KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Pendekar Gila Patah Hati


__ADS_3

Permaisuri Primata Trisna, Ibunda Pangeran Manggala Surya Kencana, bercerita panjang lebar dengan sang Putra.


"Bunda setelah dari sini mau kemana..?? Tanya Manggala pada Ibundanya, sambil duduk di depan Permaisuri Primata Trisna.


"Bunda akan kembali ke jurang Ngarai, Anakku...," Jawab Permaisuri Primata Trisna.


"Manggala ikut Bunda ya...," ajak Permaisuri Primata Trisna pada sang Putra.


"Maafkan Manggala Bunda, Manggala harus meneruskan perjalanan..!"


"Kemana Anakku...??"


Mencari keberadaan Ayahanda, dan menghentikan sepak terjang Pasukan Iblis Kerajaan Awan Hitam itu Bunda...!" jelas Manggala.


Setelah semua urusan Manggala selesai, Manggala akan mencari Bunda...!"


"Hati hati Anakku..! Pasukan Iblis Merah beserta komplotannya banyak yang sangat sakti...!" Ujar Permaisuri Primata Trisna, sambil menatap wajah sang Putra.


"Bunda tidak usah mengkhawatirkan Ananda, dengan Ilmu pemberian Kakek Lima Dewa, Ananda sudah siap menghadapi pasukan Kerajaan Awan Hitam itu Bunda...!"


"Tapi Kau harus tetap berhati hati Anakku...!" Ujar Permaisuri Primata Trisna pada sang Putra, tampak Wajah cantik Permaisuri Primata Trisna, mencemaskan Putra satu satunya itu.


"Ya Bunda, Bunda doakan Manggala ya...," Jawab Manggala sambil tersenyum memandang ke arah Permaisuri Primata Trisna, di genggamnya tangan ibunya itu.


Manggala lalu mengantarkan Permaisuri Primata Trisna, ke belakang istana Galuh Kencana itu, dan ia pun melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Manggala memasuki Kota Kerajaan Galuh Kencana, tampak keadaan kota yang porak poranda, ia berjalan menyusuri jalanan kota Raja, yang sangat sepi itu.


Di kejauhan Manggala mendengar suara pertarungan, Manggala pun melesat kearah suara pertarungan itu.

__ADS_1


Manggala melompat bagai kilat ke atas sebatang pohon, yang ada di di sekitar tepian rumah penduduk Galuh Kencana itu, dari sana ia memperhatikan pertarungan yang ia dengar tadi.


Tampak di bawah sana, seorang yang berpakaian seperti pengemis, sedang bertarung dengan beberapa orang yang berpakaian rapi, dan berbaju sama, baju mereka berwarna merah, di punggungnya terdapat gambar pedang bersilang berwarna hitam, mereka adalah orang orang perguruan Pedang Kembar, salah satu perguruan Pedang terbesar, di wilayah Kerajaan Galuh Kencana, mereka adalah Perguruan golongan tokoh sesat.


Jumlah mereka ada sekitar sepuluh orang, mereka mengeroyok seorang Pendekar yang berpakaian seperti pengemis itu.


Pendekar itu tampak dengan gesitnya, menghindari setiap serangan pengeroyok nya, sesekali malah ia sempat mengirimkan pukulan balasan.


"Heaaa...!"


Sring....!


Para pengeroyok itu menghunus pedang mereka, dengan pedang terhunus ke sepuluh orang itu, berhasil mendesak Pendekar berpakaian pengemis itu.


Dalam beberapa jurus laki laki itu, berhasil di lukai para pengeroyok nya, yang rata berilmu tinggi itu.


Manggala berkelebat ke arah pertarungan itu, ia jengkel melihat pertarungan yang tidak seimbang itu.


"Heaaa....!"


Duk....! Desss...!


"Aaakh....!"


Dua orang pengeroyok itu bermentalan, terkena tendangan Manggala, yang bertenaga dalam tinggi itu, melihat teman temannya berjatuhan, yang lain lansung mengepung Manggala.


"Heh....! Siapa Kau, berani mencampuri urusan orang orang perguruan Pedang kembar..!" bentak salah seorang pengeroyok itu.


"Aku tidak perlu mengetahui siapa kalian, yang aku tidak suka kalian mengeroyok, aki ini yang seorang diri..!" Jawab Manggala sambil berdiri di depan orang yang di bantunya itu.

__ADS_1


"Kau mau cari mati, hah...!" bentak laki laki yang telah membentak Manggala tadi.


"Soal hidup mati, itu di tangan Pencipta alam ini, yang jelasnya bukan di tangan kalian...!" Jawab Manggala sengit.


"Mampus kau..! Seraang....!!!


Para pengeroyok itu lansung menyerang Manggala secara serentak, Manggala menunggu serangan itu dengan senyum tipis, menyungging.


"Haaa....!"


Para pengeroyok itu lansung bermentalan begitu Manggala membentak dengan ' Jurus Bentakan Dewa'. ilmu kesaktian dari Pendekar Jiwa Abadi.


Para pengeroyok itu, berusaha bangun, dengan tertatih tatih, tanpa pikir panjang mereka pun berkelebat pergi meninggalkan tempat itu.


"Tuan tidak apa apa...! Bagaimana luka bapak..!?" Tanya Manggala sambil menghampiri, laki laki mirip


pengemis itu.


"Tidak Den, Saya hanya mengalami luka luar..!" Ujar laki laki itu, terlihat wajah nya, baru berumur sekitar lima puluh tahunan.


Manggala tanpa banyak bicara, lansung mengalirkan hawa murni, Raga Dewa'. pada Laki laki itu. begitu Manggala mengangkat tangannya, luka di tangan Laki laki itu, hilang tak berbekas.


"Terima kasih Den...! Ucap Laki laki itu, sambil memandang wajah tampan Manggala.


"Tidak usah di panggil Aden tuan..! Panggil saja Manggala..!" Ujar Manggala sambil duduk di bawah sebatang pohon.


"Manggala ya..!" Jawab Laki laki tua itu.


"Kalau boleh tau, Tuan ini Siapa dan kenapa di keroyokan begitu banyak Orang orang Perguruan Pedang Kembar itu, ilmu kedikjayaan mereka cukup tinggi tinggi..!" Tanya Manggala, sambil memainkan sebatang ranting pohon yang mati, di tangannya.

__ADS_1


"Saya sendiri tidak tau, nama Saya sendiri nak Manggala, Orang orang memanggil Saya Pendekar Gila patah hati..!" Jawab nya, sambil ikut duduk tidak jauh dari Manggala.


__ADS_2