
Melihat Manggala tak tersentuh 'jurus pedang Iblis Tanpa Bentuk'. miliknya, tentu saja mau tak mau membuat Resa Gana tersentak, dan wajah tampan bengis nya itu berubah pucat.
"Jangan sombong dulu kau anak muda! Aku Resa Gana yang akan menjadi murid Perguruan Pedang Kembar itu, hari ini..!" bentak Resa Gana, sambil berusaha menekan keterkejutan, dan menenangkan dirinya yang mulai agak ragu, apa bisa menang atau tidak? menghadapi musuh yang sangat tinggi ilmunya itu.
"Heaaa....! Ajian Guntur Penghancur Gunung...!"
Bentak Resa Gana, sambil meningkatkan tenaga dalamnya, cuaca berubah menjadi kelam, awan hitam berputar di atas nya, angin bertiup kencang, tiba tiba petir menyambar di sekitar tempat Resa Gana berdiri, ia menerima aliran kilat dengan tangannya.
Orang orang yang berada di tempat itu tampak ketakutan, dan terjajar mundur melihat kesaktian Resa Gana yang menakutkan itu.
"Heaaa....! Mati lah,Kau....!!" bentak Resa Gana dengan penuh kemarahan, dan menodongkan tangannya ke arah Manggala Surya Kencana, yang berdiri sekitar lima tombak di depannya.
Manggala melompat bagai kilat, menghindari lidah petir pertama yang mengarah padanya, sehingga tempat Manggala berdiri itu menjadi berlobang sebesar tubuh gajah berukuran besar.
Jdar......!"
Duar......!
Manggala yang mengunakan Jurus Raga Dewa, dan Jurus Jiwa Dewa, kali ini memilih menerima pukulan Ajian Guntur Penghancur Gunung'. milik Resa Gana itu.
Duaaar.....!
Debu berhampu di tempat Manggala berdiri.
"Tidak............!!!"
Jerit Mentari histeris melihat Manggala tidak menghindari serangan lidah kilat 'Ajian Guntur Penghancur Gunung'. milik Resa Gana itu.
Semua mata orang orang yang ada di tempat itu, tertuju pada tempat Manggala berdiri itu, mereka banyak yang menunduk sedih.
__ADS_1
"Ha ha ha....! Mati kau, sekarang anakku yang akan maju menjadi murid Perguruan Pedang Kembar tahun ini," ayah Resa Gana dan Para pengawalnya tertawa penuh kemenangan.
Namun yang terjadi di luar dugaan mereka, ketika debu debu itu hilang terbawa angin, tampak Manggala tidak kurang suatu apapun, ia tampak mengibaskan debu yang menempel di baju pemberian Pendekar Jiwa Abadi itu.
"Apa.....!" ujar Resa Gana yang tidak menyangka Manggala akan baik baik saja, tersurut mundur beberapa langkah ke belakang.
"Hebat sekali ilmu pemuda itu," decak kagum orang orang yang memperhatikan pertarungan itu, wajah Mentari yang tadi sedih berubah berbinar melihat Manggala tidak kurang suatu apa pun.
"Hebat sekali kesaktian Manggala ini, aku pun belum tentu sanggup menerima 'Ajian Guntur Penghancur Gunung'. itu tanpa terluka, aku juga tidak bisa melihat aura seberapa tinggi tenaga dalam nya, wajar kalau Resa Gana meremehkan nya," guman Mentari, dalam hati.
"Terima kasih Resa, atas bantuan mu, dengan Jurus Ajian Guntur Penghancur Gunung mu, aku bisa mencoba seberapa kesaktian ilmu Raga Dewa ku.!" ujar Manggala Surya Kencana, sambil tersenyum tipis pada Resa Gana.
"Apa....? 'Ilmu Raga Dewa..? Apa hubungan mu dengan Pendekar Raga Dewa?" tanya Resa Gana, wajah nya tampak berubah mendengar salah seorang Pendekar sakti, dari Lima Pendekar Legenda di sebut oleh musuhnya.
"Dia guruku..!" jawab Manggala Surya Kencana, lantang, dengan sebuah senyum kemenangan.
"Kau boleh menjadi murid Pendekar Raga Dewa, tapi aku tidak akan kalah kali ini.!" Ujar Resa Gana, penuh kesombongan.
"Pedang Hitam Pembunuh Dewa'......!"
Tiba tiba di genggaman tangan kanannya, muncul sebuah pedang berwarna hitam, memiliki aura pembunuh yang sangat luar biasa, orang orang pada bergidik ngeri, merasakan aura pedang di tangan Resa Gana itu.
"Jadi ini pedang yang di katakan Kakek guru Pendekar Raga Dewa, cuma aku tak perlu takut, gabungan ilmu Raga Dewa ku dan Ilmu Tameng Dewa ku, tidak tertembus senjata itu, namun pesan Kakek guru, aku harus menghancurkan pedang Iblis pembunuh itu," guman Manggala Surya Kencana, sambil mundur dua langkah ke belakang.
Melihat Manggala mundur ke belakang, tentu saja memberikan rasa kesombongan di hati Resa Gana.
Ia tidak mengetahui rencana Manggala yang sebenarnya.
Bet..!
__ADS_1
Sring.....!"
Manggala membuka pembalut Pedang Pusaka Naga langit, yang di kenal dengan Pedang Naga Emas, milik Pendekar Dewa Pedang Naga Emas itu.
"Hah....! pedang Naga Emas, bukankah pedang itu milik Pendekar Dewa Pedang Naga Emas..," guman Resa Gana, dalam keterkejutan nya.
"Mungkinkah Manggala ini telah mewarisi kesaktian Lima Pendekar Dewa?"
Tampak Resa Gana agak terdiam, melihat Pedang di tangan Manggala itu.
"Hebat Pendekar Naga Langit...!" teriak salah seorang yang menonton pertarungan itu.
"Ya, kita juluki dia Pendekar Naga Langit, karna dia memiliki Pusaka Pedang Naga Langit, yang biasanya di pakai Pendekar Dewa Pedang Naga Emas itu," tambah salah seorang penonton yang lain.
"Hidup Pendekar Naga Langit...!!!" teriak orang orang itu, memberikan dukungan pada Manggala.
"Hm..! Bagus juga gelarnya, Pendekar Naga Langit," guman Mentari, dalam hati, ia berharap Manggala bisa menang melawan Resa Gana yang memakai Pedang Hitam Pembunuh Dewa, atau di kenal dengan Pedang Iblis Pembunuh Dewa, karna pedang itu adalah salah satu senjata yang di takuti golongan hitam, maupun golongan putih.
Manggala meningkatkan tenaga dalamnya sekitar tiga puluh persen, ia bersiap dengan 'Jurus Pedang
Naga Surgawi'. milik Pendekar Dewa Pedang Naga Emas, kakek gurunya itu.
Resa Gana meningkatkan tenaga dalamnya hingga tingkat lima puluh, ia mengalirkan tenaga dalamnya ke Pedang Hitam Pembunuh Dewa itu, hingga cahaya hitam kemerahan menyelimuti badan pedang itu.
Aura pembunuh nya pun, semakin tajam, orang orang yang menyaksikan pertarungan itu, terpaksa mundur menjauh kebelakang, sedangkan Mentari terpaksa meningkatkan tenaga dalam, untuk menekan Aura pembunuh pedang di tangan Resa Gana itu.
"Hiyaaaa........!"
Bersambung....
__ADS_1
( Buat pembaca yang menyukai novel karya Idwan Virca84, bisa melihat indo tentang novel ku yang lain melalui IG Idwan Virca, jangan lupa follow dan like ya.. Makasih..).