
Tampak di bawah sana seorang wanita muda berbaju putih dengan rambut panjang, sedang bertarung dengan sekitar sepuluh orang pengeroyok, dua di antaranya adalah prajurit Iblis dari Kerajaan Awan Hitam.
Tampak sang gadis bertarung dengan sebuah pedang lurus berwarna putih keperakan, dengan lincah ia berhasil menghadapi keroyokan delapan orang berbaju hitam itu, sedangkan dua prajurit Awan Hitam itu, diam sambil menyaksikan pertarungan itu.
Manggala memperhatikan gadis cantik yang sedang bertarung itu, dengan 'Jurus mata Dewa'. ia bisa melihat seberapa tinggi tenaga dalam orang yang di perhatikan nya.
"Hmm... tinggi juga tenaga dalam gadis itu..," guman Manggala Surya Kencana, dalam hati.
"Tapi dua prajurit yang berwajah seperti iblis itu, mempunyai perisai tubuh yang cukup tinggi, sepertinya itu perisai senjata tajam..!" gumannya lagi, sambil memperhatikanpertarungan di bawah sana.
Para pengeroyok agak berhasil mendesak gadis cantik itu, sehingga ia melompat ke belakang.
"Ha ha ha....! Dewi Phoenix putih, sebaiknya kau menyerahkan diri, agar tubuh seksimu itu tidak tergores pedang kami..!" Ujar salah seorang pengeroyok itu.
"Heh...! Baru berhasil mendesaknya dengan keroyokan, kau sudah besar mulut.! Jawab Dewi Phoenix putih, tampak bersiap dengan Jurus pedang yang lebih tinggi.
"Masih bicara sombong.! Serang...!"
Para pengeroyok itu lansung menyerang ke arah Dewi Phoenix putih, pedang di tangan mereka mengayun ke arah Dewi Phoenix putih.
Trang....! Trang....!
Pedang Dewi Phoenix putih, berkelebat menangkis serangan pedang para pengeroyoknya, dengan cepat ia berjumpalitan, menghindari setiap serangan musuh yang mencoba membokongnya.
"Hiaa....!
Duk....! Duk.....!
Dik...! Desss.....!
Dewi Phoenix putih berhasil menghajar beberapa orang pengeroyok nya, yang cukup berilmu tinggi itu, sehingga mereka bermentalan ke tanah.
Empat orang lainnya terkejut melihat teman temannya, bermentalan ke tanah, mereka sempat bengong, hal itu di manfaatkan Dewi Phoenix putih berhasil, untuk bergerak dengan sangat cepat menghajar para pengeroyok nya.
"Hiaaa....!"
Dess.. Dess.....! Desss....!
"Aaaa......!"
para pengeroyok itu bermentalan ke tanah, mereka semua mengalami luka dalam yang cukup parah.
Melihat delapan orang berbaju hitam itu di hajar Dewi Phoenix putih, dua orang prajurit Kerajaan Awan Hitam itu, melompat menyerang Dewi Phoenix putih.
"Hup...!"
__ADS_1
Dewi Phoenix putih berjumpalitan di udara, menghindari serangan dua orang prajurit Kerajaan Awan Hitam itu.
Set....!
Set....!
Trang...!
Dewi Phoenix putih, terperanjat ketika pedangnya, bagai menebas bongkahan besi, begitu mengenai tubuh prajurit Kerajaan Awan Hitam itu.
Heaaa...!"
Dewi Phoenix putih terpaksa melompat mundur, menghindari serangan dua orang prajurit Kerajaan Awan Hitam itu.
Srek....!
Srek....!
Dua prajurit Kerajaan Awan Hitam itu, menghunus pedang di pinggangnya, dan menyerang Dewi Phoenix putih.
Trang...!"
Duakh.....!
"Aah....!"
Sebuah tendangan bertenaga beruntun prajurit Kerajaan Awan Hitam itu, berhasil mengenai tubuh Dewi Phoenix putih, ia terlempar ke belakang beberapa tombak.
Dewi Phoenix putih kali ini terpaksa menahan laju pedang prajurit iblis itu.
Trang...!
Tring.....!
Pedang Dewi Phoenix putih jatuh ke tanah, sedangkan musuh berdiri di depannya, dengan pedang terarah ke kepalanya
"Hea...!"
Tap...!
Buk....!
"Aaakh.....!"
Dewi Phoenix putih yang sudah memejamkan mata, terkejut mendengar suara tangkapan dan suara pukulan di depannya.
Begitu ia membuka matanya, tampak seorang pemuda berbaju hitam putih, Dengan sebuah pedang bergagang berbentuk kepala naga berwarna emas, tegak di depannya, dan prajurit Kerajaan Awan Hitam itu, telah terpental jauh ke belakang.
__ADS_1
Prajurit yang satu lagi melompat menyerang dengan mengayunkanTongkat pedang ke arah dada Manggala, namun Manggala hanya diam menanti serangan itu.
"Heaaa...!
Crang....!
Prajurit itu lansung terpental, begitu pedangnya mengenai tubuh Manggala, dan terlempar ke dekat temannya, dan mengalami luka dalam yang cukup parah.
Melihat ilmu kesaktian musuhnya jauh di atas mereka, mereka pun memilih ambil langkah seribu, melarikan diri dari tempat itu.
Manggala, menoleh ke belakang, ke arah Dewi Phoenix putih, dan menolongnya.
"Dewi, tidak apa apa...!??" Tanya Manggala sambil tersenyum, dan mengulurkan tangannya, menolong Dewi Phoenix putih berdiri, ia memberikan sebuah obat, pada gadis cantik bergelar Dewi Phoenix putih itu.
Dewi Phoenix putih menerima obat itu, dan duduk bersemedi, mengobati luka dalamnya, Dengan bantuan obat yang di berikan Manggala, luka dalam
Dewi Phoenix putih, lebih cepat sembuh nya, dan juga sirkulasi darahnya kembali normal.
Setelah selesai bersemedi Dewi Phoenix putih, menemui Manggala yang duduk tidak jauh darinya, dan bersandar pada sebatang pohon.
"Terimakasih banyak tuan pendekar telah menyelamatkan Saya dari prajurit Kerajaan Awan Hitam itu..!!" Ujar Dewi Phoenix putih, sambil duduk tidak jauh dari Manggala, ia mengambil pedangnya dan menyarungkan pedang itu ke dalam warangkanya.
"Tidak usah panggil Saya tuan, panggil Saya Manggala, nama saya Manggala..!" Jawab Manggala sambil tersenyum memandang wajah cantik di depannya itu.
Dewi Phoenix putih tersipu malu, melihat wajah tampan di depannya, ia memalingkan wajahnya yang memerah.
"Nama Saya Pandan Ayu, panggil saja Ayu..!" Ujarnya sambil tersenyum manis ke arah Pendekar tampan di depannya.
"Manggala mau kemana..!?" tanya Pandan Ayu sambil berdiri.
"Saya mau ke Kerajaan Galuh Kencana..!" jawab Manggala, sambil menatap wajah cantik Pandan Ayu.
"Ke Kerajaan yang telah tinggal nama itu...!? tanya Pandan Ayu, heran.
"Ya..! Ada yang harus Saya selidiki di sana..!" Jawab
Manggala, sambil ikut berdiri.
"Ayu sendiri, mau kemana...??" Tanya Manggala.
"Ayu mau kembali ke tempat Guru Ayu, di Perguruan Pedang suci...!" Jawab Pandan Ayu, sambil tersenyum memandang ke arah Manggala.
"Baiklah Ayu, sampai bertemu lagi, hati hati lah jangan sampai kau bertemu prajurit Kerajaan Awan Hitam, yang berilmu tinggi..!!" Ingat Manggala, setelah berkata ia melesat bagai kilat meninggalkan tempat itu.
Pandan Ayu hanya memandangi, kepergian pemuda tampan yang telah menyelamatkan, nyawanya, dan mencuri hatinya itu.
"Hmm.. Jika aku tidak punya tugas dari guru, aku akan ikut denganmu, Manggala..," guman gadis cantik yang berumur sekitar delapan belas tahun itu, ia pun melesat pergi.
__ADS_1
Bersambung....