjumlah tiga orang berdiri di atas dahan pohon itu. Mereka memakai baju zirah seperti baju perang.


"Punggawa Kerajaan Awan Hitam Atas Langit? Kenapa mereka ada di disini?" Para murid Perguruan Pedang Kembar Divisi Dalam Pedang Roh itu tampak terkejut melihat tiga siluman, senopati pengawal Pangeran Iblis Merah itu.


Laras pun tampak terkejut dengan kehadiran tiga siluman berwarna hijau itu. ia yang baru hendak mendekati Manggala spontan mundur beberapa langkah.


Manggala yang melihat ketakutan Laras itu, lansung bertanya, "Kenapa Kak Laras, Kakak tampak ketakutan melihat siluman itu?"


"Mereka itu pengawal pribadi Pangeran Iblis Merah, Anggala!" Jawab Laras, sambil memandang ke arah tiga siluman yang masih berdiri di atas pohon itu.


"Aku pernah menghadapi siluman seperti mereka Kak, waktu baru turun gunung," Kata Manggala berusaha menenangkan kecemasan Laras itu.


"Kau belum tau siapa mereka Manggala, kesaktian mereka sama dengan ketua Perguruan Pedang Kembar ini, Si Datuk Sesepuh Iblis Mata langit!" Jelas Laras berusaha memberi tau Menggala siapa yang ia hadapi.


Tiga siluman itu melompat ke bawah dari atas pohon, mereka menatap ke arah Manggala dengan tatapan yang mengerikan, kapak besar bermata dua itu tergenggam di tangan meraka.


.


"Kak Laras, sebaiknya Kakak menjauh dulu, kapak mereka bisa kembali pada pemiliknya, nanti malah mengenai Kakak!" Ujar Manggala mengingatkan Laras.


"Baik Menggala, hati-hati lah!" Jawab Laras, dengan wajah agak cemas. Laras pun melompat mundur beberapa tombak kebelakang.


"Ho ho ho..! Jadi Kau ingin mati sendiri anak muda!" Bentak salah seorang siluman itu.


"Kematianku tidak di tangan Kalian, siluman busuk!" Jawab Manggala sengit.

__ADS_1


"Heaa...!"


Jerit melengking keluar dari mulut siluman itu, tubuh hijaunya melesat dengan kapak bermata dua mengarah kedepan.


Trang..!


Manggala berhasil menahan laju kapak bermata dua itu dengan tongkat mustika Dewanya. Dengan secepat kilat Manggala mengayunkan tongkat Mustika itu ke arah tubuh siluman itu.


Trang!


Baju zirah besi itu mampu meredam kekuatan tenaga dalam yang terkandung di tongkat Mustika Dewa di tangan Manggala itu.


Wut..!


Siluman itu lansung mengayunkan kapak bermata duanya kearah Manggala dengan cukup cepat, dengan sigap nya Manggala menahan serangan itu dengan tongkat Mustika Dewanya.


Trang..! Trang..!


Wut..! Wut!


"Hiaaa....!


Manggala melentingkan tubuhnya ke udara menghindar serangan dua kapak besar itu, yang mencerca ke arah titik lemah di tubuhnya.


Wuk..!


Bung..!


Lagi-lagi tongkat mustika itu tidak memberikan pengaruh apa-apa begitu mengenai baju besi siluman itu, ada seperti perisai yang terkandung di baju besi siluman pengawal pribadi Pangeran Iblis Merah itu.


Wut.! Wut..!

__ADS_1


Dua kapak bermata dua itu kembali melesat terbang ke arah Mangga. Secepat kilat Manggala memutar tongkat Mustika Dewa itu bagai baling-baling.


Trang! Trang!


Kedua kapak bermata dua itu membal kebelakang dan kembali ke tangan pemilik nya. Para siluman itu mengembor marah dan lansung mengeroyok Manggala dengan serentak.


Ketiga kapak bermata dua mereka, bagai kilat melesat ke arah Manggala, sehungga pemuda itu terpaksa bergerak mundur menghindari serangan ketiga siluman hijau itu.


Manggala melompat mundur ke belakang bebarapa tombak, di tancapakannya tongkat mustika Dewa itu ke tanah.


Crap.!


Manggala menghentakkan kedua telapak tangannya ke depan, dua cahaya putih keluar dari tangannya membentuk sebuah telapak tangan raksasa. Telapak tangan raksasa itu melesat dengan begitu cepat bagaikan kilat sehingga ketiga siluman itu tidak sempat menghindar.


Booomm.....!!


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like


Koment


Vote


Dan Favorit nya ya..

__ADS_1


Terima kasih banyak.


__ADS_2