KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Cinta Sang Raja Naga


__ADS_3

Setelah sehari semalam mereka di istana Kayangan. Setelah minta izin Pangeran Samba Langit, Draka dan Manggala meninggalkan Kerajaan Kayangan Atas Awan.


.


Baru saja Draka keluar dari pintu istana kayangan. Draka telah di tunggu ratusan Prajurit naga yang dulu adalah bawahannya dan sekaligus rakyat Draka sebagai raja naga.


.


"Salam hormat kami pada Raja kami, dan Panglima!" Ucap ratusan prajurit naga. Rupanya prajurit naga di seluruh penjuru Kerajaan Kayangan berkumpul mendengar raja mereka telah kembali. Mereka berlutut di depan Draka memenuhi halaman istana langit itu.


.


"Salam Kalian ku trima! Bangunlah pasukanku!" Titah Draka. Paling depan tampak tujuh orang yang memakai zirah perang namun ke tujuh orang jelmaan naga itu memiliki perbedaan mencolok. Baju perang yang mereka pakai memiliki tujuh warna berbeda.


.


"Tujuh warna pelangi?" Manggala tampak terheran-heran dan juga terkejut.


.


"Mereka adalah naga pelangi Tuanku, para pengawal bidadari kayangan turun mandi," Jawab Draka menjelaskan.


.


"Pasukanmu begitu besar Draka!" Puji Manggala, melihat ratusan prajurit naga di halaman istana langit itu.


.


"Yang kita hadapi adalah pasukan siluman dan iblis dari Kerajaan Awan Hitam Atas Langit, mereka sangat banyak!" Jawab Draka.


.


"Tapi kenapa hanya ada sedikit pasukan siluman di bumi Draka?"


.


"Itu Karna mereka telah mengalahkan hampir semua kerajaan besar yang ada di bumi, lagian mereka telah mrmiliki kaki tangan mereka di bumi, salah satunya adalah Perguruan Pedang Kembar itu Tuanku!" Draka menjelaskan.


.


"Tapi masih ada perguruan lain yang tampaknya mengadakan perlawanan dengan prajurit siluman Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu Draka?"


.


Ya, tentu saja Tuanku, karna tidak semua manusia itu jahat begitu pun dengan kaum kami, golongan jin!"


.


Ya.. Aku mengerti Draka, saat kembali ke bumi nanti aku ingin mengunjungi sebuah perguruan pedang yang mengadakan perlawanan pada Kerajaan Awan Hitam Atas Langit dan para sekutunya," Ucap Manggala menyampaikan keinginannya.


.


"Melihat dari raut wajah Tuanku, ada sesuatu yang ingin Tuanku cari di sana?" Ucap Draka mencoba menebak keinginan Manggala itu.


.


"Nanti Kau Akan tau Draka," Jawab Manggala ssmbil tersenyum.


.

__ADS_1


"Panglima, izinkan kami ikut Pannglima kembali ke bumi!?" Ucap naga Kuning memberanikan diri mengungkapkan keinginan para prajurit naga dari Kerajaan Atas Awan itu.


.


"Belum waktunya Kuning, bila nanti aku membutuhkan kalian. Aku akan memanggil Kalian melalui telepati! Sampai saat itu tiba. Aku ingin sebagai raja dan Panglima Kerajaan Atas Awan, meminta pada Kalian semua berlatihlah. karna kita akan kembali berperang seperti dulu di saat kejayaan kita.!" Titah Draka pada prajuritnya.


.


"Semua titah Panglima, akan kami laksanakan..!!!"


.


Jawab pasukan prajurit naga itu serentak. Laras dan Mentari hanya terkagum-kagum melihat pasukan naga yang tampak begitu perkasa dengan pakaian perang mereka.


.


"Kuning, merah, biru, hijau, hitam, Aku minta Kalian sebagai jendral naga melatih semua pasukan yang ada di bawah komando Kalian dengan giat, karna musuh kita begitu banyak di luar sana!"


.


Titah Draka. Draka menyebut hampir semua nama jendral perangnya yang merupakan nama tujuh warna pelangi. Salah satunya adalah seorang naga betina, yang membentuk seorang prajurit naga wanita yang berparas cukup cantik. Apalagi dengan pakaian warna merah muda yang ia pakai.


.


"Baik Panglima! Kami akan berlatih dengan giat di tempat latihan khusus kita dulu," Jawab Naga kuning.


.


"Baiklah! Sekarang saatnya kami kembali ke bumi, sampai bertemu lagi semuanya!" Ucap Draka. Draka pun membuat pintu dimensi yang merupakan portal antara negeri kayangan dengan bumi yang menjadi tujuan mereka.


.


Para prajurit naga itu memandangi kepergian raja sekaligus raja mereka, sampai pintu dimensi itu tertutup dan menghilang.


.


.


Begitu cshaya itu membentuk tampak seorang gadis cantik dengan pakaian berwarna merah muda berdiri di sana.


.


"Jingga! Apa yang Kau lakukan di sini?" Tanya Draka tampak terkejut dengan kehadiran gadis itu.


"Tiga ribu tahun sudah Kau meninggalkanku, tiga ribu tahun sudah aku menanggung rindu! ingin mencarimu saja aku tidak tau kemana? Begitu Kau datang, jangankan menyapaku dengan kata kata mesra dan rindu! menyebut namaku saja Kau lupa," Mata Jingga tampak berkaca-kaca sambil berucap, tubuhnya mematung, matanya yang perlahan meneteskan air mata tampak menatap lekat pada Draka.


"Jingga! Bukan begitu, aku masih ingat semua janji kita dulu, tapi?" Kata-kata Draka terhenti ketika sebuah tamparan mendarat tepat di wajah nya.


.


Plak!


"Kau tau aku sangat merindukanmu! Hiks...!"


Tangisan Jingga pecah di pelukan Draka, setelah menampar wajah Draka, tanpa diminta gadis cantik berbaju merah jingga itu memeluk erat Draka, dan menumpahkan air mata kerinduannya,"


.


"Hiks...!

__ADS_1


Mentari mengusap air matanya, rupanya gadis cantik berbaju merah itu ikut terharu melihat pertemuan dua mahluk yang saling mencintai dan begitu lama berpisah itu.


.


"Tiga ribu tahun, Jingga begitu setia ya Kak!" Ucap Laras sambil memegang bahu Mentari dari samping.


.


"Hu.. Uh... Iya, aku jadi terharu," Mentari memeluk Laras dari samping. Sedangkan Menggala hanya berdiri mematung melihat kejadian bahagia yang mengharukan itu.


.


Perlahan Draka memberanikan diri menatap wajah cantik di depannya itu, "Kau tidak takut di hukum karna melanggar perintah," Ucap Draka dengan lembut.


.


"Aku tidak peduli!" Rungut Jingga sambil menatap wajah Draka.


.


"Kau memang keras kepala!" Ucap Draka sambil tertawa, ia kembali memeluk gadis cantik salah seorang jendralnya itu.


.


"Kenapa Kau tidak menemuiku?"


"Kau kan tau, apa yang kita hadapi saat ini, musuh yang siap menghancurkan dunia kita dan dunia bawah (Bumi)," Jawab Draka, "Jujur sebenarnya aku sangat ingin menemuimu, namun semalam Pangeran Samba Langit mengajakku bercerita panjang lebar, kami tidur pun sudah hampir pagi,"


.


"Kenapa Kau tidak mennyebutku saat di depan pasukan kita?" Tanya Jingga sambil memonyongkan bibirnya seakan merajuk.


.


"Entahlah, Bibirku terasa berat menyebut nama mahluk yang ku cintai di tengah orang banyak, aku tidak ingin merusak suasana dengan perasaan pribadiku," Jawab Draka.


.


"Tidak ku sangka, seorang Draka mempunyai seorang kekasih, seorang jendral dan cantik!" Puji Manggala, yang telah berdiri tidak jauh dari Draka dan Jingga.


.


"Terima kasih Tuanku, bolehkah Jingga perjalanan kita?"


.


"Tentu saja Draka, berarti kekuatan kita bertambah, dan ada penyemangatmu, iya kan?" Jawab Manggala sambil tersenyum.


.


"Terima kasih banyak Tuanku, telah mengizinkan hamba ikut," Ucap Jingga tampak tersenyum malu.


.


"Berarti kami dapat teman dong!" Sela Mentari di samping Manggala tampak tersenyum, matanya menatap Manggala walau hanya curi-curi pandang.


.


.

__ADS_1


Bersambyng..


Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya. Terima kasih banyak.


__ADS_2