
"Kita tidak mungkin mundur, jika kita mundur kita tentu akan di habisi oleh Datuk Sesepuh!" Ujar salah seorang yang bertopeng tengkorak itu.
.
"Ya Datuk Sesepuh Mata Langit dan Pangeran Iblis Merah tentu tidak akan mengampuni kita. Namun menghadapi kesaktian Laras dan pendekar muda Anggala sama saja mengantarkan nyawa, satu-satunya harapan kita adalah di ampuni oleh Manggala dan Laras," Ucap salah seorang nya lagi, wajah nya agak berubah, setelah melihat kesaktian Laras dan Manggala.
.
Setelah berucap beberapa orang anggota Perguruan Pedang Kembar itu segera melompat ke depan Manggala dan Laras. Meraka lansung berlutut di depan Manggala dan Laras.
.
"Ha ha ha... Tadi Kalian begitu sombong memandang enteng padaku, sekarang Kalian berniat menyerah hah...!" Bentak Laras dengan suara yang begitu lantang.
"Kami telah bersalah pada junior Laras, harap adik dapat memaafkan kekeliruan kami," Ucap salah seorang yang tampaknya mengenal Laras, namun ia baru mengetahui kalau Laras telah jauh lebih sakti di atas mereka.
.
"Kalian beruntung karna kami mencari prajurit untuk membangunkan kembali Kerajaan Galuh Kencana, jika tidak aku tidak akan segan-segan mengirim nyawa Kalian ke nereka!" Jawab Laras lagi. Sedangkan Manggala hanya diam di samping gadis cantik berbaju biru itu.
.
"Maksud adik Laras?" Salah seorang dari orang-orang bertopeng tengkorak itu tampak kurang mengerti.
.
"Jika Kalian ingin di ampuni, Kalian harus menjadi prajurit Kerajaan Galuh Kencana, apa Kalian mengerti?" Jawab Laras menjelaskan.
"Baik! Kami mengerti!" Jawab para anggota kelompok topeng tengkorak itu.
.
"Kalian sekarang berangkatlah menyusul yang lain ke Kerajaan Galuh Kencana!" Perintah Laras.
"Baik!" Tanpa banyak bicara mereka segera melesat meninggalkan tempat itu. Kini tinggal para prajurit siluman yang lagi kebingungan. Akhirnya mereka kembali bergerak mengepung Manggala dan Laras.
.
"Jadi Kalian tetap ingin mengadu nyawa? Baiklah kalau itu yang Kalian mau!" Ujar Laras sambil menghunus pedang yang ada di balik punggungnya.
.
Sring..!
"Manggala, biar ku hadapi cecunguk Kerajaan Awan Hitam Atas Langit ini, tampaknya meteka memang minta di kirim ke neraka!" Ucap Laras sambil melintangkan pedangnya di depan dada.
.
"Silahkan Kak!" Jawab Manggala Surya Kencana, sambil tersenyum tipis memandang Laras.
.
Wuss...!
Swoosss....!
Laras meningkatkan tenaga dalam nya ke arah pedangnya, cahaya merah membentuk naga menyelubungi pedang nya.
.
"Hiyaaa...!"
Jerit melengking keluar dari mulut Laras, maka seketika tubuh nya melesat dengan begitu cepat bagaikan kilat, sekali gerakan Laras begitu cepat sehingga dalam kedipan mata ia telah berada di dekat para prajurit siluman itu.
.
__ADS_1
Set..!
Crasss...! Crasss...!
"Aaaakh....!"
Pedang di tangan Laras berkelebat dengan sangat cepat sehingga tidak terlihat mata biasa. Pedang di tangan Laras menebas cepat ke arah para siluman itu, hingga dalam beberapa saat kemudian. Para prajurit siluman itu bermentalan ke tanah dengan tubuh bersimbah darah berwarna hijau. Para prajurit siluman itu pun tewas dengan luka menganga di tubuh mereka.
.
Wuss...!
Dalam beberapa gerakan semua prajurit siluman itu tidak ada yang berdiri lagi. Setelah membantai para prajurit siluman itu Laras kembali melesat ke samping Manggala. Laras lansung menyarungkan pedang nya ke dalam warangka nya yang ada di balik punggungnya itu.
.
Sret..!
"Wah.. Wah.. Kak Laras memang telah menjadi seorang pendekar hebat, hingga dalam beberapa gerakan para prajurit siluman itu sudah tumbang semua!" Ucap Manggala memuji kehebatan Laras itu.
.
"Belum seberapa di banding kesaktianmu Manggala," Jawab Laras merendah.
.
"Kak Mentari tentu akan terkejut melihat perubahan kesaktian yang Kak Laras miliki sekarang!" Puji Manggala lagi sambil tertawa.
.
Laras hanya tersenyum sambil memperhatikan pertarungan Draka dan Iblis Hitam Penjaga Pagoda Lima pilar itu.
.
Sementara itu Draka dan Iblis Hitam masih bertarung, kedua raksasa itu masih saling serang, dengan jurus-jurus dan kekuatan kesaktian yang mereka miliki.
Wuss...!
Swosss...!
Ledakan dahsyat kembali terjadi debu dan tanah berhamburan ke udara. Menggala dan Laras melompat menjauh menghindari dampak akibat adu kesaktian Draka dan Iblis Hitam itu.
"Ha ha ha..! Ayo Draka.. Apa hanya segitu kemampuanmu setelah ribuan tahun bersemedi hah...!" Ujar Iblis Hitam berusaha membuat Draka kehilangan kendali emosinya.
.
"Ha ha ha...! Iblis Hitam, Kau sendiri belum mampu menggores kulitku, bukan kah Kau, berniat membunuhku di bumi ini, kenapa belum Kau lakukan hah..!" Jawab Draka dengan tawa sinis membalikkan kata-kata Iblis Hitam itu.
.
"Bangsat Kau Draka! Rupanya Kau sudah tidak sabar ingin ku kirim ke akhirat," Setelah berkata itu Iblis Hitam meningkatkan tenaga dalamnya, aura panas menyelimuti tempat itu. Cahaya merah seperti api menyelungi seluruh tubuh Iblis Hitam, dengan sekali ayunan Iblis Hitam menancapkan kapak besar bermata duanya itu ke tanah.
Crab..!
"Jurus Inti Api Hitam Penghancur! Baik lah Iblis Hitam, akan ku coba dengan Api Naga Penghancur Langit ku..!" Guman Draka dalam hati.
.
Draka menancapkan Tongkat Pedang Emas nya ke tanah. Draka pun bersiap dengan kesaktiannya 'Api Naga Penghancur Langit'. Cahaya merah menyelubungi tubuh Draka. Draka kembali memakai wujud naga berkepala lima nya. namun kali ini naga berkepala lima jelmaan Draka berwarna merah api.
.
Naga berkepala lima itu saling menghadap kan kepalanya ke tengah. Setelah itu naga berkepala lima itu serentak menyemburkan api ke tengah. Dari kelima semburan api itu membentuk sebuah bola api raksasa yang begitu besar.
.
__ADS_1
Sedangkan Iblis Hitam yang memakai pukulan 'Inti Api Hitam penghancur tampak telah menyiapkan sebuah bola api besar di depan telapak tangannya berwarna merah kehitaman. Bola api du tangan Iblis Hitam itu hampir menyamai bola api milik naga berkepala lima jelmaan Draka.
.
"Hooaaaa....!!!"
Iblis Hitam dalam wujud raksasanya mendorongkan telapak tangan nya ke depan, bola api berwarna kehitaman itu pun meluncur deras ke depannya.
.
Hoaaaarrrr....!!!!"
Naga berkepala lima jelmaan Draka itu pun menyemburkan udara kedepan secara bersamaan, bola api dari Pukulan "Api Naga Penghancur Langit'. itu pun meluncur deras menyongsong bola api berwarna merah kehitaman dari pukulan Iblis Hitam itu.
.
Wosss....!!
Wusss......!!
BOOOOOOMMMM......!!!!
Ledakan dahsyat mengoncang tempat itu. Tempat itu seakan di landa gempa yang berkekuatan tinggi. Manggala dan Laras tampak berusaha menyeimbangkan diri, namun tanah yang mereka pijak begitu kuat bergetarnya. Para burung dan penghuni hutan yang ada di tempat itu lari menjauh. Karna di kejutkan oleh ledakan dan getaran yang begitu kuat itu.
.
"Gila! Bisa-bisa tempat ini hancur oleh pertarungan kedua raksasa itu!" Guman Laras setengah berbisik.
.
"Kekuatan mereka sungguh luar biasa Kak!" Tambah Manggala sambil tetap memperhatikan ke arah pertarungan Iblis Hitam dan Draka itu.
Swosss...!!
Swosss....!!
Pukulan Api Naga Penghancur Langit'. Draka itu rupanya menelan habis api pukulan Iblis Hitam itu. Bola api besar pukulan Draka itu terus meluncur cepat dan tepat menghantam tubuh Iblis Hitam.
.
Swosss....!
Swoosss....!
BLaaaarrr....!
"AAAAAA......!!
Jeritan kesakitan Iblis Hitam begitu memekakkan telinga. Iblis Hitam berusaha memadamkan api merah kebiruan yang melahap tubuhnya, hanya beberapa saat Iblis Hitam mampu mengibas-ngibaskan tangannya. Tidak lama kemudian tubuhnya pun jatuh ke tanah dan mengelepar beberapa saat dan setelah itu diam tidak berkutik. Iblis Hitam pun harus tewas dengan tubuh menjadi abu.
.
Wusss.!
Draka kembali ke wujud nya semula, yaitu wujud seorang yang memakai baju perang berwarna keemasan. Baru saja Draka menginjakkan kaki di samping Manggala dan Laras. Mereka di kejutkan oleh suara menggema yang memekakkan telinga.
.
"KURANG AJAR.... SIAPA YANG BERANI MEMBUNUH PENJAGA PAGODA LIMA PILAR HAH......!!!!
.
.
.Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like, Koment, Vote dan favorit nya ya. Terima kasih banyak.