KISAH PENDEKAR TANPA TANDING

KISAH PENDEKAR TANPA TANDING
Tujuh Jendral Iblis Pedang


__ADS_3

"Hoaarr....!"


Siapa manusia yang berani membunuhi para prajuritku...!"


.


Suara menggema keluar dari lobang hitam itu. Namun belum tampak wujud seseorang yang mengirimkam suara menggema itu.


"Jendral Iblis Pedang? Kenapa dia ada di sini?" Sentak Draka melihat orang yang keluar dari mulut lobang hitam itu. Draka langsung maju kesamping Pandan Ayu.


"Siapa dia, Kau tampak terkejut?" Tanya Dewi Phoenix Putih yang tidak tau siapa yang di hadapinya. Manggala pun melesat ke samping Draka.


"Siapa dia Draka? Kau tampak seperti melihat hantu di siang bolong?" Tanya Manggala melihat keterkejutan Draka.


"Dia adalah salah satu dari tujuh Jendral Iblis Pedang Tuanku, dia adalah para jendral Kerajaan Awan Hitam Atas Langit yang telah tewas dalam peperangan dengan Kerajaan Kayangan Atas Awan," Jawab Draka, "Sepertinya Raja Iblis Merah telah menguasai sihir, atau dia telah merekrut seorang ahli sihir sebagai pembesar kerajaannya. Tampaknya tugas kita akan semakin sulit Tuanku!" Tambah Draka lagi.


"Draka? Bukankah Kak Manggala bilang Draka adalah raja naga yang memberikan mustika itu?" Pandan Ayu tampak tampak bingung.


"Ya, Draka memang raja naga yang saya ceritakan Ayu, dia bersama kita, Kekasihnya juga, Jingga itu salah satu jendral naga dari Kerajaan Kayangan Atas Awan," Jawab Manggala.


"Jangan terkejut dulu Tuanku, musuh yang kita hadapi bukan siluman biasa, apalagi dia telah di bangkitkan dari kematian!" Ucap Draka tanpa mengalihkan pandangannya.


"Panglima! Kenapa salah satu dari tujuh Jendral Iblis Pedang ada di sini? Bukankah mereka telah tewas waktu berperang dengan kita dulu," Jingga pun tampak terkejut.


"Tampaknya raja Iblis Merah telah membangkitkan mereka dari kematian," Jawab Draka lagi.


Wusss!


Draka mendatangkan kembali Tongkat Pedang Emasnya, Pedang di ujung tongkat itu langsung mengeluarkan cahaya merah membentuk api.


"Tongkat Pedang Emas, sudah lama sekali aku tidak melihatnya beraksi," Guman Jingga dalam hati. Jendral naga itu pun merapatkan tangannya kedepan dada.


Swoss..!

__ADS_1


Tubuh jingga di selubungi asap putih, begitu asap putih itu hilang tampak pakaian Jingga telah berubah ke pakaian perang, baju zirah emas, tampak menghiasi tubuh kekasih Draka itu. Sepasang pedang tampak tersampir di balik punggungnya.


"Tampaknya para petinggi Kerajaan Kayangan akan mengamuk nih," Ujar Mentari sambil berdiri di samping Pandan Ayu.


"Jadi Kalian semua sudah mengenal Draka?" Tanya Pandan Ayu sambil tersenyum ramah.


"Kami juga mendapat kekuatan dari mustika pemberiaan Draka, Pandan Ayu," Jawab Mentari berusaha membalas senyum ramah Pandan Ayu itu walau agak berat.


"Terima kasih atas bantuannya, perkenalkan saya Pandan Ayu, Sahabat siapa?" Ucap Pandan Ayu memperkenalkan diri, senyum manis dan keramahan gadis itu membuat Mentari tidak enak hati, lagian ia tidak ingin menyinggung perasaan Manggala yang tampak begitu menyukai Pandan Ayu.


"Saya Mentari, saya kakak seperguruan Manggala di Perguruan Pedang Kembar," Jawab Mentari sambil tersenyum.


"Perguruan Pedang Kembar? Bukankah perguruan itu berada di bawah lindungan Kerajaan Awan Hitam Atas Langit, sekalian sekutunya, bukankah semua sesepuh Perguruan Pedang Kembar tokoh hitam semua?" Ucap Pandan Ayu bertanya, gadis itu tampak agak terkejut mendengar Mentari dari Perguruan yang bersekutu dengan para siluman dan iblis dari Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu.


"Ya, semua tokoh hitam dedengkot Perguruan Pedang Kembar telah tewas bertarung dengan Manggala," Jawab Mentari.


"Kak Manggala sanggup mengalahkan semua sesepuh Perguruan Pedang Kembar yang terkenal kesaktiannya itu?"


"Manggala adalah murid lima pendekar dewa, jadi kesaktian para datuk sesepuh Perguruan Pedang Kembar bukanlah masalah baginya," Jawab Laras dari belakang, "Kau begitu beruntung Pandan Ayu mendapatkan hati seorang pendekar setampan dan sesakti Manggala, jangan sia-siakan kesempatanmu, karna yang lain juga mengharapkan hati Manggala," Tambah Laras lagi sambil tersenyum dan memegang baju Dewi Phoenix Putih itu.


"Jadi Manggala jatuh hati pada pertemuan pertama denganmu Pandan Ayu?" Tanya Mentari sambil tersenyum.


"Saya tidak tau tentang semua itu Mentari, karna kami hanya bertemu sebentar, dia langsung pergi, saat itu Kak Manggala tampak agak terburu-buru," Jawab Pandan Ayu.


"Kau gadis yang begitu beruntung!" Ucap Mentari lagi.


"Mentari juga menyukai Kak Manggala, kan?" Tanya Pandan Ayu sambil tersenyum.


"Ti.. Tidak.. Saya tidak menyukai Manggala," Jawab Mentari tampak kelabakan, karna Pandan Ayu bisa menebak perasaannya.


"Mentari, kita sesama perempuan tidak bisa menutupi perasaan lho, jujur Ayu juga menyukai Kak Manggala dari pertama bertemu dulu, apalagi Kalian teman seperjalanannya," Ucap Pandan Ayu sambil tersenyum.


"Kau begitu mengerti perasaan orang lain, dan begitu baik dan ramah di tambah kecantikanmu yang begitu sempurna tentu membuat banyak pemuda menyukaimu," Kata Mentari sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sudahlah... lain kali kita bahas masalah Manggala, sekarang lihat musuh di depan kita, Draka dan jingga sudah siap dengan senjata andalan mereka, saya lihat prajurit siluman itu cukup banyak. Mungkin lebih dari seratus orang," Kata Laras lagi.


"Eh iya, ya! Kita malah sibuk membicarakan ketampanan pemuda yang kita sukai!" Jawab Dewi Phoenix Putih tersipu malu.


"Kalian yang menyukai Manggala! Saya tidak, saya kan calon senopatinya Manggala!" Kata Laras sambil tertawa, Laras tampak cepat akrab dengan Pandan Ayu.


"Senopati?" Pandan Ayu tampak mengerenyitkan keningnya, tidak mengerti.


"Nanti saya ceritakan, sekarang persiapkan diri dulu!" Kata Lara sambil tersenyum.


"Baiklah! Ayo Mentari," Ucap Pandan Ayu.


"Ayo! Siapa takut!" Jawab Mentari tampak bersemangat, menerima ajakan Pandan Ayu itu. Kedua gadis itu meningkatkan tenaga dalam mereka, cahaya aura tenaga dalam mereka langsung membara di sekitar tubuh mereka.


"Ho ho ho...! Draka! Kita bertemu lagi.. Kali ini adalah kematianmu Draka! Heaa...!"


Bentakan nyaring Jendral Iblis Pedang itu, sebagai perintah penyerangan. Jendral Iblis Pedang melesat cepat ke arah Menggala dan Jingga.


"Heaaa...!"


"Hiaaa....!"


Draka dan Jingga pun melesat menyongsong Jendral Iblis Pedang dan pasukannya. Manggala pun tidak tinggal diam. Manggala melesat dengan tongkat Mustika Dewa di tangan Kanannya.


Dewi Phoenix Putih, Laras dan Mentari pun melesat cepat dari belakang.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya teman-teman sebagai dukungan untuk novel ini.

__ADS_1


Terima kasih banyak. Tanks.


__ADS_2