
Para murid Divisi Dua Pedang Roh itu bermentalan ke tanah, dan mengalami luka dalam yang cukup parah karna hempasan ilmu mereka sendiri.
"Bangsat...! Dia mengalahkan formasi Pedang Roh tanpa bergerak, kita harus melakukan formasi Pedang darah," ujar salah seorang dari Lima orang atasan murid murid Divisi Dua Pedang Roh itu.
"Baik, Ayo..!" jawab Teman temannya.
Mereka pun lansung melakukan formasi dengan saling menghubungkan tenaga dalam mereka. Dengan saling menghubungkan tangan ke punggung orang yang ada depannya.
Orang yang ada di depan merapatkan tangan ke dadanya, cahaya merah menyelubungi tangan orang yang ada di bagian paling depan itu.
Cahaya merah itu membesar dan membentuk sebuah tangan raksasa, dan yang memegang sebuah pedang raksasa berwarna merah menyala.
Manggala meningkatkan tenaga dalamnya dan bersiap dengan 'Jurus Tameng Dewa Tingkat Tiga nya.
Manggala pun mempersiapkan 'Jurus Raga Dewa'. untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"Heaaa.....!"
Orang-orang berbaju merah yang berada paling depan berteriak nyaring, maka seketika tangan mendorong ke arah depan, maka pedang tangan yang memegang pedang merah raksasa itu mengayun ke arah Manggala.
Swoss.....! Swoss.....!
Booooom........!!!
Ledakan dahsyat mengguncang tempat itu, tanah dan debu berhamburan ke udara, Manggala hilang di telan debu berhamburan yang menutupi tempat itu.
"*Ha ha ha......!! Mati Kau anak muda," ujar orang orang itu sambil tertawa terkekeh.
Begitu debu-debu itu hilang tertiup* angin yang bertiup, tawa mereka terhenti seketika.
__ADS_1
"*Hah....!!!"
"Sekarang giliran ku, Kisanak..!" ujar Manggala sambil menatap ke arah lima musuh di depannya*.
Kedua tangan seketika mendorong ke depan, cahaya putih membentuk sebuah tangan raksasa dan lansung melesat ke depan secepat kilat.
Wuss....!!
Boom......!!
"*Aaaa.......!!"
Kelima orang itu lansung terpental menghantam dinding batu bangunan di belakang mereka.
Blaaar......!!"
Batu- batu berhamburan ke udara, begitu batu- batu itu jatuh ke tanah dan debu menghilang dari pandangan, tampak bangunan itu hancur membentuk telapak tangan raksasa.
Manggala berjalan ke arah bangunan itu dengan begitu tenang, Laras yang tadi menjauh segera melesat ke dekat Manggala dan berjalan di sampingnya.
"Manggala Kau tidak apa apa?" tanya Laras begitu menjejak kaki di samping Manggala.
"Aku tidak apa apa Kak Laras!" jawab Manggala sambil tersenyum memandang ke arah Laras.
"*Kita apakan orang orang congkak itu, Manggala?"
"Terserah Kak Laras ? Mau apakan mereka ?" jawab Manggala sambil tertawa kecil memandang ke arah Para murid Divisi Dua Pedang Roh itu, mereka tampak saling bantu membantu karna mereka rata rata terluka dalam.
"Kami akan mengampuni nyawa kalian! Asal Kalian mau menjadi pengikut Kami, dan jadi prajurit Kerajaan Galuh Kencana!" ancam Laras sambil mengacungkan pedang nya ke arah Para murid Divisi Dua Pedang Roh itu.
__ADS_1
"Ampuni Kami! Kami bersedia menjadi pengikut dan mengikuti kemauan Kalian, asal nyawa kami di ampuni!" jawab mereka serentak, sambil berlutut di hadapan Manggala dan Laras.
"Baik lah, kami akan membantu kalian mengobati luka dalam yang kalian dulu," ujar Manggala sambil mengambil sekantong obat di balik bajunya, dan memberikan sebuah setiap orang yang terluka dalam itu.
Setelah memberikan obat itu, tampak para murid itu telah mampu berdiri dengan tegap, dan mereka lansung berlutut lagi di hadapan Manggala dan Laras.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pendekar, dan menunggu perintah selanjutnya?" ucap para murid itu, sambil mengepalkan kedua tangan kanan di depan wajah.
"Panggil dia Pangeran, karna Pangeran Manggala Putra Mahkota kerajaan Galuh Kencana!!" perintah Laras dengan lantang.
"*Kami menunggu perintah Pangeran?!"
"Kalian pergilah ke Kerajaan Galuh Kencana, dan bantu teman teman kalian di sana, setelah semua urusanku selesai aku akan kembali ke sana*!" titah Pangeran Manggala Surya Kencana.
"Baik Pangeran! Semua perintah Pangeran akan kami laksanakan!" setelah memberi hormat para murid yang telah di rekrut Laras itu lansung meninggalkan tempat itu, mereka lansung menuju istana Kerajaan Galuh Kencana.
"Ayo Kak Laras kita lanjutkan perjalanan," ajak Manggala pada Laras, gadis cantik itu tampak tersenyum.
"Baik lah, Ayo!"
Mereka pun meninggalkan tempat itu, sementara matahari telah naik ke atas kepala, pertanda hari telah siang.
Baru sekitar satu jam perjalanan menuju gerbang ke tiga Divisi Dalam Pedang Roh, mereka di hadang oleh segerombolan orang orang berbaju hitam dan beberapa prajurit siluman Kerajaan Awan Hitam Atas Langit.
"Ho ho ho....! Teman - teman rupanya orang yang kita tunggu telah datang!" tawa siluman itu melihat kedatangan Manggala dan Laras.
Manggala dan Laras begitu tenang, mereka lansung melesat ke depan para penghadang itu.
"Teman teman, Habisi mereka!!"
__ADS_1
"Heaaa.....!!!"