
Laras hanya memandang ke arah Manggala yang baru hendak melangkah ke arah gerbang kedua itu.
Sebuah bayangan merah tiba tiba muncul di udara setelah suara bergema itu hilang, bayangan itu lansung menerjang ke arah Manggala dengan Tapak Bayangan berwarna merah.
Set..!"
Tap....!
Manggala menahan serangan itu dengan 'Jurus Tapak Dewa'. nya.
Desss.....!
Bayangan merah itu mencelat ke udara setelah serangan pertama nya di tahan oleh Manggala.
"Ha ha ha....! Kau cukup berani anak muda, apa hubungannya mu dengan Pendekar Jiwa Abadi hah?" bentak bayangan merah itu begitu menjejak tanah, tampak jelas sudah jika ia adalah salah seorang Sesepuh Perguruan Pedang Kembar, bagian Divisi Dua Pedang Roh.
"Àku murid nya!" jawab Manggala singkat.
"Ho ho ho...! Pantas Kau berani menghajar Soka, karna Kau murid si tua bangka itu, tapi Kau jangan berbesar kepala dulu, karna Kau harus menghadapi ku Sesepuh Merah Hati, kepala Divisi Pedang Roh ini!"
"Terserah Kau Datuk! Aku akan menghadapi siapa pun yang menghalangi kami menyelamatkan Kak Mentari!"
"Hua ha ha....! Rupanya Mentari begitu berarti bagimu, sehingga Kau mau mempertaruhkan nyawa mu untuknya!" bentak Sesepuh Merah Hati sambil menatap tajam ke arah Manggala.
"Berarti atau bukan, itu bukan urusan mu Datuk!" jawab Manggala berapi api. Di balas nya tatapan Datuk Sesepuh Merah Hati dengan memakai ' Jurus Tatapan Dewa'.
Datuk Sesepuh Merah Hati tersurut mundur satu langkah ke belakang, tatapan tajam manggala itu membuat hatinya bergetar.
"Bangsat.! Anak muda ini cukup Sakti!" guman Datuk Sesepuh Merah Hati dalam hati.
Datuk Sesepuh Merah Hati meningkatkan tenaga dalamnya, angin berputar di sekitar tubuhnya, cahaya merah berbentuk tali melingkar di sekitar tubuhnya, Melihat musuhnya merapal jurus andalan, Manggala segera merapal Jurus Tameng Dewa Tingkat Tiga, di rapatkannya kedua tangan di depan dada.
"Heaa..!"
Manggala mempersiapkan diri dengan Jurus Tapak Dewa Tingkat Tiga, Tangan Dewa Mencengkeram Gunung.
"Heaaa...!"
Datuk Sesepuh Merah Hati melompat ke udara dan tubuhnya mengambang di udara, ia menyiapkan 'Jurus Tapak Iblis Api Penghancur'.
Puluhan bayangan telapak tangan berwarna Merah tersusun di depan dan di samping tubuhnya, dengan secepat kilat ia meluncur ke arah Manggala, dengan di iringi bayangan merah berbentuk telapak tangan itu.
Para murid Divisi Dua Pedang Roh yang tadi terdiam karna kedatangan Datuk Sesepuh Merah Hati, kini berlompatan menjauhi tempat itu.
__ADS_1
Mereka tampak ke takutan, Melihat pimpinan mereka mengeluarkan jurus menakutkan itu.
Manggala hanya tersenyum tipis menunggu serangan Datuk Sesepuh Merah Hati, setelah musuhnya cukup dekat barulah ia menyorongkan kedua tangan nya menyambut serangan itu.
Seketika bayangan telapak tangan raksasa dari cahaya putih menderu menghantam ke arah bayangan telapak tangan berwarna Merah di depan Datuk Sesepuh Merah Hati.
Desss...! Desss...!
Dua bayangan telapak tangan berwarna putih dari cahaya itu menapaki setia banyak telapak tangan berwarna Merah yang ke Luar dari Jurus Tapak Iblis Api Penghancur milik Datuk Sesepuh Merah Hati itu.
Swoss....! Swoss..!
Bleb.! Bleb...!
Blaaar....!
Setiap telapak tangan dari cahaya merah dari ilmu Datuk Sesepuh Merah Hati itu, di telan oleh dua telapak tangan raksasa dari cahaya putih yang keluar dari telapak tangan Manggala, ledakan besar terjadi.
Datuk Sesepuh Merah Hati mencelat ke udara, dan jatuh di depan gerbang, walau ia berhasil mendarat dengan kedua kakinya, tidak urung bibirnya mengeluarkan darah segar pertanda ia mengalami luka dalam.
Manggala menurunkan kedua tangan nya ke samping tubuhnya, ia menyeimbangkan kuda kudanya, setelah terdorong tiga langkah ke belakang, tampak bekas telapak kakinya terseret si atas lantai batu jalan menuju gerbang itu.
"Bangsat.!" Anak muda ini menguasai ilmu Tapak Dewa'. Bisa bisa aku pun harus mundur menghadapi nya, tapi di mana mau ku letakkan wajahku, jika menghadapi anak kemarin sore ini, aku harus mundur, aku harus merapal 'Ajian Api Iblis Neraka'..!" guman Datuk Sesepuh Merah Hati.
Ia berdiri tegak dengan kedua tangan merapat ke dada, ia berusaha mengobati luka dalam yang ia derita, dan ia berusaha menstabilkan darahnya yang kacau.
Dengan meningkatkan tenaga dalamnya, ia pun merapal 'Jurus Tameng Dewa Tingkat empat, dan mempersiapkan diri dengan Jurus Tapak Dewa Tingkat Lima.
Sementara itu Laras tampak mundur cukup jauh ke belakang, wajah nya tampak harap harap cemas, Melihat pertarungan kedua tokoh silat di depan nya itu, ia sudah mengetahui sepak terjang Datuk Sesepuh Merah Hati, yang terkenal kesaktian nya itu.
Namun di lain pihak, walau ia berharap banyak pada Pangeran Manggala Surya Kencana, ia belum tau sebatas mana kepandaian pemuda tampan yang ia sukai bersama Mentari itu.
Datuk Sesepuh Merah Hati, duduk bersila di tanah tiba tiba tubuhnya mengambang ke udara, dan ia segera membuka sila nya, dan membentangkan kedua tangan nya di samping.
"Ajian Api Iblis Neraka'.! Heaaa....!!!"
Seketika Cahaya yang berbentuk api menyelubungi tubuh Datuk Sesepuh Merah Hati, cahaya merah itu membentuk seperti raksasa, yang berdiri tegak bersiap dengan cakar nya.
Datuk Sesepuh Merah Hati menggerakkan tangan nya je depan, dan melesat ke arah Manggala.
Sedangkan Manggala sendiri di kelilingi cahaya putih membentuk seseorang seperti Kaisar raksasa yang duduk bersila, dengan kedua tangan merapat di depan dada.
"Heaaa...!"
__ADS_1
Jerit melengking Datuk Sesepuh Merah Hati, meluncur cepat ke arah Manggala, dengan di iringi bayangan iblis raksasa yang mengayunkan cakar nya ke depan.
"Hiyaaa...!"
Manggala menyambut serangan Datuk Sesepuh Merah Hati dengan mendorong kan telapak tangan ke depan, di iringi bayangan raksasa dari cahaya putih itu, Tangan bayangan raksasa yang berada di sekeliling tubuh Manggala juga menyorongkan tangan nya ke depan.
Swoss...! Swoss....!
Blaaar....!
"Aaakh....!"
Ketika telapak tangan bayangan raksasa itu beradu dengan cakar tangan bayangan iblis raksasa berwarna merah itu, ledakan dahsyat terjadi, batu batu dan debu berhamburan.
Datuk Sesepuh Merah Hati terpental ke udara dan jatuh meluncur deras ke tanah, tubuhnya jatuh menimpa atap gerbang kedua itu, begitu tubuhnya menyentuh tanah, ia mengelepar sesaat dan diam tak berkutik lagi, baju merah Datuk Sesepuh Merah Hati berubah menjadi hitam seperti keluar dari api.
Sedangkan Manggala hilang di telan debu yang menutupi tempat itu, begitu debu debu itu di terbangkan angin dan bebatuan telah kembali jatuh ke bumi, tampak lobang besar seperti kawah di sekeliling tempat Manggala berdiri itu.
"Manggala!" jerit Laras lansung melesat ke dekat Manggala, tanpa banyak bicara ia lansung menubruk tubuh Manggala dan memeluknya.
"Kak Laras," kata Manggala berusaha melepaskan pelukan Laras, " Banyak debu Kak,"
"Maaf, Maafkan Saya Pangeran," ucap Laras tampak malu sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Manggala.
Para murid Perguruan Pedang Kembar dari Divisi Dua Pedang Roh, yang masih selamat dan berada tidak jauh dari tempat itu, terkejut mendengar Laras menyebut Manggala dengan panggilan Pangeran.
Para murid yang tadi mengurungkan niat nya berlutut memberi hormat kepada Manggala.
"Mohon maafkan Kami Pangeran, kami bersumpah akan menjadi bawahan Pangeran yang setia," sembah para prajurit itu.
"Kenapa kalian memanggil ku Pangeran?" tanya Manggala tampak heran.
"Kami mendengar Laras memanggil Pangeran!" jawab para murid itu serentak dan tetap berlutut di depan Manggala.
"Dia Pangeran dari kerajaan Galuh Kencana, yang di hancurkan Pasukan iblis dari kerajaan Atas Langit beberapa tahun yang lalu," jelas Laras memberi penjelasan.
"Kami kebanyakan dari rakyat Kerajaan Galuh Kencana, Pangeran! Biarkan kami menjadi pendukung dan prajurit Pangeran!" sembah permohonan para murid Divisi Dua Pedang Roh itu.
"Jika Kalian yang meminta, aku tidak akan menolak, tunggu lah kami di istana Kerajaan Galuh Kencana, dan bersihkan tempat itu, jika aku selamat, kita akan membangun kembali Kerajaan Galuh Kencana bersama Kalian," pinta Manggala.
"Baik Pangeran! Kami akan menunggu Pangeran di sana!" jawab para murid itu, yang kini menawarkan diri menjadi prajurit Kerajaan Galuh Kencana, mereka pun melesat meninggalkan tempat itu.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like, dan Koment dan favorit ya..
Terima kasih...