KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Jurus Cakar Iblis Pembelah Langit


__ADS_3

"Kalian! Siapkan 'Jurus Paduan Pedang Roh Penghancur Jiwa dan Jurus Pedang Roh Penghancur Raga!" Perintah Datuk Sesepuh Setan Merah pada kesepuluh orang murid pilihannya, yang di kenal dengan sebutan Sepuluh Pedang Roh Api.


.


"Baik! Datuk.!!!"


Kesepuluh orang murid pilihan Datuk Sesepuh Setan Merah itu lansung berbaris, mereka saling menyatukan tangan ke depan merapat ke bahu temanya, yang paling depan menyatukan telapak tangan kiri dan kanan, tangan sebelahnya tegak di samping kepala.


.


Dari tubuh mereka keluar cahaya yang mengalir ke ujung tangan orang yang berada di barisan terdepan. Cahaya itu membentuk puluhan mata pedang berwarna merah kehitaman.


.


Manggala hanya tersenyum tipis melihat musuhnya menyiapkan jurus andalannya. Manggala pun mempersiapkan diri dengan 'Jurus Tameng Dewa'. Tingkat empat Tameng Jiwa Raga, di tambah dengan 'Jurus Raga Dewa Tingkat Tiga nya.


.


"SERAAANG.....!!"


Perintah Datuk Sesepuh Setan Merah, maka para muridnya itu menyorongkan tangan mereka ke depan, cahaya merah berbentuk pedang itu lansung meluncur cepat ke arah Manggala.


"Hup..!"


Manggala bergerak seperti menangkap pedang, cahaya putih dari kedua tangannya mengikuti. Tapak tangan raksasa itu menghalangi puluhan pedang dari cahaya merah yang meluncur ke arahnya.


.


Cahaya putih itu berasal dari Jurus Tapak Dewa Tingkat Tiga, begitu Manggala menyorongkan tangannya ke depan, cahaya putih membentuk telapak tangan raksasa itu meluncur deras ke arah sepuluh murid pilihan Datuk Sesepuh Setan Merah.


.


Cahaya putih itu begitu cepat, sehingga kesepuluh orang murid pilihan itu tidak sempat mengelak.


Swoss..! Swoss...!

__ADS_1


Baaam...!


Ledakan Besar terjadi, ketika cahaya putih itu menghantam cahaya merah yang mengelilingi tubuh para murid Divisi Dua Pedang Roh itu. Mereka bermentalan ke tanah tanpa ampun lagi pakaian biru yang mereka kenakan berubah jadi hitam, dan hancur.


"Ampun....! Tobaaat......!"


Jerit para murid pilihan Datuk Sesepuh Setan Merah itu. Manggala segera menggeser tangannya, cahaya putih itu menghantam ke arah samping bangunan besar di belakang mereka.


Braaak....!


Samping bangunan itu hancur berkeping keping, bebatuan nya berterbangan ke udara di serayu debu.


.


Melihat para muridnya tidak berdaya Datuk Sesepuh Setan Merah meningkat kan tenaga dalamnya, cahaya merah menyelubungi tubuhnya.


Buaaarr....!


Lantai batu tempat Datuk Sesepuh Setan Merah berdiri itu lansung hancur berkeping-keping. Debu berterbangan di sekelilingnya, cahaya merah itu bagai api di dalam asap. Datuk Sesepuh Setan Merah melompat ke udara. Tubuhnya mengapung di udara dan secepat kilat ia meluncur ke bawah dengan telapak tangan di depan wajahnya.


Cahaya merah menyala berbentuk cakar mengiringi Datuk Sesepuh Setan Merah itu, Ia mengerahkan ' Jurus Cakar Iblis Pembelah Langit'.


.


Manggala tidak bereaksi ia sengaja menantikan serangan Datuk Sesepuh Setan Merah itu, cahaya merah berbentuk cakar itu lansung mencerca tubuh Manggala.


Boom.....!"


Lantai batu tempat Manggala berdiri itu berhamburan ke udara dan dan tempat itu di penuhi debu. Datuk Sesepuh Setan Merah terdiam melihat musuhnya tidak memberikan perlawanan, dan hilang di telan debu yang berterbangan itu.


.


"Mampus Kau anak muda!" Seru Datuk Sesepuh Setan Merah di iringi dengan tawa membahana. Sementara itu Laras yang dari tadi memperhatikan pertarungan di depannya, tampak menunggu dengan harap-harap cemas.


.

__ADS_1


Tawa Datuk Sesepuh Setan Merah terhenti, begitu debu dan bebatuan jatuh ke bumi. Tampak Manggala tegak tanpa kurang suatu apa pun, ia tampak mengibaskan bajunya, yang terkena debu.


.


"Tidak sopan Kau ini Datuk, Kau lihat bajuku jadi penuh oleh debu," Kata Manggala dengan santainya. Di sekeliling tempat ia berdiri tampak lobang sebesar kawah kecil berkisar sepuluh meter membentuk bulatan.


.


"Terbuat dari apa tubuh anak muda ini, sehingga Jurus Cakar Iblis Pembelah Langit' Jurus tidak melukainya, Punggawa Kerajaan Awan Hitam Atas Langit pun belum tentu tidak terluka menghadapinya," Datuk Sesepuh Setan Merah membathin dalam keterkejutannya.


"Sekarang giliran ku Datuk! Terimalah..!"


Begitu selesai berkata Manggala menyorongkan tangannya ke depan, cahaya putih membentuk telapak tangan raksasa meluncur deras ke arah Datuk Sesepuh Setan Merah. Melihat serangan Manggala itu Datuk Setan Merah tidak tinggal diam. Datuk Sesepuh Setan Merah pun menyorongkan tangannya ke depan.


Wusss....!


Cahaya merah membentuk sebuah cakar raksasa menyongsong cahaya putih berbentuk telapak tangan dari telapak tangan Manggala itu.


Blaaar.....!


Ledakan Dahsyat mengguncang tempat itu.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like


Koment


Vote


Dan favorit ya..

__ADS_1


Terimakasih banyak...


__ADS_2